22 October 2018

Fakta-Fakta Menarik tentang Penyakit Anak Roseola

Fakta-Fakta Menarik tentang Penyakit Anak Roseola

Halodoc, Jakarta - Roseola adalah infeksi virus pada anak yang dapat menyebabkan suhu badan naik drastis, disertai dengan munculnya ruam pada kulit. Nama roseola diambil karena penyakit ini mempunyai gejala yang timbul dengan bercak-bercak kemerahan di kulit seperti bunga mawar.

Penyakit ini kebanyakan terjadi pada bayi dengan umur 6 bulan hingga 2 tahun. Namun, angka kejadian yang paling sering terjadi adalah pada bayi dengan umur 6-12 bulan. Roseola juga dikenal dengan nama exanthem subitum. Kondisi ini muncul karena virus yang masih dalam kategori herpes. Dulunya, roseola ini juga mendapat sebutan bayi campak.

Gejala Roseola

Gejala dari penyakit ini pada umumnya muncul setelah 1-2 minggu ketika virus masuk ke dalam tubuh. Awalnya, anak-anak yang mengidap roseola akan mengalami demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, juga tidak nafsu makan. Demam akan reda pada 3-5 hari, lalu muncullah ruam kulit dengan warna merah muda. Ruam ini tidak menyebabkan gatal dan akan menyebar ke seluruh tubuh walaupun setelah dua hari akan menghilang.

Penyebab Roseola

Roseola dapat menular melalui pecikan ludah ketika seseorang yang mengidapnya bersin atau pun batuk. Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui benda yang telah terkontaminasi. Roseola paling banyak disebabkan oleh virus herpes manusia 6, walau juga dapat disebabkan oleh virus herpes manusia 7.

Penyakit ini dapat menular meski tidak menimbulkan ruam. Orangtua harus mengajarkan anak agar tidak menggunakan cangkir atau sendok milik orang lain atau yang telah digunakan orang lain, karena dapat menjangkiti roseola. Walau begitu, penularannya tidak secepat infeksi-infeksi atau virus lain.

Cara Mengatasi Roseola

Cara pertama untuk mengatasi roseola adalah dengan menurunkan demamnya dengan memberikan obat penurun demam. Hindari penggunaan aspirin, karena dapat bereaksi dengan virus sehingga dapat memicu timbulnya sindrom Reye yang dapat membuat pembengkakan hati dan otak. Pastikan si kecil banyak istirahat hingga demam tersebut hilang.

Setelah itu, lakukanlah kompres pada anak. Gunakanlah handuk atau lap bersih yang telah dibasahi oleh air hangat, dan jangan mengompres dengan air dingin. Selain itu, mandikan anak dengan air hangat. Setelah itu, berikan anak ibu cairan yang banyak untuk mencegah terjadinya dehidrasi akibat terus mengeluarkan keringat dan demam tinggi. Cairannya dapat berupa ASI, air putih, dan sebagainya.

Roseola akan sembuh dalam waktu satu minggu setelah demam terjadi. Anak ibu harus dibawa ke dokter jika sudah mengalami demam tinggi hingga lebih dari 39 derajat celsius dan lebih dari 1 minggu, ruam kulitnya belum hilang setelah 3 hari, serta jika terjadi pada anak di bawah usia 6 bulan.

Mencegah Roseola

Belum ada vaksin yang berguna untuk mencegah roseola, tetapi ibu dapat melakukan pencegahan dengan menjauhkan anak ibu dari pengidap penyakit tersebut. Selain itu, jika anak ibu yang mengalami penyakit roseola, hentikan dulu semua kegiatan yang akan dilakukan di luar rumah dan istirahatkan ia hingga sembuh total.

Lalu, ajari anak ibu untuk selalu mencuci tangan, menutup mulut dengan tisu ketika bersin atau pun batuk, dan buang tisu setelahnya. Lalu, beri tahu anak ibu agar tidak berbagi pakai peralatan makan dan minum dengan anak-anak lainnya.

Berikut adalah penjelasan tentang roseola. Jika ibu masih mempunyai pertanyaan seputar roseola, dokter-dokter Halodoc siap membantu. Caranya hanya dengan download aplikasi Halodoc di Apps Store atau Play Store. Di Halodoc, ibu pun bisa membeli obat. Tanpa perlu keluar rumah, pesanan akan sampai dalam waktu satu jam. Praktis kan?

Baca juga: