06 November 2018

Fungsi Hormon Testosteron Bagi Pria dan Wanita

Fungsi Hormon Testosteron Bagi Pria dan Wanita

Halodoc, Jakarta - Hormon testosteron umumnya selalu diidentikkan dengan pria. Misalnya, dikenal sebagai hormon yang memengaruhi libido, pembentukan massa otot, ketahanan tingkat energi, hingga perubahan karakteristik seks sekunder pada pria saat puber. Contohnya, suara akan berubah menjadi lebih berat.

Meski begitu, hormon testosteron juga memiliki berbagai peran dalam tubuh wanita, lho. Kata ahli, hormon ini juga diproduksi secara alami dalam tubuh wanita. Lalu, apa sih fungsi dari hormon testosteron bagi pria dan wanita?

Manfaat Pada Pria

Hormon ini sebenarnya akan meningkat selama masa pubertas, dan mencapai puncaknya ketika seorang pria berusia sekitar 20 tahun. Nah, ketika usia sudah memasuki kepala tiga, kadar hormon ini akan berkurang sekitar satu persen tiap tahunnya. Berikut fungsi hormon testosteron untuk pria.

1. Mengurangi Lemak Perut hingga Daya Tarik

Lingkar pinggang seorang pria tak hanya dipengaruhi oleh makanan saja. Sebab, kondisi ini juga bisa dipengaruhi oleh kadar hormon ini. Menurut ahli, terapi hormon testosteron untuk seorang pria bisa berpengaruh ke lingkar pinggangnya. Kata seorang profesor kedokteran dan onkologi di Johns Hopkins University School of Medicine, Amerika Serikat, sebagian besar penelitian menunjukkan adanya pengurangan jumlah lemak perut di pria yang diberi testosteron.

Menariknya lagi, testosteron juga punya peran ke daya tarik seorang pria. Enggak percaya? Menurut studi dari Wayne State University, Amerika Serikat, kadar hormon yang tinggi dalam tubuh ini, bisa membuat pria lebih menarik di mata wanita.

2. Memengaruhi Sistem Reproduksi

Ketika seorang laki-laki beranjak remaja, secara otomatis produksi hormon ini pun akan meningkat dalam tubuh. Nah, hal inilah yang mendorong terjadinya pembentukan dan perubahan lebih lanjut ke Mr P dan testis. Pada masa ini, testis akan memproduksi sperma setiap harinya dalam jumlah yang banyak. Sebaliknya, ketika kadar testosteron dalam tubuh rendah, kemungkinan pria bisa mengalami disfungsi ereksi.

3. Hasrat Seksual

Ketika pembentukan Mr P dan testis mengalami perubahan, laki-laki yang beranjak remaja juga akan mengalami adanya desakan seksual atau hasrat seksual. Meningkatnya hormon testosteron juga akan menyebabkan perubahan tubuh dan otot pria. Kata ahli, di masa ini mereka akan mendapatkan stimulasi seksual, bahkan melakukan aktivitas seksual. Nah, kedua hal ini bisa membuat kadar testosteron yang diproduksi semakin meningkat.

Selain ketiga hal di atas, hormon ini juga berperan dalam:

  • Mendorong pertumbuhan rambut di muka dan tubuh.

  • Mempertahankan gairah seksual.

  • Memelihara kepadatan tulang.

  • Membuat suara semakin berat.

  • Membantu produksi sperma.

  • Mempertahankan kesuburan.

Manfaat Pada wanita

Ingat, hormon ini juga diproduksi secara alami dalam tubuh wanita, sama halnya dengan hormon estrogen yang sering disebut sebagai hormon wanita. Lalu, apa sih fungsi hormon testosteron untuk wanita?

1. Mengatur Gairah Seks

Sama halnya dengan pria, pada wanita hormon ini juga bertanggung jawab mengatur libido dan kenikmatan yang mereka rasakan saat berhubungan intim. Menurut beberapa penelitian, wanita yang kekurangan hormon ini bisa membuat dirinya sulit untuk mencapai orgasme.

2. Membentuk Otot

Ada beberapa wanita yang gemar berolahraga keras agar bisa memiliki otot yang lebih terbentuk. Namun bila hasilnya nihil, bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh kadar testosteron yang rendah dalam tubuh. Sebab, hormon ini memang berfungsi untuk membantu sintesis protein yang dibutuhkan agar massa otot bertambah. Dengan kata lain, kekurangan hormon ini akan menyulitkan wanita membentuk otot tubuh.

3. Ketahanan Tubuh

Bila tubuhmu hampir selalu merasa lelah, bisa jadi tubuh mengalami kekurangan hormon ini. Menurut sebuah penelitian dari para ahli di Kanada, wanita yang memiliki kadar testosteron rendah cenderung lebih mudah merasa lelah. Contohnya, bila dirimu biasanya sanggup melakukan jogging selama 40 menit, tapi akhir-akhir ini hanya kuat selama 20 menit.

Ingin tahu lebih jauh mengenai hal di atas atau punya keluhan kesehatan? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: