Gangguan Bipolar dan Mood Swing, Ini Perbedaannya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Gangguan Bipolar dan Mood Swing, Ini Perbedaannya

Halodoc, Jakarta – Baru-baru ini artis Nikita Mirzani sempat dituding mengalami gangguan kesehatan mental bipolar oleh teman satu profesinya, Billy Syahputra. Menanggapi pernyataan temannya, Nikita Mirzani justru menyikapinya dengan santai. 

Baca juga: Bisakah Gangguan Bipolar Disembuhkan?

Menurut Nikita Mirzani, semua orang memiliki kadar bipolar yang berbeda-beda. Dia mengatakan, semua orang pasti pernah mengalami perasaan sedih yang berganti menjadi perasaan bahagia. 

Lalu, apakah kondisi bipolar sebenarnya sama dengan perubahan suasana hati atau mood swing yang dimaksud oleh Nikita Mirzani? Tidak ada salahnya ketahui perbedaan gangguan bipolar dan mood swing atau perubahan suasana hati. Ini ulasannya.

Inilah Perbedaan Gangguan Bipolar dan Mood Swing

Umumnya, mood swing atau dikenal sebagai kondisi perubahan suasana hati adalah perubahan emosi yang dapat terjadi sesekali karena ada faktor pemicu. Kondisi ini umum dialami seseorang dan dapat segera diatasi. Perubahan suasana hati dikatakan normal jika kondisi ini tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kondisi mood swing atau perubahan suasana hati dapat dengan mudah diatasi oleh pengidapnya ketika menghindari pemicu yang menyebabkan seseorang alami perubahan suasana hati atau mood swing. Tidak hanya itu, mengatasi mood swing bisa dilakukan dengan rutin melakukan olahraga, seperti yoga atau meditasi.

Mengonsumsi makanan sehat dan memenuhi kebutuhan istirahat juga menjadi beberapa cara yang dapat memperbaiki suasana hati. Hal ini disebabkan kondisi stres dan kurangnya nutrisi di dalam tubuh menjadi penyebab seseorang alami perubahan suasana hati yang begitu cepat.

Namun, apabila kamu sering mengalami perubahan suasana hati yang begitu cepat, tanpa ada sebab pemicu yang jelas, berlarut-larut hingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan kesehatan fisik, sebaiknya waspada kondisi ini menjadi tanda gangguan mental salah satunya gangguan bipolar.

Baca juga: Depresi dan Bipolar, Apa Perbedaannya?

Gangguan bipolar merupakan salah satu gangguan mental yang menyebabkan kondisi ketika seseorang mengalami perubahan suasana hati yang drastis. Mood swing menjadi salah satu gejala yang dialami oleh pengidap bipolar. Pengidap bipolar dapat mengalami fase mania dan fase depresi. 

Biasanya pengidap bipolar merasa sangat bersemangat, berbicara dengan cepat, alami gangguan tidur hingga rasa percaya diri yang berlebihan. Namun, kondisi ini bisa berubah menjadi fase depresi yang membuat pengidap bipolar alami depresi, merasa sedih, putus asa, merasa kesepian hingga muncul perasaan ingin bunuh diri. Kedua gejala ini bisa muncul bersamaan yang dikenal sebagai mixed state.

Jangan ragu untuk lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat ketika kamu mengalami beberapa gejala dari kondisi mood swing atau perubahan suasana hati yang disertai dengan kondisi ingin melukai diri sendiri atau mengganggu aktivitas sehari-hari. Bisa jadi mood swing yang dialami sebagai tanda adanya gangguan mental atau gangguan bipolar.

Berbeda dengan mood swing yang dapat diatasi dengan sendirinya, penanganan gangguan bipolar dilakukan dengan pemberian obat-obatan dan psikoterapi. Ada beberapa metode psikoterapi yang dilakukan untuk mengatasi gangguan bipolar, seperti interpersonal and social rhythm therapy, cognitive behavioural therapy, dan psychoeducation

Baca juga: Mood Swing di Kantor Bikin Semangat Kerja Turun? Ini 6 Cara Mengatasinya

Umumnya, pada remaja sulit membedakan gejala mood swing atau gangguan bipolar. Namun perlu diketahui perbedaan bipolar yang harus diketahui yaitu menimbulkan hambatan di dalam aktivitas sehari-hari, sedangkan mood swing tidak demikian.

Namun, meskipun kondisi mood swing lebih umum dibandingkan gangguan bipolar, segera atasi masalah perubahan suasana hati yang dialami agar tidak menimbulkan komplikasi kesehatan lain pada kesehatan mental maupun kesehatan fisik.

Referensi:
Web MD.  Diakses pada 2019. Are My Mood Swings Normal?
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Bipolar Disorder