Gejala Kanker Payudara yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Gejala Kanker Payudara yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta – Kanker payudara menjadi salah satu jenis penyakit yang harus sangat diwaspadai, sebab bisa memicu dampak berbahaya. Kabar buruknya, penyakit ini seringkali sulit dideteksi karena pada tahap awal kanker umumnya masih berukuran kecil. Kanker payudara umumnya ditandai dengan munculnya benjolan pada salah satu atau kedua payudara. Namun perlu diingat, tidak semua benjolan yang muncul di payudara sudah pasti bersifat kanker.

Untuk memastikannya, sangat penting melakukan pemeriksaan salah satunya dengan SADARI alias periksa payudara sendiri. Kanker payudara terjadi karena terbentuknya sel kanker pada jaringan payudara. Sel-sel pada payudara terbentuk dan tumbuh secara tidak normal, bahkan tidak terkendali, kemudian membentuk tumor. Kanker bisa terbentuk di kelenjar yang menghasilkan susu alias lobules atau di saluran yang membawa air susu dari kelenjar ke puting payudara. Ada kemungkinan kanker juga bisa terbentuk di jaringan lemak atau jaringan ikat di dalam payudara. 

Baca juga: Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Cara Ini

Waktu Terbaik untuk Mendeteksi Gejala Kanker Payudara 

Mengetahui gejala-gejala awal penyakit ini adalah hal yang sangat penting. Sebab, kanker payudara yang cepat dideteksi memiliki peluang lebih tinggi untuk sembuh total. Kanker payudara yang sudah ditangani sejak stadium awal bisa saja tidak lagi membutuhkan mastektomi atau kemoterapi. Gejala kanker payudara bisa bervariasi, mulai dari muncul benjolan pada payudara, perubahan bentuk dan ukuran payudara, kulit payudara memerah, keluar darah dari puting, hingga puting tertarik ke dalam. 

Meski begitu, tidak semua benjolan dan gejala yang muncul di payudara merupakan tanda kanker. Salah satu cara untuk mendeteksinya adalah dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri alias SADARI. Waktu terbaik melakukan SADARI adalah seminggu setelah menstruasi berakhir. Rutin melakukan pemeriksaan sendiri bisa membantu kamu mengenali payudara sendiri dan bisa dengan mudah mendeteksi kelainan yang muncul.

Baca juga: Payudara Besar Sebelah Normal atau Masalah?

Saat menemukan keanehan pada payudara, kamu bisa segera melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya. SADARI sebaiknya dilakukan rutin setiap bulan. Pemeriksaan untuk mendeteksi kanker payudara di antaranya pemeriksaan fisik payudara oleh dokter, mammografi alias USG payudara, dan riwayat kesehatan secara keseluruhan. 

Pemeriksaan dini kanker payudara meliputi pemeriksaan fisik payudara ke dokter serta mamografi atau USG payudara. Penyakit ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele, sebab kanker payudara tidak kalah mematikannya dengan kanker serviks. Semakin cepat penyakit ini terdeteksi, semakin tinggi angka keberhasilan pengobatannya. Selain rutin melakukan SADARI, kamu juga disarankan untuk menjaga pola makan dan menjalani pola hidup sehat. 

Orang yang memiliki faktor risiko atau gejala kanker payudara disarankan untuk rutin berolahraga. Pasalnya, aktivitas fisik ternyata bisa membantu menjaga tubuh agar lebih sehat. Selain itu, hal ini juga penting untuk membantu menjaga berat badan tetap ideal agar terhindar dari serangan penyakit ini. Kanker payudara juga bisa dihindari dengan mengurangi konsumsi minuman beralkohol. Kebiasaan mengonsumsi alkohol bisa memicu gangguan kesehatan pada tubuh secara keseluruhan, termasuk memicu kanker payudara. 

Baca juga: Benjolan di Payudara Tak Melulu Berarti Kanker

Cari tahu lebih lanjut seputar kanker payudara dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Kemenkes. Diakses pada 2019. Deteksi Dini Kanker Payudara dengan SADARI dan SADANIS.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Breast Cancer.
Healthline. Diakses pada 2019. Everything You Want to Know About Breast Cancer.