Gejala yang Dirasakan saat Terkena Pneumonia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Gejala yang Dirasakan saat Terkena Pneumonia

Halodoc, Jakarta – Kondisi paru-paru yang meradang disebut sebagai penyakit pneumonia. Penyakit pneumonia yang disebabkan oleh bakteri bisa ringan atau serius. Pada pengidap pneumonia, kantung paru-paru mereka bisa berisi cairan, nanah, dan puing seluler. Mengingat paru-paru bekerja untuk menampung oksigen, maka pneumonia bisa mempersulit tubuh untuk mendapatkan jumlah oksigen yang memadai. 

Baca Juga: Ini Beda Pneumonia dan Bronkitis, Penyakit yang Sama-Sama Menyerang Paru

Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri umumnya hanya menyerang hanya satu bagian kecil dari paru-paru  atau bahkan seluruh paru-paru. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri pneumonia bisa ringan atau serius. Ringan atau seriusnya pneumonia yang disebabkan bakteri tergantung pada kekuatan bakteri, usia, kondisi kesehatan dan seberapa cepat pengidap mendapatkan penanganan. 

Cara Penularan Pneumonia Bakteri

Selain penyebabnya, pneumonia juga sering dibedakan atas lokasi penularannya. Pneumonia bisa diperoleh dari lingkungan masyarakat atau lingkungan rumah sakit. Namun, sebagian besar kasus pneumonia, umumnya ditularkan dari lingkungan masyarakat. Sisanya, penyakit ini bisa ditularkan melalui perawatan kesehatan dan penggunaan ventilator. 

Pneumonia yang didapat melalui lingkungan masyarakat bisa diperoleh ketika seseorang menghirup partikel atau tetesan dari bersin pengidap pneumonia. Biasanya, jenis bakteri yang ditularkan adalah Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae.

Sedangkan seseorang yang mendapat pneumonia di lingkungan rumah sakit, terjadi ketika bakteri masuk ke mulut atau saluran pernapasan bagian atas yang kemudian memasuki paru-paru dan menyebabkan infeksi. Bakteri yang sering ditularkan di rumah sakit biasanya berjenis Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus.

Seperti Apa Gejala Pneumonia Bakteri?

Gejala pneumonia bakteri meliputi:

  • Batuk yang disertai lendir berwarna kuning, hijau, atau bernoda darah;

  • Dada yang terasa nyeri sampai menusuk ketika bernapas;

  • Menggigil sampai badan menjadi tremor;

  • Mengalami demam mencapai 40 derajat Celsius atau lebih;

  • Sakit kepala;

  • Nyeri otot;

  • Bernafas dengan cepat;

  • Lesu;

  • Badan terlihat lebih pucat;

  • Kehilangan selera makan; dan

  • Berkeringat

Baca Juga: Jangan Remehkan Infeksi Paru-Paru Penyebab Kematian Ketiga Terbesar di Dunia

Pada kasus lansia, gejalanya sama seperti diatas, tetapi mereka cenderung akan mengalami kebingungan dan pusing. Sedangkan pada anak-anak, balita, atau bayi lubang hidungnya akan terlihat melebar dan dada yang lebih tenggelam ketika bernapas. Bibir dan kuku juga terlihat kebiruan akibat tidak menerima jumlah oksigen yang cukup. Lebih dari itu, gejala yang dialami anak-anak sama, seperti gejala pneumonia pada umumnya.

Perawatan untuk Pengidap Pneumonia Bakteri

Karena disebabkan oleh bakteri, maka dokter akan meresepkan antibiotik. Antibiotik perlu dipakai sampai habis agar bakteri benar-benar mati sepenuhnya dan mencegah penyakit kambuh kembali. Selain antibiotik, dokter biasanya juga meresepkan obat untuk menurunkan demam dan mengurangi rasa sakit. Perawatan yang bisa dilakukan berupa:

  • Banyaklah beristirahat’

  • Konsumsi banyak cairan agar pengidapnya bisa batuk untuk melonggarkan kantung paru-paru;

  • Mandi air hangat dan menggunakan pelembab udara juga efektif melonggarkan kantung paru-paru;

  • Berhenti merokok; dan

  • Hindari keluar rumah sampai gejala hilang untuk menghindari penularan bakteri pneumonia ke orang lain. 

Bagaimana Mencegah Pneumonia Bakteri?

Saat ini, sudah tersedia vaksin yang bisa diberikan pada bayi yang berusia dua bulan. Vaksin berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh bayi, sehingga meminimalkan peluang tertularnya bakteri penyebab pneumonia di kemudian hari. Selain itu, hentikan kebiasaan merokok dan gunakan masker ketika berkunjung di rumah sakit atau berada di lingkungan yang ramai dan sesak. Terakhir, terapkan gaya hidup sehat dengan konsumsi makanan yang sehat, mendapat waktu istirahat yang cukup, dan rajin mencuci tangan terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum makan.

Baca Juga: Vape Bisa Sebabkan Paru-Paru Basah, Mitos atau Fakta


Kamu mengalami keluhan kesehatan? Bicara saja dengan dokter Halodoc untuk mengetahui penanganan nya. Caranya gampang banget, kamu tinggal klik Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!