26 November 2018

Gemar Minum Kopi, Hati-Hati Insomnia!

Gemar Minum Kopi, Hati-Hati Insomnia!

Halodoc, Jakarta - Kopi menjadi pilihan minuman favorit bagi para pekerja atau mahasiswa yang tengah menyusun tugas akhir karena merupakan obat paling manjur untuk membuat terjaga. Apabila intensitasnya rendah, hal ini masih diperbolehkan. Apalagi untuk mereka yang terbiasa mengonsumsi kopi, tentu hal ini akan bermanfaat. Namun untuk kamu yang tidak terbiasa minum kopi, tentu saja kopi dapat mengganggu jam tidur alias menyebabkan insomnia. Lantas, apa yang menyebabkan kopi dapat membuat insomnia?

Mengapa Kopi dapat Menyebabkan Insomnia?

Kopi adalah salah satu jenis minuman yang mengandung kafein. Dalam 100 gram kopi biasa atau es kopi terdapat sekitar 40 mg kafein di dalamnya, sementara pada espreso terdapat 212 gram kafein. Kafein tidak hanya dapat ditemukan dalam kopi, tapi juga di dalam teh, cokelat, dan beberapa minuman ringan. Kafein adalah jenis obat stimulan yang bekerja dengan menghambat kerja adenosine receptor dalam tubuh. Adenosine adalah senyawa yang membuat kita merasa kantuk. Oleh karena itu, mengonsumsi kopi dalam jumlah banyak atau beberapa jam sebelum jam tidur normal dapat membuat kamu terhindar dari rasa kantuk.

Setelah kamu mengonsumsi kopi, maka efeknya akan terasa 30 hingga 60 menit setelahnya. Kandungan kafein dalam kopi dapat bertahan setengahnya di dalam tubuh 3 hingga 5 jam, dan sisanya bertahan dalam waktu yang cukup lama, yaitu 8 hingga 14 jam.

Oleh karena itu, kamu yang tidak terbiasa mengonsumsi kopi sebaiknya tidak mengonsumsi kopi saat menjelang tidur. Para ahli mengatakan batasan yang aman minum kafein adalah sekitar 250 mg per hari agar tidak terjadi efek samping yang tidak diinginkan.

Namun, kamu juga pasti pernah menemukan bahwa seseorang bisa jadi tidak merasakan efek dari kafein sama sekali. Sebab kondisi tiap-tiap orang yang berbeda yang menyebabkan hal ini terjadi, ini faktor yang memengaruhi efek kafein pada tubuh seseorang:

  • Faktor usia, banyak penelitian yang mengatakan kafein dalam kopi berdampak buruk jika diberikan kepada anak kecil. Selain itu, ada penelitian yang menyebutkan bahwa umur yang semakin bertambah membuat seseorang semakin sensitif terhadap kafein.

  • Faktor genetik. Beberapa sumber mengatakan genetik membuat metabolisme kafein dalam tubuh menjadi tidak sama antar individu.

  • Kebiasaan mengonsumsi kafein. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang terbiasa mengonsumsi kopi akan merasakan dampak kafein yang lebih sedikit daripada mereka yang jarang minum kopi.

  • Waktu mengonsumsi. Konsumsi kafein yang mendekati waktu tidur mempunyai potensi dampak terhadap gangguan tidur yang lebih besar.

Cara Mengatasi Insomnia Setelah Minum Kopi

Apabila suatu hari kamu harus tidur lebih awal karena harus memulai aktivitas di pagi hari, maka ini cara untuk mengatasi insomnia akibat minum kopi yang dapat kamu praktikan:

  1. Ciptakan suasana tenang di kamar. Kamu wajib membuat tempat tidur bebas dari handphone, laptop, dan gadget lainnya. Jika kamu masih merasakan ketidaknyamanan karena bunyi-bunyian lain, kamu dapat memutar CD atau kaset berisi bunyi-bunyian yang menenangkan atau sering disebut 'white noise' seperti suara ombak di pantai atau hembusan angin menerpa pohon pinus di pegunungan. Jangan lupa untuk menyalakan air humidifier dengan aroma lavender yang terbukti membuat kondisi kamar semakin nyaman dan membuat kamu mudah tertidur.

  2. Lakukan gerakan ringan. Untuk menghilangkan dampak kafein di dalam tubuh, kamu dapat melakukan gerakan-gerakan ringan seperti push up atau jumping jacks. Namun pastikan untuk tidak berlebihan karena dapat membuat kamu merasa tidak nyaman dan semakin sulit tidur.

  3. Minum segelas susu hangat. Segelas susu hangat mengandung triptofan, yakni sejenis protein yang di dalam tubuh dapat diubah menjadi hormon serotonin dan melatonin. Kedua hormon ini dibutuhkan untuk menghadirkan rasa kantuk.

Cara terbaik untuk mencegah insomnia adalah menghentikan konsumsi kafein untuk sementara waktu. Namun, jika gangguan tidur ini sudah cukup parah, segera periksakan diri ke dokter. Kamu bisa bertanya-tanya mengenai kondisi kesehatan ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Yuk, download Halodoc di App Store dan Google Play.

Baca juga: