11 March 2019

Gendang Telinga Pecah, Apakah Bisa Normal Kembali?

gendang telinga pecah, telinga tengah

Halodoc, Jakarta - Gendang telinga yang pecah bisa terjadi karena infeksi, trauma pada telinga, atau paparan suara yang terlalu sering dan keras. Akibatnya, akan muncul lubang robekan pada gendang telinga yang bisa menyebabkan tuli. Infeksi dapat disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Tekanan cairan pada telinga tengah meningkat ketika terinfeksi, meregangkan gendang telinga, dan menyebabkan rasa nyeri di telinga. Saat gendang telinga tidak mampu lagi meregang, gendang telinga kemudian pecah dan kemungkinan bakteri akan masuk ke telinga tengah.

Biasanya, gendang telinga pecah akan sembuh dengan sendirinya dalam 6-8 minggu. Pengobatan dapat berupa antibiotik, baik dalam bentuk obat tetes atau obat minum. Pengobatan dilakukan untuk mencegah atau mengobati infeksi telinga. Upaya lain yang dapat kamu lakukan untuk menangani gendang telinga yang pecah adalah:

1. Antibiotik

Antibiotik dalam bentuk pil (obat yang diminum) atau obat tetes telinga, berfungsi untuk membersihkan infeksi dan melindungi telinga dari infeksi baru akibat terpaparnya telinga tengah dari robekan gendang telinga. Antibiotik diberikan apabila gendang telinga pecah disebabkan oleh infeksi.

Baca juga: Gendang Telinga Pecah Bisakah Kembali Seperti Semula?

2. Penambalan Gendang Telinga

Apabila tidak tertutup dengan sendirinya, biasanya gendang telinga akan ditambal. Caranya adalah dengan mengoleskan bahan kimia di tepi robekan untuk merangsang pertumbuhan selaput baru dan menutup robekan gendang telinga dengan tambalan. Prosedur ini kemungkinan perlu diulang lebih dari sekali, sehingga lubang tertutup dengan sempurna.

3. Operasi

Apabila penambalan gendang telinga yang pecah tidak berhasil, cara terakhir yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan operasi timpanoplasti. Dalam operasi ini, akan dilakukan pencakokan sedikit kulit dari tubuh kamu untuk menutup lubang di gendang telinga. Setelah prosedur bedah selesai dilakukan, pengidap dapat pulang ke rumah di hari yang sama, kecuali ada penyebab lain yang membuat pengidap harus menjalani rawat inap.

Baca juga: Gendang Telinga Pecah Bahaya atau Tidak

Kamu juga dapat melakukan perawatan di rumah untuk pemulihan gendang telinga yang pecah. Beberapa perawatan yang dapat kamu lakukan sendiri di rumah adalah:

  • Menjaga telinga tetap kering. Gunakan penutup telinga atau alat khusus untuk menghindari masuknya air ketika mandi.

  • Menghindari aktivitas yang berisiko. Sebisa mungkin hindari aktivitas yang akan menyebabkan telinga terkontaminasi, misalnya berenang.

  • Jangan menahan napas saat bersin. Menahan napas di hidung ketika meniup atau bersin dapat meningkatkan tekanan pada telinga. Tekanan yang terjadi akibat bersin yang ditahan berpotensi memperburuk kondisi.

  • Tahan keinginan untuk membersihkan telinga. Jangan membersihkan telinga untuk sementara waktu. Biarkan gendang telinga yang pecah kembali pulih terlebih dahulu.

Seperti yang kamu tahu, gendang telinga berfungsi untuk melindungi bagian tengah telinga dari gangguan bakteri atau air yang mencoba untuk masuk. Gendang telinga juga berperan sebagai pengubah suara menjadi getaran, yang kemudian diubah menjadi sinyal dan dikirim ke otak. Maka itu, jika terjadi kerusakan pada gendang telinga, komplikasi yang dapat terjadi di antaranya:

  • Otitis Media atau infeksi telinga tengah.

  • Kolesteatoma atau kista di telinga tengah.

  • Kehilangan pendengaran.

Baca juga: 5 Hal yang Bisa Menyebabkan Gendang Telinga Pecah

Apabila kamu mengalami rasa sakit karena gendang telinga pecah, atau jika kamu mengalami keluhan lain pada gangguan pendengar lainnya, jangan pernah ragu untuk mendiskusikannya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.