• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gendang Telinga Pecah, Apakah Bisa Normal Kembali?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gendang Telinga Pecah, Apakah Bisa Normal Kembali?

Gendang Telinga Pecah, Apakah Bisa Normal Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 24 September 2021
Gendang Telinga Pecah, Apakah Bisa Normal Kembali?

“Gendang telinga adalah bagian yang paling penting pada indra pendengaran karena berfungsi untuk mendengar suara-suara yang berada di sekitarnya. Ketika bagian ini mengalami gangguan, tentu kamu pun akan merasa tidak nyaman, bahkan bisa saja kemampuan pendengaran berkurang. Lalu, bisakah kondisi ini kembali seperti semula?”

Halodoc, Jakarta - Ada banyak penyebab gendang telinga pecah, misalnya trauma, infeksi, atau paparan suara keras yang tidak berhenti yang membuat gendang telinga robek. Tak hanya itu, peningkatan tekanan cairan pada telinga yang terjadi karena infeksi juga bisa membuat gendang telinga merenggang dan memicu rasa nyeri pada organ satu ini. 

Ketika gendang telinga tidak mampu meregang, bagian tersebut bisa pecah sehingga bakteri pun akan mudah memasuki telinga bagian tengah. Pun, ketika seseorang mengalami gendang telinga pecah, umumnya akan terasa sangat tidak nyaman pada telinganya. Tak hanya itu, telinga juga akan berdengung dan mengeluarkan cairan. Lalu, bisakah kondisi ini sembuh dan kembali normal seperti semula?

Bisakah Gendang Telinga Pecah Membaik dan Sembuh Sendiri?

Perforasi timpani, istilah medis untuk menyebut kondisi ketika gendang telinga pecah. Keadaan ini terjadi saat terdapat robekan pada bagian selaput timpani sehingga ada lubang. Selaput timpani sendiri merupakan suatu jaringan yang tipis yang membagi telinga bagian luar dan tengah. Ketika gendang telinga pecah, tentu tak jarang orang-orang akan terlihat panik, terlebih ketika kemampuan mendengar menjadi berkurang. 

Baca juga: Bersin Jangan Ditahan, Hati-Hati Gendang Telinga Pecah

Tidak perlu khawatir, gendang telinga pecah bisa membaik dan sembuh dengan sendirinya tanpa kamu harus melakukan perawatan. Sebagian besar kondisi masalah kesehatan ini sifatnya hanya sementara. Pasalnya, lubang pada bagian gendang telinga punya kemampuan untuk bisa menutup dengan sendirinya. Jadi, fungsi pendengaran perlahan bisa normal kembali dan kamu pun bisa mendengar lagi dengan jelas. 

Umumnya, gendang telinga yang pecah bisa membaik dan sembuh tanpa perawatan selama beberapa minggu hingga tiga bulan. Meski begitu, hal ini tetap saja bergantung pada apa yang menjadi penyebab pecahnya gendang telinga, ya! Jadi, kamu bisa bertanya terlebih dahulu pada dokter sehingga penyebab gendang telinga pecah bisa diketahui dan penanganan yang dilakukan pun tepat. 

Apabila terjadi karena infeksi telinga, gendang telinga akan kembali membaik setelah infeksi yang menyebabkannya ditangani. Biasanya, dokter akan memberikan resep berupa antibiotik, bisa berupa oral maupun obat tetes telinga. Semakin cepat diobati, tentu kondisi telinga kamu pun akan segera sembuh dan normal kembali. 

Baca juga: Gendang Telinga Pecah, Bahaya atau Tidak?

Adakah Cara yang Bisa Dilakukan Agar Gendang Telinga Cepat Sembuh?

Meski gendang telinga yang pecah bisa membaik dengan sendirinya, bukan berarti kamu tidak melakukan apapun untuk bisa membuatnya sembuh lebih cepat, ya. Pasalnya, kamu tentu tetap perlu memastikan kondisi indera pendengaran tetap kering supaya lebih cepat sembuh. 

Bagaimana maksudnya? Tentu akan ada beberapa hal yang perlu kamu hindari, seperti menyelam atau berenang sampai telinga benar-benar sembuh. Saat mandi, sebaiknya kamu memakai penutup kepala sehingga air tidak memasuki telinga. Kamu juga bisa menutup bagian telinga menggunakan kapas yang telah dilapisi petroleum jelly untuk mencegah masuknya air ke dalam telinga. 

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Tentang Gendang Telinga Pecah

Sementara waktu, kamu sebaiknya tidak bepergian dengan menggunakan pesawat guna mencegah tekanan tinggi pada telinga atau barotrauma. Bila ada kondisi tertentu yang memang mengharuskan kamu melakukan penerbangan, pastikan kamu sudah menggunakan earplug atau mengonsumsi permen karet sehingga keseimbangan tekanan telinga bagian luar dan dalam tetap terjaga. Jadi, kamu tidak mengalami gendang telinga pecah untuk kedua kalinya. 

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg

Referensi: 
WebMD. Diakses pada 2021. Ruptured Eardrum: Symptoms and Treatments.
Healthline. Diakses pada 2021. Eardrum Rupture.
NHS. Diakses pada 2021. Perforated eardrum.