• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Hal yang Harus Diperhatikan saat Imunisasi Campak Anak

4 Hal yang Harus Diperhatikan saat Imunisasi Campak Anak

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Melihat Si Kecil tumbuh sehat adalah impian setiap orangtua. Nah, untuk menghindari risiko beberapa penyakit serius, imunisasi perlu dilakukan. Salah satu imunisasi dasar yang harus didapatkan anak adalah imunisasi campak. Penyakit ini disebabkan oleh virus, yang sangat mudah menular.

Infeksi campak dapat menimbulkan komplikasi yang serius. Orang yang berisiko tinggi terserang penyakit ini dan komplikasi beratnya adalah yang belum mendapatkan imunisasi campak. Hal ini terutama pada anak-anak di bawah usia 5 tahun dan orang dewasa yang berusia lebih dari 30 tahun. Oleh karena itu, pastikan untuk memenuhi jadwal imunisasi campak anak agar terhindar dari penyakit ini. 

Baca juga: Ketahui Manfaat, Efek Samping & Jenis Imunisasi Bagi Bayi

Perhatikan Hal Ini saat Imunisasi Campak Anak

Jadwal imunisasi campak pertama untuk anak adalah pada usia 9 bulan, yang masuk dalam program imunisasi dasar lengkap yang diwajibkan Kementerian Kesehatan RI. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan, ketika akan membawa anak ke pusat layanan kesehatan untuk diimunisasi:

1. Pastikan Anak Sehat

Kesehatan anak harus dijaga sebelum melakukan imunisasi. Jangan sampai ibu membiarkan anak yang sedang flu atau demam diimunisasi. Hal ini dapat membuatnya semakin merasa tidak enak badan. Bahkan demam tinggi setelah melakukan imunisasi.

2. Beri Anak Makan 2 Jam Sebelum Imunisasi

Makan yang cukup dapat membuat bayi lebih tenang ketika diimunisasi. Menurut Alberta Health Services, Amerika Serikat, makanan sebaiknya diberikan pada Si Kecil setidaknya 2 jam sebelum imunisasi. Jika Si Kecil ASI eksklusif, pastikan untuk menyusuinya dengan cukup sebelum imunisasi dilakukan. Hal ini bertujuan agar ia tidak terlalu rewel karena lelah atau kelaparan.

3. Pakaikan Baju yang Mudah Dibuka

Lengan dan paha menjadi bagian tubuh yang biasanya akan diberi suntikan imunisasi. Itulah sebabnya, bayi sebaiknya dipakaikan baju dan celana yang mudah dibuka di bagian tersebut. Jika memakaikannya jumpsuit panjang, tentu akan memerlukan waktu lama untuk membukanya. Bisa-bisa Si Kecil sudah lebih dulu menangis histeris dan meronta-ronta sebelum disuntik.

Baca juga: 5 Dampak Negatif Jika Bayi Tidak Imunisasi

4. Jangan Bohong pada Si Kecil Soal Imunisasi

Sebaiknya jangan berbohong mengenai imunisasi pada bayi. Misalnya, mengatakan padanya bahwa disuntik itu tidak sakit. Padahal kenyataannya, disuntik itu sakit bahkan membuat tubuh menjadi agak pegal. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), cara terbaik untuk mempersiapkan anak imunisasi adalah dengan menjelaskannya. 

Jika membohonginya dan kenyataannya tidak sesuai realita, ia akan mengalami trauma. Mungkin juga jadi sulit untuk dibawa berobat ke rumah sakit nantinya. Jadi, katakan saja kalau disuntik itu sakit, tetapi rasa sakit itu akan hilang dalam waktu cepat. Meski di usia 9 bulan bayi belum bisa berbicara, sebenarnya dia mengerti dan bisa merasakan kekhawatiran. 

Beberapa Fakta tentang Imunisasi Campak

Berikut adalah beberapa fakta tentang imunisasi campak yang perlu diketahui orangtua:

  • Vaksin MR adalah kombinasi dari vaksin Campak (Measles “M”) dan Rubella (Rubella “R”).
  • Vaksin MR berbeda dengan MMR. Vaksin MMR berfungsi untuk mencegah campak, rubella, dan gondongan. Sementara vaksin MR berfungsi untuk mencegah campak dan rubella.
  • Vaksin MR idealnya diberikan untuk semua anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun selama kampanye imunisasi MR.
  • Selanjutnya imunisasi MR masuk dalam jadwal imunisasi rutin dan diberikan untuk anak usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 sekolah dasar, untuk menggantikan imunisasi campak
  • Bagi anak yang sudah mendapat dosis pertama dan dosis ulangan imunisasi campak, tetap perlu diberikan imunisasi MR karena untuk mendapatkan kekebalan terhadap rubella.
  • Vaksin MR tidak dapat menyebabkan autisme. Tidak ada penelitian yang mendukung bahwa imunisasi jenis apapun dapat menyebabkan autisme. Vaksin ini juga aman karena telah mendapat rekomendasi WHO dan izin edar dari BPOM,
  • Efek samping vaksin MR yang sering terjadi adalah demam ringan, ruam, bengkak ringan, dan nyeri di area imunisasi. Efek tersebut adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam 2-3 hari.

Baca juga: Jenis Imunisasi yang Harus Didapatkan Anak Sejak Lahir

Perlu diingat bahwa penyakit campak tidak dapat disepelekan karena dapat menimbulkan komplikasi serius. Oleh karena itu, penting sekali melindungi anak dengan memberikan imunisasi campak. Jika punya pertanyaan lain tentang imunisasi campak, kamu bisa tanyakan pada dokter di aplikasi Halodoc

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2020. Measles Vaccines.
WHO. Diakses pada 2020. Measles.
CDC. Diakses pada 2020. Measles Vaccines.
IDAI. Diakses pada 2020. Daftar Pertanyaan Seputar Imunisasi Campak.