Harus Tahu, HIV dan AIDS Itu Berbeda

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Harus Tahu, HIV dan AIDS Itu Berbeda

Halodoc, Jakarta – Meskipun nama kedua penyakit ini sering menjadi satu, HIV dan AIDS merupakan dua hal yang berbeda. HIV adalah virus, sedangkan AIDS merupakan penyakit yang ditimbulkan dari infeksi virus HIV.

HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang kekebalan tubuh seseorang dengan menghancurkan bagian sistem imun yang spesifik untuk melawan virus. Bagian sistem imun ini dikenal dengan sel CD4. Infeksi HIV membuat kondisi sel CD4 menurun drastis dan membuat tubuh kamu tidak dapat melawan infeksi.

Baca juga: Inilah 4 Cara untuk Cegah HIV/AIDS

Sementara AIDS atau Acquired Immunodeficiency Syndrome adalah dampak jangka panjang dari infeksi HIV. AIDS merupakan penyakit kronis yang disebabkan adanya infeksi HIV. Tidak semua pengidap infeksi HIV akan mengalami penyakit AIDS. Namun, seseorang yang terkena AIDS sudah pasti mengalami infeksi HIV.

Banyak pengidap infeksi HIV yang dapat hidup dalam waktu yang cukup lama karena pengidap belum terjangkit penyakit AIDS. Pengidap infeksi HIV bisa dikatakan sudah terkena AIDS apabila sel CD4 dalam tubuh turun hingga kurang dari 200 sel per 1 cc darah.

Faktanya, yang ditularkan dari HIV/AIDS adalah HIV yang merupakan virus sehingga dapat menular pada orang lain. Virus HIV ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh, misalnya melalui air mani, cairan pada Miss V, hubungan intim tanpa kondom, transfusi darah, dan proses pemberian ASI oleh ibu menyusui yang memiliki virus HIV.

Baca juga: Jarang Disadari Ini 6 Faktor Utama Penyebab HIV dan AIDS

HIV dan AIDS Memiliki Gejala yang Berbeda

HIV dan AIDS memiliki gejala yang berbeda. Kebanyakan pengidap infeksi virus HIV tidak menyadari bahwa sudah terinfeksi virus HIV. Hal ini bisa disebabkan gejala infeksi virus HIV yang mirip dengan gejala influenza seperti demam, rasa kelelahan yang terus menerus, muncul ruam pada permukaan kulit namun tidak gatal.

Selain itu, dapat terjadi pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri otot, sakit tenggorokan, berkeringat pada malam hari serta adanya luka atau sariawan di sekitar mulut.

Penyakit AIDS memiliki gejala yang lebih parah dibandingkan gejala pengidap virus HIV. Turunnya jumlah sel CD4 menyebabkan tubuh tidak dapat melawan bakteri yang masuk sehingga pengidap AIDS lebih mudah terserang penyakit, bahkan penyakit yang belum pernah dialami oleh pengidap AIDS. Ada beberapa gejala AIDS yang perlu diketahui, yaitu:

  1. Adanya lapisan putih yang cukup tebal pada lidah atau mulut akibat infeksi jamur.

  2. Sakit tenggorokan.

  3. Merasa lelah dan pusing.

  4. Berat badan yang menurun drastis tanpa penyebab yang jelas.

  5. Lebih mudah mengalami memar pada bagian tubuh.

  6. Sering mengalami penyakit diare, demam, dan keluar keringat berlebihan pada malam hari.

  7. Adanya pembengkakan kelenjar getah bening pada beberapa bagian tubuh seperti tenggorokan, ketiak dan juga selangkangan.

Cara Pencegahan HIV/AIDS

Meskipun berbeda, virus HIV dan penyakit AIDS sama-sama tidak dapat disembuhkan. Namun sama seperti penyakit lainnya, virus HIV dan penyakit AIDS bisa dicegah dengan melakukan beberapa hal seperti:

  1. Ketika ibu sudah terinfeksi virus HIV, sebaiknya disarankan untuk tidak memberikan ASI pada bayi yang baru dilahirkan. Kondisi ini bisa menyebabkan bayi tertular virus HIV.

  2. Menggunakan pengaman atau kondom ketika melakukan hubungan intim.

  3. Rutin melakukan tes HIV jika merasa berisiko tinggi tertular virus HIV.

Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter mengenai kondisi kesehatan kamu atau ingin bertanya lebih dalam tentang HIV dan AIDS. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: Hubungan Intim Sehat, Cari Tahu Gejala HIV/AIDS