07 May 2019

Harus Tahu, Inilah 4 Stadium Neuroblastoma

Harus Tahu, Inilah 4 Stadium Neuroblastoma

Halodoc, Jakarta - Saat anak mengalami keluhan sakit perut dan muncul pembengkakan pada bagian yang sakit, maka harus waspada. Hal ini bisa menjadi tanda bahwa anak mengidap neuroblastoma. Penyakit ini merupakan jenis kanker yang cukup langka dan berkembang dari neuroblast atau sel-sel saraf yang belum matang pada anak-anak. Akibat penyakit ini, neuroblast yang seharusnya tumbuh dan berfungsi sebagai sel saraf membentuk benjolan berupa tumor padat.

Penyakit ini lebih sering terjadi pada salah satu kelenjar adrenal di atas ginjal, atau pada jaringan saraf tulang belakang yang membentang dari leher, dada, perut, hingga panggul. Penyakit ini bisa menyebar dengan cepat ke organ lain, seperti sumsum tulang, kelenjar getah bening, tulang, hati, serta kulit. Terdapat beberapa stadium neuroblastoma yang wajib kamu tahu, antara lain:

  • Stadium 1, yakni saat kanker berada pada satu tempat, belum menyebar, dan dapat dihilangkan dengan cara operasi.
  • Stadium 2, yakni saat kanker belum menyebar dan masih berada di satu tempat, namun tidak mudah dihilangkan dengan operasi.
  • Stadium 3, yakni saat tumor tidak bisa dihilangkan melalui operasi karena ukurannya yang besar.
  • Stadium 4, yakni saat kanker sudah menyebar ke organ lain.

Baca Juga: Kenali 8 Jenis Kanker yang Sering Menyerang Anak dan Gejalanya

Apa yang Menyebabkan Kanker Jenis Ini?

Faktanya, sel dan serat saraf, serta sel kelenjar adrenal manusia berkembang dari neuroblast atau sel saraf yang belum matang. Perubahan ini bisa terjadi saat janin berkembang di dalam rahim. Setelah manusia lahir, maka tidak ada lagi neuroblast yang tersisa. Jika masih ada, maka dapat berangsur-angsur matang atau hilang dengan sendirinya. Pada kasus neuroblastoma, sisa neuroblast yang ada dapat terus berkembang dan membentuk tumor.

Para ahli belum menemukan faktor penyebab kondisi ini. Namun, diduga kerusakan pada gen neuroblast yang membuatnya membelah diri tanpa terkendali dan kelak menjadi tumor yang berbahaya.

Baca Juga: 10 Gejala Kanker Pada Anak, Jangan Abaikan

Jenis Pengobatan yang Bisa Atasi Neuroblastoma

Pengobatan akan disesuaikan dengan stadium neuroblastoma. Metode penanganan yang disarankan antara lain:

  • Operasi. Operasi bisa dilakukan saat stadium awal. Namun jika tumor tumbuh dekat organ vital, misalnya di sekitar saraf tulang belakang atau paru-paru, maka prosedur ini bisa berbahaya untuk dilakukan. Operasi bertujuan mengangkat tumor sebanyak mungkin, dan penanganan lanjutan berupa kemoterapi atau radioterapi akan dilakukan untuk menghilangkan sisa sel kanker.
  • Kemoterapi. Metode ini dilakukan jika operasi tidak bisa dilakukan. Misalnya karena ukurannya yang sudah besar atau telah menyebar. Prosedur yang menggunakan bahan kimia ini bertujuan untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker dan menyusutkannya. Setelah ukuran tumor mengecil, operasi bisa dilakukan untuk mengangkatnya.
  • Radioterapi. Tujuan metode pengobatan kanker ini sama dengan kemoterapi, yaitu untuk menghancurkan sel kanker. Namun perbedaannya adalah radioterapi menggunakan sinar berenergi tinggi. Pada stadium neuroblastoma yang sudah membahayakan, gabungan kemoterapi dan radioterapi biasanya akan dilakukan untuk membasmi sel kanker.

Baca Juga: Cerebral Palsy, Sakit yang Pengaruhi Motorik Anak

Jika kamu ingin tahu lebih lanjut mengenai penyakit ini, jangan ragu untuk segera mengkomunikasikannya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.