Hati-Hati, Kenali Gejala Demam Berdarah

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Hati-Hati, Kenali Gejala Demam Berdarah

Halodoc, Jakarta - Demam berdarah dengue (DBD) menjadi salah satu penyakit yang populer, terutama di wilayah tropis dan subtropis. DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti yang habitat umumnya ada di daerah panas dan lembap. DBD menjadi penyakit yang harus diwaspadai karena berisiko menyebabkan perdarahan hebat, penurunan tekanan darah, dan kematian secara tiba-tiba.

Baca Juga: Mitos dan Fakta Seputar DBD

Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang disebarkan melalui nyamuk yang tumbuh subur di lingkungan tempat tinggal yang terdapat banyak genangan air. Virus dengue ditularkan saat nyamuk menghisap darah manusia. Biar kamu lebih waspada, yuk kenali gejala demam berdarah berikut ini

Kenali Gejala DBD yang Harus Diwaspadai

Gejala demam berdarah biasanya muncul dalam 4–7 hari setelah gigitan nyamuk. Gejalanya dapat berupa:

  • Demam tinggi yang bisa mencapai 40 derajat Celcius

  • Sakit kepala

  • Nyeri pada otot, tulang, dan sendi

  • Mual

  • Muntah

  • Rasa sakit di belakang mata

  • Pembengkakan kelenjar getah bening

  • Serta, gejala khas yang berupa bintik-bintik merah pada kulit

Biasanya demam akan turun selama beberapa waktu yang sewaktu waktu bisa kambuh kembali. Kondisi inilah yang menyebabkan DBD terkadang sulit untuk terdeteksi. Kalau kamu mengalami sejumlah gejala di atas, sebaiknya segera buat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu melalui melalui aplikasi Halodoc, agar DBD cepat ditangani.  DBD yang tidak ditangani segera bisa sebabkan berbagai komplikasi yang berisiko mengancam jiwa. Makanya, yuk download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play!

Dalam beberapa kasus, gejala DBD bisa memburuk yang berisiko mengancam jiwa. Virus dengue ini menyebabkan turunnya jumlah trombosit di dalam tubuh secara drastis. Penurunan trombosit ini bisa menimbulkan gejala berupa

  • Nyeri perut parah

  • Muntah yang persisten, dalam beberapa kasus mengandung darah

  • Pendarahan pada gusi atau hidung

  • Urine dan feses mengandung darah

  • Perdarahan dibawah kulit dapat berupa bintik-bintik (ptikae) atau memar

  • Sesak napas

  • Kulit dingin atau basah

  • Kelemahan

  • Gelisah akibat ketidaknyamanan.

Baca Juga: 3 Fase Demam Berdarah yang Wajib Kamu Ketahui

Faktor Risiko Demam Berdarah Dengue

Selain mengenali gejalanya, kamu juga perlu mengetahui faktor risiko berikut sebagai bentuk tindakan preventif agar kamu bisa lebih waspada terhadap penyakit ini. Berikut faktor risiko yang memberikan peluang infeksi demam berdarah dengue:

  • Tinggal atau bepergian di daerah tropis dan subtropis, seperti Asia Tenggara, kepulauan Pasifik barat, Amerika Latin, dan Karibia. Wilayah ini dikenal sebagai habitat nyamuk aedes aegypti.

  • Pernah mengidap DBD juga bisa meningkatkan risiko terinfeksi DBD kembali.

Langkah Pencegahan Demam Berdarah Dengue

Salah satu langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan vaksin Dengvaxia. Vaksin demam berdarah ini direkomendasikan untuk individu berusia 9–45 tahun, terutama yang tinggal di wilayah tropis dan subtropis. Pemberian vaksin dilakukan dalam tiga dosis selama 12 bulan.

Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa vaksin bukan langkah pencegahan efektif DBD di wilayah tropis dan subtropis. Langkah pencegahan terbaik, yakni mengontrol populasi nyamuk di sekitar lingkungan tempat tinggal. Berikut langkah pencegahan untuk mengontrol populasi nyamuk dan menghindari gigitannya:

1. Menggunakan Pendingin Ruangan

Nyamuk DBD biasanya aktif beraktivitas mulai terbit sampai terbenamnya matahari. Oleh karena itu, menggunakan pendingin ruangan saat cuaca panas bisa mengurangi risiko penyebaran nyamuk karena serangga ini tidak menyukai udara dingin.

2. Kenakan Pakaian Tertutup

Langkah pencegahan selanjutnya adalah dengan mengenakan baju dan celana panjang, kaos kaki, dan sepatu. Ini penting dilakukan terutama untuk orang-orang yang tinggal di wilayah tropis dan sub tropis.

3. Pakai Obat Nyamuk

Saat ini sudah banyak jenis obat nyamuk yang tersedia. Mulai dari obat nyamuk semprot, bakar, bahkan dalam bentuk lotion. Semprotkan obat nyamuk atau oleskan lotion nyamuk sebelum tidur. Saat musim hujan tiba, kamu mungkin perlu mengaplikasikan lotion nyamuk lebih sering, karena saat musim hujan adalah waktu nyamuk berkembang biak.

Baca Juga: Malaria dan DBD, Lebih Berbahaya yang Mana?

4. Memberantas Habitat Nyamuk

Nyamuk biasanya berkembang biak di genangan air yang ada di lingkungan rumah, seperti got, pot tanaman, tempat penampungan air, dan kolam. Kuras kolam dan semua bentuk penampung air lainnya setidaknya seminggu sekali. Jangan lupa untuk membuang atau menjauhkan barang-barang bekas.