Haus Bikin Batal, Cegah dengan Cara Ini

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Haus Bikin Batal, Cegah dengan Cara Ini

Halodoc, Jakarta – Rasa haus seringkali datang mendadak saat puasa. Kamu bisa langsung minum pada hari biasa untuk melepas dahaga. Namun saat puasa, kamu perlu menunggu hingga waktu berbuka tiba. Itu mengapa kamu dianjurkan untuk tetap memenuhi kebutuhan cairan tubuh selama berpuasa. Aturan minumnya dikenal pola 2-4-2, yaitu dua gelas air putih saat berbuka, empat gelas air putih saat makan malam, dan dua gelas air putih saat sahur.

Baca Juga: Dehidrasi Saat Puasa, Berbahayakah?

Aturan ini menjadi aturan standar pemenuhan kebutuhan cairan tubuh selama berpuasa. Kamu bisa menyesuaikan dengan kebutuhan. Hal yang pasti adalah, konsumsi air putih dimaksudkan untuk mencegah dehidrasi yang ditandai dengan rasa haus berlebih, denyut nadi melemah, tubuh lemas, linglung, jantung berdebar, demam, dan pusing. Pada kasus yang parah, dehidrasi juga bisa menyebabkan kejang hingga hilangnya kesadaran.

Tips Cegah Dehidrasi Saat Puasa

Selain mengikuti pola minum 2-4-2, berikut hal yang bisa dilakukan untuk mencegah dehidrasi saat puasa:

  • Batasi konsumsi makanan asin saat sahur. Alasannya karena garam berpengaruh pada pengaturan cairan di tubuh. Terlalu banyak garam yang masuk ke dalam tubuh berpotensi mengacaukan pengaturan tersebut, sehingga membuat kamu lebih haus dan kekurangan cairan.

  • Perbanyak cairan pada malam hari menjelang sahur. Ini berarti kamu dianjurkan minum lebih banyak pada malam hari sebelum tidur. Jika mengikuti pola 2-4-2, kamu bisa minum empat gelas air putih sehari. Kamu bisa minum dua gelas saat makan malam, satu gelas menjelang tidur, satu gelas ketika terbangun menjelang sahur.

Baca Juga: Saat Puasa, Haruskah Minum 8 Gelas Air Putih?

  • Asupan cairan disesuaikan dengan konsumsi protein saat sahur. Sebuah studi dari Experimental Biology menyebutkan bahwa seseorang yang menerapkan diet tinggi protein dan menghindari karbohidrat berisiko lebih tinggi mengalami dehidrasi. Seimbangkan konsumsi makanan tinggi protein dengan asupan cairan yang cukup.

  • Konsumsi buah dan sayuran. Kedua jenis makanan ini mengandung banyak air, serat, vitamin, dan mineral. Kamu bisa konsumsi buah secara utuh atau diolah menjadi jus, sesuaikan saja dengan selera. Sayuran bisa kamu konsumsi dalam bentuk salad, sop, atau jus.

  • Perhatikan obat yang dikonsumsi. Pasalnya, beberapa jenis obat menimbulkan efek samping diuretik alias buang air kecil terus-menerus. Kondisi ini tak jarang menyebabkan rasa haus karena banyaknya cairan tubuh yang keluar. Jika kamu sedang konsumsi obat rutin, sebaiknya tanya dokter terkait efek samping obat yang mungkin berpengaruh pada aktivitas berpuasa.

  • Sebaiknya batasi konsumsi kafein (kopi dan teh) karena cenderung bersifat diuretik. Dianjurkan untuk perbanyak minum air putih selama berpuasa. Bagi pecinta kopi, kamu bisa meminumnya 1-2 jam setelah berbuka. Hindari minum kopi saat sahur karena bisa mempercepat rasa haus. Selain kafein, hindari juga konsumsi garam atau penyedap terlalu banyak.

Baca Juga: Terlalu Sering Haus Bisa Jadi Tanda Penyakit?

Itulah cara mencegah haus saat puasa. Kalau kamu sering haus selama puasa meski sudah banyak minum, jangan ragu berbicara dengan dokter Halodoc. Kamu hanya perlu membuka aplikasi Halodoc dan masuk ke fitur Talk to A Doctor untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!