Herpes Genital, Pengaruhi Kesuburan atau Tidak?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Herpes Genital, Pengaruhi Kesuburan atau Tidak?

Halodoc, Jakarta - Termasuk ke dalam kategori Penyakit Menular Seksual (PMS), herpes genital atau herpes simplex merupakan infeksi yang terjadi karena virus herpes simplex atau HSV. Infeksi virus ini menyebabkan timbulnya lepuhan dan benjolan berisi cairan pada organ intim yang terasa sangat menyakitkan.

Penyakit ini menular melalui hubungan seksual, baik secara vaginal, anal, atau oral dengan pasangan yang terinfeksi. Penularan secara oral bisa melalui air liur jika pasangan terinfeksi herpes oral, atau secara vaginal jika pasangan terinfeksi herpes vaginal. Bahkan, penularan tetap bisa terjadi pada pasangan yang tidak mengetahui bahwa dirinya telah terinfeksi.

Meski begitu, herpes genital tidak menular melalui kursi toilet, tempat tidur, kolam renang, atau dari benda-benda di sekitar seperti sabun atau handuk yang tersentuh oleh tangan. Kebanyakan pengidap PMS ini tidak memiliki gejala, atau muncul gejala tetapi sangat ringan. Beberapa gejala mungkin salah diagnosis, seperti misalnya jerawat atau rambut yang tumbuh ke dalam.

Luka herpes biasanya muncul sebagai lepuh pada bagian organ intim, dubur, atau mulut. Saat pecah, lepuh ini akan mengeluarkan cairan dan diikuti oleh rasa sakit yang luar biasa, dengan masa sembuh lebih dari satu minggu. Sebelum muncul lepuhan, pengidap biasanya terserang flu, demam, sakit kepala, atau pembengkakan pada kelenjar tubuh.

Baca juga: Cara Menghitung Masa Subur yang Perlu Diketahui

Herpes Genital, Benarkah Pengaruhi Kesuburan Seseorang?

Lalu, apakah herpes genital juga memberikan pengaruh terhadap kesuburan seseorang? Jawabannya adalah tidak. Penyakit Menular Seksual ini tidak akan menimbulkan komplikasi serius, termasuk pula kesuburan, apabila dilakukan pengobatan adekuat sebelum kondisi luka atau infeksi semakin parah.

Jadi, kapan pun kamu mengalami gejala yang mengindikasikan bahwa kamu mengalami gangguan kesehatan ini, jangan ragu untuk segera berobat ke dokter atau rumah sakit. Virus tidak akan menginfeksi area reproduksi lainnya, efeknya pun tidak terlalu signifikan pada produksi sperma pria, jika pun itu terjadi.

Namun, kamu perlu tahu bahwa infeksi herpes genital memiliki tingkat kekambuhan yang amat tinggi, juga menimbulkan adanya gejala lenting pada organ intim berulang kali meski telah diobati. Kondisi ini disebabkan karena virus herpes yang telah masuk ke dalam tubuh tidak akan bisa dibasmi, sehingga akan menjadi dorman.

Baca juga: Ketahui Masa Subur Sebagai Penentu Kehamilan

Herpes Genital dan Kehamilan

Herpes genital dan kehamilan memang memiliki keterkaitan yang cukup unik. Jadi, apabila kamu mengidap PMS ini dan sedang dalam kondisi hamil, segeralah periksakan kondisi kesehatan kamu dan juga janin ke dokter. Pasalnya, infeksi dari gangguan kesehatan ini bisa berdampak pada kehamilan, seperti kelahiran prematur atau bahkan keguguran.

Infeksi ini juga bisa ditularkan dari ibu ke janin, tetapi penularan lebih sering terjadi ketika persalinan. Akibatnya, terjadi infeksi lanjutan yang justru membahayakan kesehatan bayi, atau dikenal dengan sebutan herpes neonatal. Biasanya, untuk menghindari terjadinya penularan pada bayi baru lahir, dokter akan menyarankan untuk melahirkan secara caesar.

Baca juga: Hati-Hati Risiko Ibu Hamil Tularkan Herpes ke Janin

Kini, kamu tahu bahwa herpes genital tidak memengaruhi kesuburan seseorang. Hanya saja, kekambuhan tinggi dari PMS ini membuat kamu perlu melakukan tindakan penanganan yang tepat. Olahraga dan istirahat cukup sangat diperlukan, juga menghindari berhubungan intim dengan pasangan yang memang berisiko tinggi mengalami penularan. Kamu bisa bertanya lebih lanjut pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang!