Hindari Hal Ini saat Mengatasi Hipotermia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Hindari Hal Ini saat Mengatasi Hipotermia

Halodoc, Jakarta - Ketika tubuh mengalami penurunan suhu secara drastis, artinya terjadi kondisi yang disebut hipotermia. Penurunan suhu tubuh yang dikaitkan dengan hipotermia terjadi apabila suhu tubuh berada di bawah 35 derajat Celsius. Biasanya, ini terjadi karena cuaca yang begitu dingin, dan ini sangat berisiko terjadi di musim dingin serta ketika kamu berada di ketinggian, misalnya saat naik gunung. 

Selain itu, ada pula beberapa hal yang menyebabkan seseorang mengalami hipotermia. Ini termasuk berenang terlalu lama, tenggelam, berada di ruangan yang tidak memiliki sistem ventilasi udara yang baik, dan orang-orang yang tidak mampu bergerak banyak untuk menghasilkan panas tubuh, seperti bayi, lansia, dan orang dewasa yang sedang sakit. Kamu perlu pahami bahwa hipotermia ini termasuk kondisi yang membahayakan nyawa jika tidak segera ditangani. 

Baca juga: Jangan Disepelekan, Kenali Komplikasi Akibat Hipotermia

Hal yang Perlu Dihindari ketika Mengatasi Hipotermia

Kamu harus segera menghubungi petugas medis jika mendapati seseorang mengalami hipotermia. Namun, jika bantuan medis tidak segera datang, ada baiknya kamu melakukan pertolongan pertama. Meski begitu, ini tidak sembarangan, karena ada beberapa hal yang harus kamu hindari supaya hipotermia yang terjadi tidak semakin memburuk. Apa saja? 

  • Menghangatkan tubuh mulai dari kaki dan tangan, karena ini justru bisa menimbulkan syok.

  • Memijat kaki dan tangan.

  • Merendam tubuh seseorang yang mengalami hipotermia dalam air hangat, bahkan air panas.

  • Memberikan minuman yang mengandung kafein atau alkohol pada pengidap hipotermia.

  • Menghangatkan tubuh menggunakan lampu pemanas.

  • Memberikan minuman, bahkan makanan apabila pengidap hipotermia berada dalam kondisi tidak sadar.

  • Menempelkan koyo atau kompres panas pada area ketiak, dada, leher, dan pangkal paha. Ini bisa dilakukan ketika tidak ada sumber panas yang tersedia, tetapi bisa memicu terjadinya luka bakar.

Baca juga: Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Terserang Hipotermia

Kamu juga harus tahu bahwa menghangatkan kulit pengidap hipotermia menggunakan pijat, kompres atau air panas, bahkan lampu pemanas bisa mengakibatkan terbukanya pembuluh darah pada kaki dan lengan dengan sangat cepat. Kondisi ini menyebabkan terjadinya penurunan aliran darah yang menuju organ vital, seperti jantung, otak, ginjal, dan paru-paru yang bisa berujung pada serangan jantung, bahkan kematian. 

Lalu, Bagaimana Sebaiknya Memberikan Pertolongan Pertama?

Oleh karena hipotermia sangat berpotensi terjadi ketika kamu sedang berada di daerah atau lingkungan dengan suhu dingin yang ekstrem, kamu perlu tahu bagaimana cara tepat memberikan pertolongan pertama pada hipotermia. 

  • Apabila keadaannya memungkinkan, segera pindahkan pengidap ke ruangan yang lebih hangat dan kering. Pastikan perlahan dan hati-hati karena gerakan yang spontan dan keras bisa mengakibatkan terjadinya detak jantung yang tidak beraturan. 

  • Lepas semua pakaian yang basah dan keringkan tubuh pengidap. Hangatkan tubuh mulai dari bagian dada dan kepala, lalu berikan selimut dan pakaian kering sampai pertolongan medis datang. Jika tidak ada sumber panas, kamu bisa menggunakan panas tubuh kamu sendiri.

  • Jika pengidap bisa menelan seperti biasa, kamu bisa memberikan minuman hangat atau makanan dengan kandungan energi tinggi untuk menghangatkan tubuh. 

Baca juga: Ini 3 Fase Hipotermia yang Bisa Berakibat Fatal

Kalau kamu belum yakin, kamu bisa bertanya lebih dulu seputar pertolongan pertama pada hipotermia sebelum kamu berangkat mendaki atau berkunjung ke daerah yang memiliki cuaca dingin yang ekstrem. Coba kamu download aplikasi Halodoc, karena melalui aplikasi ini, kamu bisa bertanya langsung pada dokter ahli, di mana pun kamu berada dan kapan saja. Jadi, sehat tidak lagi sulit dengan Halodoc. 

Referensi: 

WebMD. Diakses pada 2019. Hypothermia Treatment.
NHS UK. Diakses pada 2019. Hypothermia.
Medical News Today. Diakses pada 2019. Everything You Need to Know About Hypothermia.