• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hubungan Empeng dan SIDS pada Bayi yang Perlu Diketahui

Hubungan Empeng dan SIDS pada Bayi yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Dapat sebabkan kematian mendadak pada bayi, SIDS atau Sudden Infant Death Syndrome kerap terjadi tanpa menimbulkan gejala terlebih dahulu. Sindrom ini biasanya terjadi ketika bayi tengah tertidur. Namun, apa hubungan antara empeng dan SIDS?

Ternyata, penggunaan empeng pada bayi saat tidur dapat mencegah terjadinya SIDS, lho. Hal ini dibuktikan dalam jurnal bertajuk Do Pacifiers Reduce the Risk of Sudden Infant Death Syndrome? A Meta-analysis, yang dipublikasikan dalam Official Journal of The American Academy of Pediatrics.

Baca juga: SIDS pada Bayi Bisa Terjadi Tanpa Penyakit

Dari hasil penelitian, para peneliti menemukan bahwa bayi yang terbiasa mengidap empeng saat tidur dapat memiliki kemungkinan lebih kecil untuk meninggal akibat SIDS, ketimbang bayi yang tidak menggunakan empeng. Baik tidur dengan posisi terlentang ataupun tengkurap.

Hal ini karena empeng dapat membuat jalur pernapasan bayi tetap terbuka saat tidur. Selain itu, pegangan pada empeng juga dapat mencegah bayi untuk tengkurap ketika tidur, sehingga hidung dan mulutnya tertutup oleh bagian dari tempat tidurnya.

Hal-Hal yang Dapat Sebabkan SIDS

Sebenarnya, penyebab pasti dari SIDS belumlah diketahui. Namun, ada beberapa hal yang diduga menjadi faktor dari kematian mendadak pada bayi akibat sindrom ini, yaitu:

  • Terjadinya mutasi atau kelainan gen.

  • Gangguan pada otak.

  • Berat badan lahir rendah.

  • Infeksi paru.

Baca juga: Anak Yulia Balstchun Meninggal karena SIDS, Ini 3 yang Diwaspadai Ibu

Selain beberapa faktor tersebut, risiko bayi mengalami SIDS juga dapat dipengaruhi oleh kondisi tidurnya, seperti:

  • Tidur menyamping atau telungkup. Posisi tidur seperti ini dapat membuat bayi sulit bernapas, terutama jika ditidurkan pada permukaan yang terlalu empuk.

  • Suhu ruangan yang terlalu panas saat bayi sedang tidur.

  • Berbagi tempat tidur, dengan orangtua, atau orang lain. Hal ini dapat membuat bayi berpotensi mengalami kejadian tidak disengaja yang dapat menyebabkan SIDS, seperti pernapasannya tertindih atau terhalang.

Tidak berhenti sampai di situ, risiko SIDS juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berasal dari ibu selama masa kehamilan, seperti:

  • Mengandung saat masih berusia di bawah 20 tahun.

  • Merokok selama kehamilan.

  • Mengonsumsi alkohol atau menyalahgunakan NAPZA.

  • Tidak melakukan kontrol rutin ke fasilitas kesehatan selama kehamilan.

Mengingat adanya peningkatan risiko SIDS yang disebabkan selama kehamilan, ibu hamil sebaiknya selalu melakukan kontrol rutin ke dokter kandungan, dan memberitahu dokter jika ada gejala sekecil apapun yang mungkin dirasakan. Agar lebih cepat, ibu hamil sebaiknya download aplikasi Halodoc di ponsel dan gunakan aplikasinya untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan lewat chat, kapan dan di mana pun. Praktis, bukan?

Baca juga: Benarkah Kematian Bayi Mendadak Tidak Bisa Dicegah?

Adakah Cara Mencegah SIDS?

Hingga saat ini, belum ada metode khusus yang secara pasti dapat mencegah SIDS. Namun, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan risikonya, yaitu:

  • Tidurkan bayi dalam posisi terlentang. Hindari menidurkan bayi pada posisi miring atau telungkup. Sebaiknya tidurkan bayi dengan posisi telentang, setidaknya pada tahun pertamanya. Hal ini karena posisi tidur miring atau telungkup dapat membuat bayi kesulitan beranpas.

  • Atur tempat tidur bayi dengan baik. Jangan menggunakan tempat tidur yang terlalu tebal dan empuk. Hindari juga meninggalkan bantal atau mainan yang empuk di boks bayi.

  • Gunakan pakaian hangat dan nyaman pada bayi. Sebelum tidur, pakaikan bayi baju yang mampu menjaga tubuh tetap hangat, tanpa dibedong atau dibalut lagi dengan kain atau selimut.

  • Berbagi ruangan dengan bayi. Tidurkan bayi di ruangan atau kamar yang sama dengan orangtua, tetapi bedakan tempat tidurnya. Hal ini bertujuan agar orangtua dapat mudah mengawasi sang bayi, sekaligus menghindari kejadian di luar kendali yang dapat memicu SIDS, seperti tertindih atau terhalang pernapasannya.

  • Berikan ASI, setidaknya untuk 6 bulan.

  • Imunisasi. Pastikan bayi mendapatkan rangkaian imunisasi lengkap yang dibutuhkannya.

Referensi:
Fern R. Hauck, Olanrewaju O. Omojokun and Mir S. Siadaty. Diakses pada 2019. Do Pacifiers Reduce the Risk of Sudden Infant Death Syndrome? A Meta-analysis - Official Journal of American Academy of Pediatrics.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).
WebMD. Diakses pada 2019. Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).