Ibu Hamil Harus Tahu Prosedur Penggunaan BPJS

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ibu Hamil Harus Tahu Prosedur Penggunaan BPJS

Halodoc, Jakarta – JKN - KIS tidak hanya berguna bagi orang sakit, tapi juga ibu hamil sejak masa kehamilan, masa nifas, dan pasca persalinan. Pemegang kartu ini bisa mendapatkan layanan keluarga berencana, konseling, pemberian obat, hingga pemasangan alat kontrasepsi. Jika kamu sedang merencanakan kehamilan, berikut informasi tentang prosedur klaim BPJS saat hamil yang perlu diketahui.

Baca Juga: Begini Cara Cek Kesehatan Pakai BPJS

Apa Saja Manfaat BPJS Bagi Ibu Hamil?

Semua pemeriksaan kehamilan (antenatal care/ANC dan postnatal care/PNC) dilakukan di faskes 1 terlebih dahulu. Total tanggungan BPJS pada layanan kehamilan dan persalinan adalah maksimal 4 kali. Jika ada indikasi medis yang tidak bisa ditangani, dokter memberikan rujukan ke faskes 2.

Namun, kamu bisa langsung ke dokter spesialis kandungan tanpa rujukan jika sedang dalam kondisi darurat, seperti perdarahan, kejang, ketuban pecah dini, gawat janin, serta kondisi lain yang mengancam nyawa ibu dan janin.

1. Layanan Pemeriksaan USG

USG adalah pemeriksaan rutin yang dilakukan selama kehamilan sehingga ditanggung oleh BPJS. Perlu diketahui bahwa hanya pelayanan USG atas dasar indikasi medis yang dijamin BPJS, sedangkan pelayanan USG atas permintaan sendiri tidak. Besarnya biaya USG yang tidak ditanggung BPJS mulai dari 250 ribu hingga 450 ribu, tergantung pada klinik atau rumah sakit yang dipilih.

2. Layanan Persalinan

BPJS tidak hanya menanggung persalinan normal, tapi juga persalinan caesar asal mendapatkan rujukan faskes 1. Pasalnya, operasi caesar dilakukan dalam keadaan darurat yang mengancam kesehatan dan keselamatan ibu hamil dan janin. Operasi caesar banyak dilakukan pada ibu hamil yang mengidap perdarahan, preeklampsia, plasenta previa, dan kondisi darurat lainnya.

3. Layanan Masa Nifas

Berupa pemeriksaan kesehatan setelah melahirkan. BPJS menanggung layanan ini sebanyak tiga kali, yaitu PNC 1 yang dilakukan pada tujuh hari pertama setelah melahirkan, PNC 2 yang dilakukan pada hari ke-8 hingga hari ke-28 setelah melahirkan, dan PNC 3 yang dilakukan pada hari ke-29 hingga hari ke-42 setelah melahirkan.

4. Layanan KB

Layanan KB mendapatkan jaminan dari BPJS. Layanan ini biasanya dilakukan untuk mengatur jarak kehamilan, sehingga kondisi ibu dan bayi optimal sebelum memutuskan punya anak lagi. Kamu bisa langsung datang ke faskes 1 untuk mendapatkan konseling seputar program KB dan pilih alat kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan.

Apakah Pelayanan Bayi Baru Lahir juga Ditanggung BPJS?

Pada persalinan normal, pelayanan perawatan bayi sudah termasuk dalam paket persalinan ibu sehingga tidak perlu dibuatkan Surat Eligibilitas Peserta (SEP) tersendiri. Sedangkan pada persalinan caesar, pelayanan perawatan bayi perlu dibuatkan SEP tersendiri.

Setelah persalinan, orangtua perlu segera melapor ke Kantor BPJS Kesehatan untuk mendaftarkan Si Kecil dengan membawa Surat Keterangan Lahir atau Surat Akte Kelahiran. Proses pendaftaran nantinya mengikuti prosedur penambahan anggota keluarga yang berlaku.

Jika setelah 3 bulan kartu BPJS bayi belum diurus, penjaminan untuk bayi akan dihentikan sementara waktu sampai dilakukan pengurusan kartu. Manfaat ini berlaku pada anak ke-1 hingga ke-3. Sedangkan pada anak ke-4, orangtua perlu mendaftarkan bayi sebagai peserta BPJS paling lambat 7 hari sejak kelahiran atau sebelum pulang dari rumah sakit. Apabila pengurusan kepesertaan dan penerbitan SEP dilakukan pada hari ke-8 dan seterusnya atau setelah pulang, biaya pelayanan kesehatan bayi tidak dijamin BPJS.

Baca Juga: Pakai BPJS, Ketahui 5 Hal Ini Lebih Dulu

Kalau sekarang kamu sedang sakit dan belum mau berobat ke faskes, bicara pada dokter Halodoc untuk mendapatkan saran penanganan yang tepat. Gunakan fitur Contact Doctor yang ada di Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!