03 July 2018

Ibu Hamil Kena Penyakit Kelamin, Ini Dampak untuk Janin

dampak penyakit kelamin pada janin, ibu hamil kena penyakit kelamin, bahaya penyakit kelamin pada ibu hamil, tanda-tanda penyakit kelamin, bahaya penyakit kelamin, risiko kehamilan

Halodoc, Jakarta – Penyakit kelamin atau pun infeksi menular seksual sejatinya tidak hanya berbahaya bagi pasangan saja, tetapi kalau seorang wanita sedang dalam kondisi hamil, kemungkinan akan memberikan dampak kepada janin dalam kandungan. Seberapa berbahaya dampaknyanya tergantung kepada jenis penyakit kelamin atau pun infeksi menular seks yang diidap oleh ibu hamil.

HIV/AIDS

Untuk penyakit HIV/AIDS, bila penangangan cepat dan cermat, penularannya ke janin bisa dicegah. Biasanya, dengan konsumsi obat dari dokter yang rutin serta penanganan yang signifikan lainnya, seperti menjaga imunitas selama masa kehamilan, pola makan, jangan sampai terluka, dan lain-lainnya.

Namun ada kalanya, ketika pengobatan medis tidak mampu menangani, kemungkinan besar janin dalam kandungan bisa terinfeksi juga. Ibu hamil dengan HIV/AIDS biasanya diberi terapi antiretroviral (ARV), untuk menekan perkembangan HIV dalam tubuh. Sehingga, mengurangi paparan HIV dari tubuh ibu ke janin. Terapi ARV ini tidak bisa dilakukan saat trimester pertama, karena dapat memberikan risiko, mulai dari mual dan muntah pada ibu sampa kelahiran cacat pada bayi.

Bahkan sampai kepada saat melahirkan, risiko juga tetap ada. Karenanya, perlu penanganan cepat dari tim medis saat mengeluarkan bayi. Ibu hamil dengan HIV/AIDS juga tidak bisa menyusui bayi dengan ASI karena bisa menularkan penyakit tersebut ke anak. Makanya, disarankan bayi dengan ibu HIV/AIDS untuk mengonsumsi susu formula. 

 

Herpes

Walaupun herpes juga berbahaya, tapi setidaknya risiko untuk janin tertular penyakit kelamin ini cukup kecil. Sehingga, biasanya operasi caesar adalah jalan yang dipilih sebagai proses melahirkan. Namun, semua tergantung tingkatan herpes yang diidap oleh ibu. Kalau sudah sampai ke tahap yang berbahaya, risiko bisa terjadi saat janin masih berada dalam kandungan, ini bila virus masuk ke plasenta bahkan sampai menjangkiti air ketuban. Risiko pada janin bisa dari mengidap penyakit yang sama, kerusakan saraf mata, rada otak, penurunan volume air ketuban, kelahiran cacat, sampai kepada keguguran. Baca juga: Tips Berolahraga Bagi Ibu yang Sedang Hamil Muda

 

Gonore

Gonore adalah penyakit menular seksual dengan ciri-ciri umum kencing bernanah. Risiko yang bisa berdampak kepada bayi adalah keguguran, kelahiran cacat ataupun lahir prematur. Bahkan, kalau pun bayi dalam keadaan sehat, terkena cairan kelamin ibu saja bisa memberikan risiko pada perkembangan bayi. Penanganan yang cepat dan pemberian antibiotik yang tepat dapat meminimalisir dampak-dampak buruk pada janin.

 

HPV (Genital Warts)

Penyakit kulit kelamin juga bisa sangat berbahaya bagi perkembangan janin dalam kandungan. Pasalnya, hormon semasa kehamilan dapat membuat perkembangan kutil kelamin lebih besar, bahkan sampai bisa memblokir jalan lahir. Hal ini bisa membuat bayi harus dilahirkan dengan cara Caesar. Bahkan, perdarahan yang disebabkan oleh kutil kelamin dapat mengakibatkan kelahiran prematur. Risiko lain yang menjadi dampak buruk bagi janin adalah bayi terlahir dengan timbulnya kutil pada saluran pernapasan. Baca juga: 3 Cara Mengatasi Gatal-gatal Saat Hamil

 

Trikomaniasis

Infeksi yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis ini dapat ditularkan pada bayi. Bahkan, yang paling parah adalah bayi yang dilahirkan bisa mengalami keputihan selain kelahiran prematur.

Selain menjaga hubungan intim eksklusif, kebersihan organ intim dan tangan adalah salah satu upaya pencegahan penyakit kelamin. Terutama bila pada masa kehamilan yang paling baik adalah menghindari makanan dan minuman yang diolah setengah matang. Hindari juga kontak dengan hewan peliharaan yang memungkinkan penularan virus dan bakteri.

Ingin tahu lebih banyak mengenai dampak penyakit kelamin ibu hamil bagi janin, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor ibu hamil bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.