13 December 2017

Ibu, Hindari Meninggalkan Bayi yang Menangis di Malam Hari

Ibu, Hindari Meninggalkan Bayi yang Menangis di Malam Hari

Halodoc, Jakarta - Terkadang orangtua salah mengartikan tangisan Si Kecil di malam hari, termasuk saat mendekati tengah malam. Banyak orangtua yang menganggap bahwa tangisan tersebut adalah cara bayi mengatakan bahwa ia mengantuk dan butuh segera tidur.

Akhirnya, ibu yang juga sudah terlalu lelah dengan aktivitas selama satu hari memilih untuk membiarkan Si Kecil menangis hingga berlarut-larut dan menganggap ia akan lelah dengan sendirinya dan tertidur. Namun hati-hati, ternyata kebiasaan seperti itu bisa membawa dampak negatif, lho.

Nyatanya tangisan bayi di malam hari tidak melulu berarti bahwa ia mengantuk. Lewat tangisannya, Si Kecil memiliki banyak hal yang ingin disampaikan seperti rasa lapar, lelah, gatal bahkan mungkin sakit. Jika anak menangis karena merasa sakit, maka membiarkan tangisannya berlarut bisa berakibat fatal.

Sejumlah ahli mengatakan bahwa anak yang terlalu lama menangis bisa mengalami kejang dan kesulitan bernapas. Selain itu, mengabaikan tangisan bayi mungkin akan menghilangkan kesempatan untuk memberikannya pertolongan segera sakit ia sakit. Selain itu, terbiasa membiarkan bayi menangis seorang diri juga bisa berdampak pada perkembangannya.

Menurut profesor dari Universitas Minnesota, Darcia Narvaez, sering membiarkan anak menangis hingga berlarut-larut akan membuat kemampuan bersosialisasi anak terganggu. Kelak, anak yang biasa dibiarkan menangis akan mengalami gangguan kemampuan berinteraksi dengan orang lain. Sementara jika ibu merespon tangisan anak, Si Kecil akan merasa lebih aman dan lebih mudah untuk terlelap.

Hindari Kebiasaan Anak Menangis

Meski tidak boleh diabaikan dan dibiarkan berlarut, namun orang tua juga sebaiknya tidak membiarkan menangis di malam hari menjadi kebiasaan anak. Meskipun wajar jika bayi menangis, namun waspadalah jika tangisan anak terus terjadi bahkan setelah lebih dari 10 menit. Bisa jadi memang ada yang salah dengan anak.

Selain itu, hal lain yang lebih mengerikan mungkin juga akan terjadi. Yaitu anak mungkin telah terbiasan dan merasa bahwa menangis adalah hal yang menyenangkan untuk dilakukan. Dia juga akan terbiasa menggunakan tangisan sebagai “senjata” yang pada waktunya, akan sangat mengganggu ibu.

Untuk menghindarinya, biasakanlah untuk memenuhi segala kebutuhan pokok anak. Seperti ruangan kamar yang sesuai, tempat tidur yang nyaman, baju yang tidak terlalu ketat, tebal atau terlalu tipis. Pastikan juga popok bayi cukup bersih dan perutnya telah terisi sebelum tidur. sehingga tak ada lagi hal yang perlu ‘ditangisi’ anak. Karena segala hal telah terasa aman dan nyaman untuk dirinya.

Selain itu, ibu juga bisa mencoba menerapkan sebuah metode untuk menghindarkan anak dari sifat mudah menangis alias cengeng. Metode yang dapat dilakukan ibu untuk mengatasi masalah tidur bayi adalah dengan meletakkan anak sendiri di dalam kamar dan meninggalkannya. Namun jangan terlalu jauh, ibu harus tetap berada di sekitar kamar bayi.

Kemudian tunggulah hingga beberapa mebit, dan lihat apakah dia menangis atau tidak. Jika ternyata anak menangis, segera kembali masuk ke dalam kamar dan tenangkan anak dengan mengusap punggungnya.

Lakukan hingga anak tenang dan cobalah untuk kembali keluar. Perhatikan, apakah anak kembali menangis atau tidak. Jika anak kembali menangis ibu bisa kembali ke kamar setelah anak menangis sekitar 5 menit. Tapi, tak perlu mengangkat bayi dari tempat tidurnya, cukup tenangkan anak dan membuatnya benar-benar merasa nyaman untuk tidur. Cara ini bisa membuat si kecil lebih “akrab” dengan kesendirian dan menjadi lebih mandiri.

Namun tetap waspada ya. Karena bayi belum bisa menyampaikan maksudnya dengan benar, ibu perlu dengan sigap mengenali sinyal dari anak. Jika ternyata si kecil menangis karena sakit, jangan panik. Ibu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapanpun dan di manapun. Lewat Halodoc, ibu bisa dengan mudah membeli produk kesehatan dan pesanan akan diantar ke rumah. Segera download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play.