• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu Wajib Lakukan Ini Kalau Anak Tiba-Tiba Mual dan Muntah

Ibu Wajib Lakukan Ini Kalau Anak Tiba-Tiba Mual dan Muntah

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ibu Wajib Lakukan Ini Kalau Anak Tiba-Tiba Mual dan Muntah

Halodoc, Jakarta - Ketika anak tiba tiba mual dan muntah, wajar jika ibu khawatir. Namun, muntah biasanya hanyalah gejala dari suatu penyakit, dan paling sering disebabkan oleh infeksi virus atau keracunan makanan. Gejala muntah-muntah yang anak alami biasanya hanya berlangsung satu atau dua hari.

Kekhawatiran terbesar saat anak muntah adalah dehidrasi, pasalnya cairan tubuh bisa terus terkuras akibat muntah terus menerus dan ia anak juga enggan untuk minum atau makan. Berikut adalah beberapa hal yang perlu ibu lakukan saat anak-anak mual dan muntah. 

Baca Juga: Ini Alasan Kenapa Telat Makan Bikin Mual

Cara Mengobati Muntah di Rumah

Ada beberapa hal yan perlu ibu lakuka ketika anak tiba tiba mual dan muntah, antara lain:

Istirahatkan Perut

Jauhkan anak dahulu dari makan atau minum selama 30 sampai 60 menit setelah muntah. Ini akan memberi kesempatan pada perut anak untuk bisa pulih.

Ganti Cairan

Dehidrasi bisa menjadi masalah saat anak muntah. Mulailah mengganti cairan setelah anak tidak muntah selama 30 hingga 60 menit. Ada beberapa cara saat memberikan asupan air kepada anak yang baru saja muntah, yaitu: 

  • Tunggu sampai anak merasa cukup mampu untuk minum. Jangan memaksa anak untuk minum jika dia masih merasa mual dan tidak enak badan. Jangan juga membangunkan anak untuk minum jika dia sedang tidur.
  • Mulailah dengan memberi anak sedikit cairan setiap 5 sampai 10 menit. Gunakan satu sendok teh sebagai pengganti gelas untuk memberikan anak air.
  • Gunakan air atau cairan bening tidak berkarbonasi lainnya. ASI juga dapat diberikan jika anak masih menyusui.
  • Jika anak memuntahkan cairan tersebut, tunggu setidaknya 30 menit lagi. Kemudian mulai lagi dengan jumlah cairan yang sangat sedikit setiap 5 sampai 10 menit.
  • Jika anak kesulitan menelan cairan, tawarkan minuman yang padat, seperti es loli tanpa potongan buah. 
  • Larutan rehidrasi oral dapat digunakan jika anak mengalami dehidrasi akibat muntah berulang. Ibu dapat membeli larutan rehidrasi di swalayan atau apotek terdekat. Jauhi minuman olahraga karena minuman ini terlalu banyak gula.

Baca Juga: Pernah Merasa Gugup Hingga Mual? Ketahui Penyebabnya

Beri Makanan Padat

Jika anak lapar dan meminta makanan, coba berikan sedikit makanan yang rasanya hambar. Ini termasuk biskuit, sereal kering, nasi, atau mie. Hindari memberi anak makanan berminyak, berlemak, atau pedas selama beberapa hari saat anak mulai pulih.

Beri Obat

Jika anak demam, tanyakan kepada dokter di Halodoc misalnya mengenai resep obat demam yang baik untuknya. Obat-obatan ini mungkin juga tersedia dalam bentuk supositoria jika anak masih muntah. Ingat, jangan berikan anak aspirin untuk meredakan demam. Menggunakan aspirin untuk mengobati demam pada anak-anak dapat menyebabkan kondisi serius yang disebut sindrom Reye. Selain itu, ibuprofen juga tidak disetujui untuk bayi di bawah usia 6 bulan.

Baca juga: Waspada Sindrom Reye yang Menyerang Otak Anak 

Waktu Tepat ke Dokter saat Anak Muntah 

Segera hubungi dokter segera ketika anak tiba tiba mual dan muntah dan mengalami beberapa gejala lain seperti berikut ini:

  • Demam.
  • Muntah beberapa kali dalam satu jam selama beberapa jam.
  • Muntahan berdarah.
  • Muntahan kehijauan (mengandung empedu).
  • Sakit perut.
  • Muntah yang tidak terkontrol (tanpa menghasilkan muntah).
  • Muntah setelah minum obat resep.
  • Muntah yang sangat kuat (muntah proyektil).
  • Diare berdarah.
  • Perilaku lesu atau lesu.
  • Tidak ada urine selama 6 hingga 8 jam atau urine sangat gelap.
  • Anak menolak cairan selama 6 sampai 8 jam.
  • Mulut kering atau mata cekung.


Referensi:
Fair View. Diakses pada 2021. What to Do When Your Child Is Vomiting.
Kids Health. Diakses pada 2021. Vomiting.