• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Idap Penyakit Asam Lambung, Masih Bolehkah Puasa?

Idap Penyakit Asam Lambung, Masih Bolehkah Puasa?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Idap Penyakit Asam Lambung, Masih Bolehkah Puasa?

Halodoc, Jakarta - Puasa adalah ibadah yang wajib dilakukan seluruh umat Muslim di bulan Ramadan. Selama puasa, seseorang harus menahan haus dan lapar dari subuh sampai berkumandangnya adzan Maghrib. Hal tersebut kadang membuat khawatir para pengidap asam lambung. Pasalnya, puasa dianggap dapat membuat gejala asam lambung kambuh atau memperburuknya.

Lantas, apakah pengidap asam lambung masih bisa berpuasa? Adakah cara tertentu untuk mencegah kambuhnya asam lambung selama menjalankan puasa? Berikut ini ulasan selengkapnya. 

Baca juga: Takut Kambuh, Amankah Pengidap GERD Puasa?

Bolehkah Pengidap Asam Lambung Berpuasa?

Menurut penelitian yang dilakukan, puasa memberikan manfaat untuk pengidap penyakit asam lambung. Penelitian dilakukan kepada 130 orang yang telah didiagnosis mengidap GERD, 66 orang di antaranya menjalankan puasa Ramadan, sedangkan 64 orang lainnya tidak berpuasa. 

Hasilnya, pengidap yang menjalani puasa mengaku merasakan keluhan GERD yang lebih ringan dibanding pengidap lain yang tidak menjalankan puasa. Penyebabnya adalah selama puasa, kamu mengalami perubahan pola makan dan gaya hidup. Ketika berpuasa, kamu dituntut untuk tidak mengonsumsi makanan yang tidak sehat setiap waktu, seperti gorengan, kopi, dan makanan yang berlemak tinggi. 

Gorengan dan makan makanan berlemak tinggi adalah pemicu utama penyakit asam lambung. Saat berpuasa, kebiasaan merokok dan minum alkohol juga pasti berkurang. Pembatasan asupan makanan dari tiga kali menjadi dua kali juga ikut mengurangi jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Puasa Bisa Mengeluarkan Racun dari Tubuh?

Tips Nyaman Berpuasa Bagi Pengidap Penyakit Asam Lambung

Nah, kalau tidak ingin ibadah puasamu terganggu, berikut ini tips nyaman berpuasa untuk pengidap asam lambung:

1. Jangan Lewatkan Sahur

Makan sahur bertujuan agar tubuh mendapat energi sebelum dibiarkan kosong selama hampir 14 jam. Hal ini mencegah kenaikan asam lambung berlebih yang memicu kambuhnya penyakit asam lambung. Jadi, pastikan agar kamu tidak melewatkan sahur untuk mencegah naiknya asam lambung.

2. Segerakan Berbuka

Sama halnya dengan sahur, pengidap penyakit asam lambung tidak disarankan untuk menunda saat berbuka tiba. Coba mulai berbuka dengan camilan sehat yang manis, seperti kurma tiga buah, setelah 15-30 menit kemudian kamu baru bisa melanjutkannya dengan makanan berat. 

3. Perhatikan Asupan Makanan

Kamu juga perlu batasi atau hindari konsumsi makanan yang memicu naiknya asam lambung, seperti makanan berlemak tinggi (seperti gorengan), makanan asam, makanan pedas, minuman bersoda, tomat, bawang, dan kafein. Alangkah lebih baik, pilihlah makanan yang dikukus, direbus, atau dipanggang. 

4. Minum Obat yang Dianjurkan Dokter

Kalau kamu sedang menjalani pengobatan dan diberikan obat oleh dokter, jangan lupa dikonsumsi sesuai waktu yang dianjurkan. Tidak meminum obat justru bisa membuat asam lambung kamu naik saat menjalankan puasa. 

Baca juga: Mitos atau Fakta, Siwak Bisa Mengurangi Bau Mulut saat Puasa

Jadi, asam lambung tidak akan menghambat kamu berpuasa kok, asalkan kamu tetap menjalani pola makan dan gaya hidup yang sehat. Jika kamu memerlukan vitamin atau suplemen untuk menunjang ibadah puasa yang dilakukan, segera dapatkan di aplikasi Halodoc dengan fitur “beli obat” di dalamnya, ya.


Referensi :
Acta Medica Indonesiana. Diakses pada 2020. The Effects of Ramadan Fasting on Clinical Symptoms in Patients with Gastroesophageal Reflux Disease.
Everyday Health. Diakses pada 2020. 10 Ways to Prevent GERD.
WebMD. Diakses pada 2020. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).