• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Imunisasi HPV untuk Anak, Ketahui 6 Hal Ini

Imunisasi HPV untuk Anak, Ketahui 6 Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Imunisasi HPV (Human Papilloma Virus) merupakan salah satu cara yang cukup efektif untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus ini, seperti kanker serviks. Pemberian imunisasi ini tidak hanya disarankan untuk usia dewasa saja, lho. Sejak usia anak-anak atau sedini mungkin, imunisasi HPV sudah bisa diberikan, agar kekebalan tubuh terhadap infeksi HPV terbentuk sempurna.

Nah, bagi kamu yang masih ragu apakah imunisasi HPV benar-benar perlu diberikan pada anak, dan hal-hal penting lainnya seputar vaksin ini, berikut beberapa yang perlu diketahui seputar imunisasi HPV untuk anak:

1. Telah Terbukti Keamanannya

Vaksin HPV yang digunakan dalam kegiatan imunisasi untuk anak-anak telah terbukti keamanannya. Sebab, vaksin ini telah melewati berbagai uji klinis yang tak singkat, sebelum akhirnya bisa diberikan ke masyarakat. Hal ini berdasarkan data yang dikumpulkan CDC (Centers for Disease Control), otoritas kesehatan di Amerika Serikat yang banyak dijadikan rujukan berbagai negara. 

Sejak pertama kali diluncurkan, uji klinis yang dilakukan terhadap vaksin HPV yang dilakukan secara hati-hati menunjukkan bahwa vaksin ini aman dan efektif. Selain itu, setiap vaksin juga terus diuji, dikembangkan, dan dipantau secara ketat, meski telah didistribusikan ke masyarakat. Jadi, tak perlu khawatir dan termakan berbagai isu tentang imunisasi, yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya.

Baca juga: Benarkah HPV Lebih Berbahaya Ketimbang HIV?

2. Disarankan untuk Diberikan sejak Usia 9 Tahun

Seperti telah disebutkan di awal, bahwa imunisasi HPV untuk anak sebaiknya dilakukan sejak dini. Namun, kapan tepatnya? Sejak usia 9 tahun. Di usia ini, respons kekebalan tubuh anak sedang ada di tahap terbaik, sehingga sistem antibodi terhadap virus HPV dapat dikembangkan dengan sempurna dalam jangka panjang. Adapun jumlah pemberian vaksin yang perlu diberikan adalah 2 kali. Dosis pertama sebaiknya diberikan pada usia 9-14 tahun, lalu dosis kedua diberikan 6 bulan atau 1 tahun setelah dosis pertama.

3. Tidak Hanya Mencegah Kanker Serviks

Imunisasi HPV tidak hanya disarankan untuk diberikan pada anak perempuan saja, tetapi juga untuk anak laki-laki. Sebab, vaksin ini bukan hanya bermanfaat untuk mencegah kanker serviks, tetapi juga untuk mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus HPV, seperti pre-kanker anus, pre-kanker vulva, hingga kutil kelamin. 

Pemberian vaksin HPV untuk anak laki-laki juga bermanfaat untuk menurunkan risiko penularan virus ini pada pasangan seksualnya di kemudian hari. Jadi, segera bawa anak ke pusat layanan kesehatan, untuk mendapatkan imunisasi HPV sedini mungkin. Agar lebih mudah, download aplikasi Halodoc saja, untuk membuat janji dengan dokter di rumah sakit andalanmu.

Baca juga: Tak Hanya Wanita, Pria Juga Bisa Terserang HPV

4. Lebih Baik Diberikan sebelum Aktif Secara Seksual

Jika seseorang sudah aktif secara seksual, vaksin HPV baru bisa diberikan setelah melakukan pemeriksaan pap smear terlebih dahulu. Itulah sebabnya memberikan vaksin ini sejak usia anak-anak sangat penting, karena umumnya anak-anak belum aktif secara seksual, dan risiko telah terinfeksi HPV relatif kecil. Mengingat virus ini dapat menular melalui kontak seksual.

Jadi, anggapan bahwa imunisasi HPV tidak perlu diberikan pada anak-anak karena mereka belum aktif secara seksual itu keliru. Justru karena mereka belum aktif secara seksual, pemberian vaksin perlu segera diberikan, agar kekebalan tubuh terhadap virus HPV dapat terbentuk, dan ketika mereka telah aktif secara seksual nanti, mereka akan terhindar dari risiko kanker serviks dan penyakit berbahaya lain.

5. Tidak Menimbulkan Efek Samping yang Berarti

Imunisasi biasanya menimbulkan efek samping, tak terkecuali pada imunisasi HPV. Namun, efek samping yang terjadi biasanya bersifat ringan, seperti gejala nyeri dan kemerahan pada area bekas suntikan, demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, sakit perut, hingga syncope atau pingsan sesaat yang umumnya tidak berbahaya. Lagipula, syncope juga dapat dicegah dengan tetap duduk selama minimal 15 menit setelah pemberian vaksin.

Baca juga: Cegah Penyebaran HPV dengan 3 Cara Ini

6. Tidak Akan Mengganggu Kesuburan Anak Kelak

Mitos lain yang juga kerap beredar adalah imunisasi HPV pada anak dapat mengganggu kesuburan. Namun, hal ini tentunya sangat keliru. Imunisasi HPV tidak terbukti menyebabkan masalah pada kesuburan anak di kemudian hari, kok. Vaksin ini hanya bekerja untuk mencegah infeksi virus HPV, yang dapat menyebabkan kanker serviks.

Kesuburan seorang wanita justru dapat terganggu ketika terserang kanker serviks sebelum memiliki anak. Hal ini disebabkan oleh efek pengobatan kanker serviks seperti pengangkatan leher rahim dan rahim, terapi radiasi, atau kemoterapi. Nah, dengan mendapatkan imunisasi HPV sejak dini, risiko terjangkit kanker serviks akan berkurang dan kesuburan tidak akan terganggu.

Referensi:
CDC. Diakses pada 2020. HPV Vaccines Are Safe for Your Child.
WebMD. Diakses pada 2020. Should Your Child Get the HPV Vaccine?