• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Infeksi Tenggorokan Bisa Sebabkan Adenoiditis
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Infeksi Tenggorokan Bisa Sebabkan Adenoiditis

Infeksi Tenggorokan Bisa Sebabkan Adenoiditis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 01 Agustus 2021
Infeksi Tenggorokan Bisa Sebabkan Adenoiditis

"Adenoiditis paling sering terjadi akibat infeksi bakteri, terutama bakteri jenis Streptococcus. Awalnya seseorang akan alami radang tenggorokan, tapi lama kelamaan infeksi menyebar ke jaringan limfatik di belakang hidung. Kondisi ini paling sering dialami anak-anak dan untungnya ada banyak cara untuk mengobatinya."


Halodoc, Jakarta - Adenoiditis adalah kondisi peradangan dan infeksi yang terjadi pada adenoid, yakni kumpulan jaringan limfatik yang terletak di tenggorokan, tepatnya di belakang hidung. Bersama dengan amandel atau tonsil, adenoid ini memiliki fungsi sebagai filter yang melindungi tubuh dari serangan bakteri dan virus yang masuk lewat hidung dan mulut. 

Adenoiditis, terutama yang akut, umumnya terjadi setelah seseorang mengalami infeksi tenggorokan atau saluran pernapasan atas. Infeksi tersebut biasanya disebabkan oleh virus dan bakteri yang berkembang biak yang kemudian menginfeksi adenoid serta jaringan di sekitarnya.

Baca juga: Kenali 7 Gejala dari Adenoiditis pada Orang Dewasa

Penyebab dan Faktor Risiko Adenoiditis

Secara umum, adenoiditis terjadi akibat infeksi bakteri dan paling sering disebabkan oleh jenis Streptococcus. Meski demikian, adenoiditis juga bisa disebabkan oleh beberapa jenis virus, seperti Epstein Barr, Adenovirus, dan Rhinovirus. Namun, pada beberapa kasus adenoiditis juga bisa disebabkan oleh iritasi akibat kenaikan asam lambung.

Selain itu, ada juga beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko adenoiditis pada seseorang, yaitu:

Usia

Peradangan adenoid lebih sering ditemukan pada anak-anak dibanding dengan orang dewasa. Anak-anak sangat mudah terserang penyakit ini, karena adenoid mengalami perubahan ukuran secara aktif selama masa anak-anak.

Mengalami Infeksi atau Radang Tenggorokan, Leher, atau Kepala Kronis

Jika kamu pernah mengidap infeksi atau radang tenggorokan, amandel, leher, atau kepala yang sering terjadi dalam jangka waktu cukup lama (kronis), risiko untuk mengalami adenoiditis pun lebih tinggi.

Mengidap GERD

Jika kamu mengidap penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), kemungkinan untuk terserang adenoid pun meningkat.

Baca juga: Awas, Ini 5 Komplikasi dari Adenoiditis

Berbagai Gejala Adenoiditis

Karena letaknya yang berada di belakang tenggorokan, infeksi pada adenoid hanya bisa dideteksi dengan alat tertentu. Adenoiditis umumnya diawali dengan pembengkakan atau pembesaran pada adenoid. Pembengkakan ini juga bisa menghalangi saluran pernapasan. Itulah sebabnya gejala umum yang dirasakan pengidap adenoiditis adalah kesulitan bernapas. 

Tak hanya itu, ada beberapa gejala adenoiditis lain yang bisa menyertainya, antara lain: 

  • Sakit tenggorokan.
  • Tenggorokan terasa kering dan nyeri.
  • Hidung berair dan mengeluarkan lendir kehijauan.
  • Suara sengau saat berbicara.
  • Kesulitan bernapas yang membuat kecenderungan untuk bernapas melalui mulut, karena terasa lebih mudah dibanding melalui hidung.
  • Kesulitan bernapas, terutama saat tidur.

Perlu diketahui bahwa gejala yang mungkin terjadi pada setiap pengidap adenoiditis bisa bervariasi. Oleh karena itu, untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan, sebaiknya periksakan diri ke dokter jika mengalami berbagai gejala tersebut. Kamu bisa tanyakan langsung pada dokter di Halodoc mengenai gejala yang kamu alami. Dokter di Halodoc akan selalu siaga 24 jam untuk memberikan solusi mengenai kondisi kesehatan yang kamu alami. 

Baca juga: Cara Membedakan Amandel dan Radang Tenggorokan

Cara Mengobati Adenoiditis

Karena umumnya dikategorikan sebagai bagian dari rhinosinusitis atau radang tenggorokan, dokter biasanya akan memberi pengobatan yang juga dilakukan untuk menangani kedua penyakit tersebut. Beberapa pengobatan yang dapat dilakukan adalah:

Pemberian Antibiotik

Antibiotik biasanya diberikan jika gejala-gejala seperti demam dan flu tidak kunjung reda setelah 5-7 hari. Jenis antibiotik yang umum diberikan adalah amoxicillin, cefinis, atau cefuroxime.

Pengobatan Alergi

Jika adenoiditis diyakini merupakan reaksi dari alergi, pengidap akan diberikan semprotan nasal steroid, obat steroid oral, antihistamin, atau kombinasi dari obat-obat tersebut.

Pengobatan GERD

Jika adenoiditis terkait dengan penyakit asam lambung atau GERD, dokter biasanya akan menyarankan perubahan pola makan dan gaya hidup, yang kadang disertai dengan resep obat H2 blocker atau proton-pump inhibitor.

Operasi

Jika pengobatan biasa tidak bisa mengatasi adenoiditis, atau jika pengidap mengalami masalah pernapasan yang serius, dokter akan merekomendasikan prosedur operasi pengangkatan adenoid atau adenoidektomi.

Selain berbagai metode pengobatan tersebut, dokter juga biasanya menyarankan untuk menerapkan gaya hidup dan pengobatan rumahan berikut:

  • Makan makanan sehat.
  • Minum banyak cairan.
  • Tidur yang cukup.
  • Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan sekitar.


Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2021. Adenoids and Adenoidectomy.
Healthline. Diakses pada 2021. Adenoiditis.
WebMD. Diakses pada 2021. Adenoiditis.