Infeksi Tenggorokan Bisa Sebabkan Adenoiditis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Infeksi Tenggorokan Bisa Sebabkan Adenoiditis

Halodoc, Jakarta – Adenoiditis merupakan kondisi peradangan dan infeksi yang terjadi pada adenoid, kumpulan jaringan limfatik yang terletak di tenggorokan, tepatnya di belakang hidung. Bersama dengan amandel atau tonsil, adenoid berfungsi sebagai filter yang melindungi tubuh dari serangan bakteri dan virus yang masuk lewat hidung dan mulut. 

Adenoiditis, terutama yang akut, umumnya terjadi setelah seseorang mengalami infeksi tenggorokan atau saluran pernapasan atas. Infeksi tersebut biasanya disebabkan oleh virus dan bakteri yang berkembang biak, dan kemudian menginfeksi adenoid serta jaringan di sekitarnya.

Baca juga: Kenali 7 Gejala dari Adenoiditis pada Orang Dewasa

Bakteri yang dapat menyebabkan adenoiditis adalah jenis Streptococcus. Meski demikian, adenoiditis juga dapat disebabkan oleh beberapa jenis virus, seperti Epstein Barr, Adenovirus, dan Rhinovirus. Namun pada beberapa kasus, adenoiditis juga bisa disebabkan oleh iritasi akibat kenaikan asam lambung.

Selain itu, ada juga beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko adenoiditis pada seseorang, yaitu:

1. Usia

Peradangan adenoid lebih sering ditemukan pada anak-anak dibanding dengan orang dewasa. Anak-anak sangat mudah terserang penyakit ini, karena adenoid mengalami perubahan ukuran secara aktif selama masa anak-anak.

2. Mengalami Infeksi atau Radang Tenggorokan, Leher, atau Kepala Kronis

Jika kamu pernah mengidap infeksi atau radang tenggorokan, amandel, leher, atau kepala yang sering terjadi dalam jangka waktu cukup lama (kronis), risiko untuk mengalami adenoiditis pun lebih tinggi.

3. Mengidap GERD

Jika kamu mengidap penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), kemungkinan untuk terserang adenoid pun meningkat.

Baca juga: Awas, Ini 5 Komplikasi dari Adenoiditis

Waspadai Berbagai Gejala Adenoiditis yang Mengganggu

Karena letaknya yang berada di belakang tenggorokan, infeksi pada adenoid hanya bisa dideteksi dengan alat tertentu. Adenoiditis umumnya diawali dengan pembengkakan atau pembesaran pada adenoid. Pembengkakan tersebut dapat menghalangi saluran pernapasan. Itulah sebabnya gejala umum yang dirasakan pengidap adenoiditis adalah kesulitan bernapas. 

Selain itu, beberapa gejala lain yang juga sering menyertai adalah:

  • Sakit tenggorokan.

  • Tenggorokan terasa kering dan nyeri.

  • Hidung berair dan mengeluarkan lendir kehijauan.

  • Suara sengau saat berbicara.

  • Kesulitan bernapas yang membuat kecenderungan untuk bernapas melalui mulut, karena terasa lebih mudah dibanding melalui hidung.

  • Kesulitan bernapas, terutama saat tidur.

Perlu diketahui bahwa gejala yang mungkin terjadi pada setiap pengidap adenoiditis bisa bervariasi. Oleh karena itu, untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan kamu, sebaiknya periksakan diri ke dokter jika mengalami berbagai gejala tersebut. Buatlah janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc. Jadi, pastikan sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

Bagaimana Mengobati Adenoiditis?

Karena umumnya dikategorikan sebagai bagian dari rhinosinusitis atau radang tenggorokan, dokter biasanya akan memberi pengobatan yang juga dilakukan untuk menangani kedua penyakit tersebut. Pengobatan yang dapat dilakukan adalah:

1. Antibiotik

Antibiotik biasanya diberikan jika gejala-gejala seperti demam dan flu tidak kunjung reda setelah 5-7 hari. Jenis antibiotik yang umum diberikan adalah amoxicillin, cefinis, atau cefuroxime.

Baca juga: Begini Caranya Mengobati Adenoiditis

2. Pengobatan Alergi

Jika adenoiditis diyakini merupakan reaksi dari alergi, pengidap akan diberikan semprotan nasal steroid, obat steroid oral, antihistamin, atau kombinasi dari obat-obat tersebut.

3. Pengobatan GERD

Jika adenoiditis terkait dengan penyakit asam lambung atau GERD, dokter biasanya akan menyarankan perubahan pola makan dan gaya hidup, yang kadang disertai dengan resep obat H2 blocker atau proton-pump inhibitor.

4. Operasi

Jika pengobatan biasa tidak bisa mengatasi adenoiditis, atau jika pengidap mengalami masalah pernapasan yang serius, dokter akan merekomendasikan prosedur operasi pengangkatan adenoid atau adenoidektomi.

Selain berbagai metode pengobatan tersebut, dokter juga biasanya menyarankan untuk menerapkan gaya hidup dan pengobatan rumahan berikut:

  • Makan makanan sehat.

  • Minum banyak cairan.

  • Tidur yang cukup.

  • Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan sekitar.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Adenoiditis.
Healthline. Diakses pada 2019. Adenoiditis.