16 July 2018

Ini 3 Beda Letak Sakit Kepala

Beda letak sakit kepala, migrain, sakit kepala, sakit kepala depan, sakit kepala samping, sakit kepala belakang

Halodoc, Jakarta – Sakit kepala bukanlah penyakit, melainkan gejala yang mengindikasikan adanya suatu penyakit. Penyebabnya beragam, mulai dari yang berhubungan dengan kepala dan struktur di dalamnya, hingga hal lain yang bersifat umum.

Baca juga: 5 Hal tentang Migrain yang Perlu Diketahui

Saat sakit kepala terjadi, kamu perlu tahu letak sakit ini berada. Sebab umumnya, letak sakit kepala bisa mengindikasikan penyebab dan cara penanganannya. Lantas, apa saja sih perbedaan letak sakit kepala yang perlu diketahui? Berikut penjelasannya.

1. Sakit Kepala Depan

Sakit kepala depan termasuk jenis sakit kepala yang paling sering terjadi. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Sinusitis, yaitu peradangan (inflamasi) pada dinding sinus yang biasanya ditandai dengan sakit kepala depan (khususnya di area wajah).
  • Sakit kepala tegang (tension headache), biasanya terjadi di bagian depan atau samping kepala.
  • Migrain atau sakit kepala sebelah. Kondisi ini umumnya ditandai dengan nyeri di bagian depan atau samping kepala, serta gejala lain seperti mual, muntah, dan sensitif terhadap suara atau cahaya.
  • Konsumsi obat-obatan berlebih. Meski obat bisa mengurangi rasa sakit, jika dikonsumsi secara berlebihan, obat-obatan bisa menimbulkan nyeri kepala (terutama di bagian depan atau bagian atas).
  • Arteritis temporal (giant cell arteritis), yaitu sakit kepala yang dipicu oleh pembengkakan pembuluh darah di pelipis dan belakang mata.

Baca juga: 5 Penyebab Sakit Kepala Bagian Belakang

2. Sakit Kepala Belakang

Berbeda dengan penyebab sakit kepala depan, berikut adalah penyebab sakit kepala belakang yang perlu diketahui: \

  • Sakit kepala tegang. Kondisi ini biasanya terjadi karena kurang tidur, stres, kelelahan, atau rasa lapar.
  • Sakit kepala harian kronis, biasanya terjadi karena cedera leher atau kelelahan.
  • Sakit kepala saat beraktivitas fisik. Kondisi ini disebut juga dengan sakit kepala exertional, yaitu sakit kepala yang terjadi karena aktivitas yang beragam. Letak sakit kepala biasanya tepat di belakang mata atau seluruh bagian kepala.
  • Neuralgia oksipital (occipital neuralgia). Kondisi ini dipicu oleh gangguan pada sar oksipital yang berada di sekitar saraf tulang belakang, letaknya dari pangkal leher sampai kepala. Penyebabnya adalah iritasi atau cedera pada saraf oksipital.
  • Migrain basilar, yaitu migrain yang terjadi pada belakang kepala, tepatnya pada arteri basilar. Kondisi ini umumnya diawali dengan gejala aura, yaitu pandangan kabur, kebutaan sementara, pusing, telinga berdenging, serta gangguan berbicara dan mendengar.

3. Sakit Kepala Samping

Sakit kepala bisa terjadi pada seluruh bagian kepala, termasuk sisi samping kanan dan kiri kepala. Meski sama-sama terletak di samping, sakit kepala sebelah kanan dan kiri kepala disebabkan oleh faktor yang berbeda.

  • Sakit kepala sebelah kanan. Biasanya disebabkan oleh migrain kronis, hemicrania continua (sakit kepala yang langka), sakit kepala kronis, infeksi (seperti meningitis), gangguan pembuluh darah (seperti stroke), tekanan dalam rongga kepala yang meningkat atau menurun, tumor otak, dan cedera otak.
  • Sakit kepala sebelah kiri. Biasanya disebabkan oleh gaya hidup (seperti minum alkohol, menunda makan, kurang tidur, dan stres), infeksi, alergi, gangguan saraf (seperti trigeminal neuralgia), tekanan darah tinggi (hipertensi), stroke, gegar otak, dan tumor otak.

Itulah tiga beda letak sakit kepala yang perlu diketahui. Kalau kamu punya keluhan sakit kepala, segeralah berbicara dengan dokter Halodoc. Sebab melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa berbicara dengan dokter kapan saja dan dimana saja melalui Chat, dan Voice/Video Call. Jadi, yuk download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!