Ini 4 Pemeriksaan yang Berkaitan dengan Kehamilan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ini 4 Pemeriksaan yang Berkaitan dengan Kehamilan

Halodoc, Jakarta - Kehamilan menjadi momen yang paling ditunggu oleh ibu dan ayah. Berbagai perasaan ibu akan muncul, mulai dari bahagia, harus, cemas, khawatir, semua bercampur menjadi satu. Bagi kehamilan pertama, wajar jika ibu merasakan berbagai rasa tersebut.

Salah satu hal yang mungkin ibu pertanyakan perihal kehamilan pertama adalah pemeriksaan kehamilan untuk memantau kondisi janin. Tidak hanya memilih dokter kandungan yang tepat dan rumah sakit yang pas untuk memeriksakan kandungan, ibu juga dihadapkan pada pilihan, sebenarnya pemeriksaan kehamilan yang perlu dilakukan.

Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan

Ibu tidak perlu bingung, berikut jenis pemeriksaan kehamilan yang perlu ibu lakukan untuk memantau kondisi kesehatan ibu dan janin di dalam kandungan:

  • Pemeriksaan atau Tes Darah

Selama kehamilan, ibu diwajibkan untuk melakukan tes darah. Fungsinya tentu saja untuk mendeteksi apakah ibu mengidap salah satu dari 3 (tiga) gangguan kesehatan ini: hepatitis B, sifilis, dan HIV. Tes darah perlu dilakukan sedini mungkin, idealnya ketika usia kehamilan menginjak 10 minggu, sehingga pengobatan dapat dilakukan jika ada diagnosis untuk membantu mengurangi risiko penularan pada janin.

Baca juga: Ketahui Waktu yang Tepat untuk Tes Kehamilan

Apabila ibu sudah tahu bahwa ibu mengidap salah satu dari tiga penyakit tadi, ibu diharuskan segera melakukan perawatan untuk mencegah terjadinya penularan. Namun, jika ternyata calon ayah yang memilikinya, ibu perlu menginformasikannya pada bidan atau dokter kandungan.

  • USG

Pemeriksaan kehamilan selanjutnya adalah USG atau pemindaian menggunakan gelombang suara untuk mengetahui kondisi janin di dalam kandungan. Pemeriksaan ini kini telah memiliki tingkatannya, yaitu USG 3D atau 4D yang menampilkan gambar hasil pemindaian lebih jelas, akurat, dan secara real time.

USG aman dilakukan karena tidak menimbulkan rasa sakit dan minim risiko. Bagi sebagian besar ibu yang baru saja hamil, USG menjadi pemeriksaan yang dinanti, karena bisa melihat langsung bagaimana keadaan janin di dalam rahim ibu, bagaimana rupanya, dan apakah ada kelainan yang mengikuti tumbuh kembangnya.

  • Cardiotocography

Cardiotocography menjadi pemeriksaan kandungan yang berfungsi untuk memantau bagaimana denyut jantung pada sang janin di dalam rahim, sekaligus menilai bagaimana kontraksi rahim ibu, apakah normal atau kuat. Melalui pemeriksaan ini, ibu bisa mengetahui bagaimana kondisi janin, terlebih pada organ jantungnya.

Baca juga: Selain Kehamilan, Tes USG Bisa Deteksi 5 Kondisi Ini

Tidak hanya denyut jantung, gerakan calon bayi di dalam rahim pun bisa ibu lihat melalui pemeriksaan CTG. Ketika sang janin bergerak, denyut jantungnya sedikit lebih cepat, sementara ketika ia beristirahat atau diam, denyut jantung kembali berdenyut secara normal.

  • Skrining Tes untuk Deteksi Sel Sabit dan Talasemia

Penyakit sel sabit dan talasemia adalah kelainan darah bawaan. Jika ibu merupakan pembawa sel sabit atau talasemia, penularan atau pewarisan mungkin terjadi. Pemeriksaan kehamilan ini dilakukan sebelum usia kehamilan menginjak 10 minggu. Jika baik ibu maupun ayah merupakan seorang pembawa gen, maka pemeriksaan lanjutan perlu dilakukan.

Baca juga: Adakah Risiko Cardiotocography Bagi Ibu Hamil?

Itu tadi 4 (empat) jenis pemeriksaan kehamilan yang bisa ibu lakukan untuk mengetahui kondisi janin di dalam kandungan, apakah sehat dan normal ataukah ada deteksi kelainan yang terjadi. Namun, ibu bisa bertanya terlebih dahulu pada dokter agar tidak salah dalam melakukan pemeriksaan. Gunakan aplikasi Halodoc, download terlebih dahulu di ponsel ibu. Aplikasi Halodoc juga bisa membantu ibu dalam beli obat dan cek lab.