10 January 2019

Ini 5 Penyebab Gangguan Jantung Bradikardia

Ini 5 Penyebab Gangguan Jantung Bradikardia

Halodoc, Jakarta – Bradikardia merupakan jenis gangguan jantung yang menyebabkan organ vital ini berdetak lebih lambat dibanding kondisi normal. Meski begitu, kondisi ini sering muncul tanpa menimbulkan gejala sama sekali, sehingga sering diabaikan.

Kabar buruknya, detak jantung yang melambat sering diiringi dengan gangguan irama jantung. Dan hal itu bisa memicu dampak yang berbahaya pada organ dan jaringan tubuh lain, karena pasokan darah yang tidak dapat terpenuhi. Pada dasarnya, detak jantung normal masing-masing orang akan berbeda yang tergantung pada usia dan kondisi tubuh.

Pada orang dewasa, normalnya jantung akan berdetak sebanyak 60–100 kali dalam satu menit. Sedangkan pada anak-anak yang berusia 1–12 tahun, jumlah detak jantung yang normal adalah 80–110 kali dalam satu menit. Pada bayi yang berusia di bawah 1 tahun, jantung akan berdetak sebanyak 100–160 kali dalam satu menit.

Baca juga: Cara Mengetahui Denyut Nadi Normal

Salah satu cara untuk memeriksa dan mengetahui normal atau tidaknya detak jantung adalah dengan menghitung denyut nadi di pergelangan tangan. Dengan menemukan detak pada nadi di pergelangan tangan, hitunglah detaknya selama satu menit. Namun, jika ingin memastikan secara pasti dan tepat, maka melakukan pemeriksaan ke dokter lebih dianjurkan.

Faktor yang Bisa Menyebabkan Gangguan Jantung Bradikardia

Meski umumnya tidak menunjukkan gejala yang khas, namun melambatnya detak jantung bisa berdampak buruk jika sering terjadi, apalagi jika dibarengi dengan aritmia. Kondisi ini bisa menyebabkan gangguan pada organ lain dan menghambat proses penyebaran darah ke seluruh tubuh.

Saat proses peredaran darah ke bagian tubuh lain terganggu, maka ada beberapa gejala yang akan muncul. Mulai dari pusing, sesak napas, nyeri di seputar dada, mudah merasa lelah, kulit pucat, penglihatan terganggu, hingga kehilangan kesadaran alias pingsan. Lantas, apa saja sebenarnya penyebab seseorang bisa mengalami gangguan jantung yang satu ini?

1. Bertambahnya Usia

Seiring bertambahnya usia, organ tubuh akan mengalami penurunan kesehatan dan pelemahan fungsi, termasuk jantung. Kondisi ini bisa menjadi salah satu penyebab melambatnya detak jantung. Maka dari itu, sangat penting untuk selalu menjaga kesehatan jantung sejak dini, tujuannya menghindari penurunan fungsi jantung yang terjadi sebelum waktunya.

Baca juga: Dampak Bradikardia, Gangguan Jantung pada Lansia

2. Kebiasaan Merokok

Kebiasaan merokok ternyata bisa menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami pelambatan detak jantung. Hal itu terjadi karena merokok bisa memicu terjadinya gangguan aliran listrik pada jantung yang menyebabkan detak jantung melambat. Aliran listrik pada jantung memiliki fungsi dan peran sebagai pengatur detak jantung.

3. Riwayat Penyakit

Kondisi kesehatan dan riwayat penyakit bisa menjadi penyebab melambatnya detak jantung. Orang yang memiliki riwayat penyakit tekanan darah rendah, serangan jantung, penyakit jantung bawaan, anoreksia, perdarahan otak alias subarachnoid, sleep apnea, hingga stroke cenderung lebih rentan mengalami gangguan jantung bradikardia.

4. Komplikasi Operasi

Penyakit jantung bradikardia yang menyebabkan melambatnya detak jantung bisa juga terjadi sebagai komplikasi dari operasi jantung. Jika itu yang terjadi, segera hubungi dokter untuk melakukan pemeriksaan dan mendapatkan saran untuk mengatasi gangguan tersebut.

5. Konsumsi Obat

Melambatnya detak jantung bisa terjadi sebagai efek samping obat. Biasanya, kondisi ini akan muncul karena konsumsi obat-obatan tertentu.

Baca juga: Konsumsi Obat Bisa Sebabkan Bradikardia

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit jantung bradikardia dan penyebabnya dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!