16 November 2018

Ini Cara Mendeteksi Sakit Kepala Tegang

Ini Cara Mendeteksi Sakit Kepala Tegang

Halodoc, Jakarta – Sakit kepala tegang merupakan salah satu gejala sakit pada seputar kepala yang sering menyerang. Kondisi ini sering digambarkan dengan rasa sakit yang terjadi karena adanya tali yang mengikat kuat di kepala.

Sakit kepala tegang bisa menyerang siapa pun dan usia berapa saja. Namun, ada yang menyebut bahwa kondisi ini paling sering terjadi pada wanita dewasa. Gejala pada sakit kepala tegang cukup mengganggu dan menyebabkan nyeri, tetapi biasanya kondisi ini tidak terlalu parah dan tidak terlalu mengganggu kegiatan sehari-hari pengidapnya.

Hingga kini, masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab sakit kepala tegang. Namun, kondisi ini diyakini berkaitan dengan kontraksi yang terjadi di otot wajah, kulit kepala, dan leher, sehingga menyebabkan tegang.

Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan kontraksi terjadi, di antaranya stres atau perasaan tertekan, kekurangan cairan alias dehidrasi, kelaparan, kurang istirahat, kelelahan, hingga aroma tertentu yang memicu sakit kepala. Selain itu, ada beberapa faktor yang juga bisa memicu sakit kepala tegang, seperti mendengar suara berisik, jarang berolahraga, terlalu banyak mengonsumsi kafein atau minuman beralkohol dan rokok, hingga kondisi tertentu, contohnya flu dan ketegangan pada mata.

Cara Mendeteksi Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala tegang bisa dideteksi dengan cara mengamati gejala yang muncul. Pada tahap yang lebih parah, sejumlah pemeriksaan juga akan dibutuhkan untuk memastikan serangan sakit kepala tegang. Gejala dari jenis sakit kepala ini biasanya berupa rasa sakit dan tekanan didahi, kedua sisi kepala, ataupun bagian belakang kepala.

Selain itu, biasanya ada sederet gejala lain yang juga muncul. Mulai dari nyeri pada otot, konsentrasi terganggu dan mudah resah, sulit tidur di malam hari, dan sulit untuk bangun di pagi hari karena sakit kepala. Orang yang mengalami sakit kepala tegang pun biasanya akan merasa sakit saat bangun dari berbaring, hingga serangan nyeri di kulit kepala, pelipis, leher belakang, dan bahu.

Sakit kepala tegang bisa terjadi hilang timbul pada waktu-waktu tertentu atau timbul sepanjang hari. Biasanya, kondisi ini dapat berlangsung selama 30 menit hingga satu minggu. Dalam beberapa kasus, sakit kepala mungkin akan berlangsung selama lebih dari 15 hari dalam satu bulan atau 3 bulan berturut-turut. Kondisi ini disebut sebagai sakit kepala tegang kronis.

Jika hanya muncul sesekali dan tidak menimbulkan gejala lain, sakit kepala tegang tidak membutuhkan penanganan medis. Namun, kondisi ini harus diwaspadai jika disertai dengan beberapa gejala, seperti, datang tiba-tiba dan menimbulkan sakit kepala parah, perasaan mual hingga muntah, demam, leher kaku, dan merasa bingung. Sakit kepala yang disertai dengan rasa lemas, mati rasa, dan terjadi setelah kecelakaan yang menyebabkan benturan di kepala juga harus diwaspadai.

Untuk mendeteksi penyebab sakit kepala tegang, bisa dilakukan pemeriksaan medis dikepala. Pemeriksaan bisa dilakukan melalui prosedur MRI dan CT scan. Pemeriksaan ini juga bisa membantu mengetahui apakah ada kondisi serius yang menjadi penyebab sakit kepala tegang, misalnya tumor.

Jika kamu ragu dan butuh saran dokter, coba sampaikan keluhan seputar sakit kepala tegang melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa berdiskusi dengan dokter melalui fitur Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: