19 October 2018

Ini Dampak Bila Ibu Hamil Merokok

Halodoc, Jakarta – Merokok adalah aktivitas yang perlu dihindari, baik saat hamil atau tidak. Alasannya karena rokok mengandung bahan kimia yang bisa membahayakan kesehatan. Iklan rokok bahkan menyebutkan merokok bisa menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, serta gangguan kehamilan dan janin.

Meski banyak iklan yang telah menyebutkan bahaya merokok, data dari Centers Disease Control and  Prevention (CDC) menyebutkan bahwa masih terdapat 10 persen perempuan yang merokok pada trimester akhir kehamilan. Sebagian besar perempuan (50 persen di antaranya) memutuskan berhenti merokok selama kehamilan, sedangkan 40 persen sisanya memutuskan kembali merokok 6 bulan setelah persalinan.

Bagaimana Dampak Merokok Saat Hamil?

Perlu kamu ketahui, ini dampak yang mungkin terjadi akibat merokok saat hamil.

1. Kelainan Jantung Bawaan

CDC menyebutkan bahwa peluang risiko bayi memiliki kelainan jantung bawaan lebih tinggi pada ibu hamil yang merokok dibanding yang tidak. Kelainan jantung bawaan pada bayi bisa menghambat aliran darah dari sisi kanan jantung ke paru-paru dan bukaan antara ruang atas jantung. Racun dalam rokok bisa membuat denyut jantung bayi berdetak lebih cepat (takikardia) sehingga meningkatkan risiko serangan jantung atau kematian mendadak (Sudden Infant Death Syndrom/SIDS).

2. Kelainan Paru Bawaan

Ibu hamil yang merokok berisiko lebih besar untuk memiliki bayi kelainan paru bawaan seperti, saluran udara yang terblokir lendir (sleep apnea) dan asma.

3. Kerusakan Otak

Kebiasaan merokok selama hamil bisa memengaruhi kecerdasan bayi. Sebuah studi menyebutkan anak-anak yang lahir dari ibu perokok cenderung memiliki gangguan belajar, masalah perilaku, dan IQ relatif lebih rendah dibanding anak-anak lain yang lahir dari ibu bukan perokok. Alasannya karena racun dalam rokok menyebabkan kerusakan saraf dengan mengurangi suplai oksigen ke otak janin yang sedang berkembang. Nikotin dalam rokok bisa meracuni otak janin hingga ke daerah otak yang terlibat langsung dengan sistem kerja jantung dan fungsi pernapasan.

4. Keguguran

Dampak merokok saat hamil meningkatkan risiko keguguran karena adanya racun dalam rokok masuk ke plasenta janin dan menghambat suplai oksigen serta nutrisi untuk janin. Komplikasi lain yang perlu diwaspadai adalah kehamilan ektopik, masalah plasenta (seperti plasenta previa atau plasenta akreta), dan perkembangan janin lambat. Komplikasi ini meningkatkan risiko keguguran pada janin.

Risiko tersebut bisa terjadi jika ibu terpapar asap rokok, terutama saat ada anggota keluarga yang merokok dan tinggal dalam satu rumah.

Pilih Cara dan Tips Berhenti Merokok

Berhenti merokok memang tidak mudah namun upaya ini perlu dilakukan demi kesehatan ibu dan janin. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendukung upaya berhenti merokok, salah satunya dengan Nicotine Replacement Therapy (NRT). Terapi dilakukan dengan beberapa pilihan, di antaranya adalah:

  • Obat semprot hidung atau mulut.
  • Permen karet nikotin yang dikunyah perlahan-lahan selama 30 menit secara teratur.
  • Tablet isap yang diisap di antara gusi dan bagian dalam pipi selama 30 menit.
  • Tablet sublingual yang diletakkan di bawah lidah dan biarkan larut dalam mulut.
  • Inhaler yang dihirup secara teratur.
  • Transdermal yang ditempel pada permukaan kulit kering dan tidak berambut pada tubuh bagian atas.

Kamu dianjurkan untuk berbicara pada dokter sebelum melakukan terapi NRT. Selain cara di atas, kamu bisa melakukan cara berhenti merokok lain yang sesuai dengan kondisi tubuh. Lakukan upaya berhenti secara bertahap dan ingat upaya ini dilakukan demi kesehatan dan keselamatan janin dalam kandungan.

Itulah dampak merokok saat hamil. Kalau kamu sedang merencanakan kehamilan dan ingin berhenti merokok, segera berbicara dengan dokter Halodoc untuk mendapat rekomendasi saran terbaik. Kamu bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc kapan saja dan di mana saja via Chat, Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!

 

Baca juga: