07 September 2018

Ini Dampak Kebanyakan Minum Kopi pada Pencernaan

minum kopi, kebanyakan kopi bagi pencernaan

Halodoc, Jakarta – Ada banyak masalah pencernaan yang dipicu oleh makanan dan minuman. Namun, bisa dipastikan belum ada penelitian yang secara spesifik menyimpulkan terdapat dampak negatif terhadap pencernaan akibat minum kopi. Malahan menurut beberapa penelitian, minum kopi dapat memberikan efek positif untuk kesehatan, seperti menjaga kesehatan hati dan jantung.

Tentunya, jenis kopi yang baik dan disarankan adalah kopi hitam tanpa gula dan memang berasal dari biji kopi asli. Minum kopi sachet-lah yang justru berbahaya untuk kesehatan karena kadar gula buatan yang bila secara intens di konsumsi dapat meningkatkan risiko diabetes. Belum lagi risiko penyakit jantung, hipertensi, insomnia, serta denyut jantung tidak beraturan.

Risiko lain dari minum kopi sachet adalah meningkatkan asam lambung sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman. Apalagi kalau dikonsumsi terlalu sering dalam keadaan perut kosong. Jadi, sebenarnya tidak ada masalah minum kopi terhadap pencernaan. Hanya saja yang penting untuk diperhatikan adalah jenis kopinya dan bagaimana intensitas mengonsumsinya.

Supaya tidak ada kesalahpahaman lagi mengenai kopi, berikut adalah mitos mengenai kopi dan fakta sebenarnya yang menarik untuk diketahui:

  1. Kopi dapat Menyebabkan Sakit Maag

Tidak ada bukti medis yang mengatakan minum kopi dapat menyebabkan perut bermasalah seperti refluks asam lambung. Faktanya adalah refluks asam lambung biasanya disebabkan karena konsumsi makanan pedas, berlemak, ataupun makan berlebihan.

  1. Minum Kopi Meningkatkan Kadar Asam Perut

Ada yang mengatakan kalau minum kopi bisa meningkatkan kadar asam perut yang bisa mengiritasi dan merusak lapisan perut dan usus. Faktanya, iritasi lapisan perut dan susu biasanya terjadi karena kesalahan pada penerapan diet ataupun pola makan yang salah. Jadi, minum kopi bukan pemicu utamanya, tetapi bisa menjadi faktor yang mengiringi juga.

  1. Kafein di Kopi dapat Menyebabkan Diuretik

Ada prasangka yang mengatakan kalau minum kopi dapat menyebabkan diuretik di mana terjadi peningkatan intensitas berkemih sehingga bisa menyebabkan kerugian karena kehilangan mineral dan nutrisi penting lainnya. Faktanya adalah minum kopi tidak bisa menjadi faktor utama terjadinya dehidrasi dan berkontribusi terhadap kekurangan cairan harian.

Dari sekian informasi yang salah mengenai dampak minum kopi, berikut adalah fakta mengenai kopi yang benar:

  1. Kopi bisa menjadi Pencahar Alami

Kafein pada kopi dapat membantu kerja otot-otot di sepanjang saluran usus sehingga meningkatkan gerakan peristaltiknya. Peningkatan kontraksi otot-otot ini secara tidak langsung menyebabkan efek pencahar sehingga bisa melancarkan buang air besar.

  1. Menghambat Penyerapan Glukosa

Masih sedikit yang tahu kalau kebiasaan minum kopi bisa menghambat penyerapan glukosa dan ini sangat baik untuk kamu yang sedang ingin mengelola gula darah. Bahkan menurut penelitian dari Harvard Medical School, orang-orang yang mengidap diabetes disarankan untuk mengonsumsi secangkir kopi tanpa gula setiap hari.

Walaupun begitu, segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik termasuk minum kopi. Setidaknya minum 2-3 gelas cangkir kopi per hari adalah takaran yang ideal, tetapi tidak lebih dari itu. Waktu minum kopi juga harus diperhatikan. Jangan minum terlalu malam yang bisa membuat kamu sulit tidur, apalagi kalau di waktu tersebut kamu sedang butuh istirahat.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai dampak kebanyakan minum kopi ke pencernaan ataupun tips kesehatan lainnya, kamu bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: