20 November 2018

Ini Faktor yang Jadi Pemicu Anak Terkena Sindrom Horner

Ini Faktor yang Jadi Pemicu Anak Terkena Sindrom Horner

Halodoc, Jakarta – Sindrom horner adalah hasil kombinasi dari masalah medis lain, seperti stroke, tumor, ataupun cedera tulang belakang. Dalam beberapa kasus, tidak ada penyebab yang mendasarinya. Tidak ada pengobatan khusus untuk sindrom horner, tetapi pengobatan untuk penyebab yang mendasari dapat memulihkan fungsi saraf normal.

Sindrom horner disebabkan oleh gangguan jalur saraf dari otak ke wajah dan mata pada satu sisi tubuh. Biasanya, sindrom horner menghasilkan ukuran pupil dan kelopak mata yang menurun serta penurunan keringat pada sisi yang terkena dari wajah pengidapnya.

Sindrom horner biasanya hanya memengaruhi satu sisi wajah. Tanda dan gejala umum meliputi:

  1. Pupil yang terus-menerus kecil (meiosis)

  2. Perbedaan mencolok dalam ukuran pupil antara dua mata (anisocoria)

  3. Pembukaan sedikit atau tertunda (dilatasi) dari pupil yang terkena dalam cahaya redup

  4. Kelopak mata atas terkulai (ptosis)

  5. Ketinggian sedikit dari tutup bawah yang kadang disebut ptosis terbalik

  6. Penampilan cekung ke mata

  7. Sedikit atau tidak ada keringat (anhidrosis), baik di seluruh sisi wajah atau bagian kulit yang terisolasi pada sisi yang terkena

Sindrom Horner pada Anak

Ketika anak mengalami nyeri kepala atau leher, maka perubahan atau masalah penglihatan mendadak dan merasa pusing bisa jadi ini adalah tanda awal anak terserang sindrom horner. Anak-anak yang terkena sindrom horner sebelum usia 2 tahun juga memiliki satu iris (daerah berwarna di sekitar pupil) yang warnanya lebih terang dari yang lain. Ciri-ciri ataupun gejala lainnya, yaitu:

  1. Kelopak mata bawah terkulai

  2. Sedikit mengangkat kelopak mata bawah

  3. Pupil kecil (titik hitam di tengah mata)

  4. Mata cekung atau merah

  5. Tidak ada keringat di sisi wajah yang terkena ataupun tidak memerah setelah bermain atau ketika terkena paparan sinar matahari

Untuk anak-anak, penyebab sindrom ini biasanya karena anak mengalami cedera leher dan bahu saat dilahirkan, kelainan aorta saat lahir, atau juga terdapat tumor pada sistem saraf dan hormonnya.

Perawatan sindrom horner tergantung dari penyebabnya. Tanda dan gejala biasanya hilang jika penyebabnya bisa diobati. Untuk penanganan sindrom ini pada anak, biasanya dilakukan beberapa hal berikut ini:

  1. Dokter mata (spesialis mata) mungkin dapat menemukan dan mengobati masalah penglihatan yang berkembang. Besar kemungkinan penglihatan anak mungkin tidak berkembang secara normal jika kelopak mata melorot parah.

  2. Terapi okupasi dapat membantu jika anak mengalami kesulitan melihat karena kelopak mata terkulai. Seorang terapis okupasi dapat membantu anak memperkuat otot-otot mata yang terkena. Terapis juga dapat membantu anak menemukan cara untuk melakukan sekolah atau kegiatan sehari-hari dengan lebih mudah jika dia memiliki masalah penglihatan.

  3. Kemungkinan terakhir adalah dilakukan pembedahan atau pengobatan dapat digunakan jika anak mengalami kelopak mata melorot yang tergolong parah.

Merencanakan perawatan dan penanganan sejak dini dapat mengurangi risiko dan komplikasi selanjutnya pada kesehatan anak. Pihak rumah sakit biasanya akan melakukan pemeriksaan mata dan wajah untuk diagnosis lebih lanjut.

Beri tahu penyedia layanan kesehatan tentang gejala anak, termasuk kapan anak mulai mengalami gejala dan memburuk dari waktu ke waktu. Ini termasuk kondisi kesehatan anak kamu, seperti kanker, riwayat sakit kepala atau cedera yang baru-baru saja terjadi.

Baca juga: