• Home
  • /
  • Rentan Terjadi saat Banjir, Ini 9 Gejala Penyakit Tifus

Rentan Terjadi saat Banjir, Ini 9 Gejala Penyakit Tifus

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Rentan Terjadi di saat Banjir, Ini 9 Gejala Penyakit Tifus

Halodoc, Jakarta - Tifus atau demam tifoid bukanlah penyakit langka di Indonesia. Penyakit ini menyerang ribuan hingga ratusan ribu orang tiap tahunnya. Hal yang mesti diwaspadai, penyakit tifus merupakan penyakit yang mudah menular dengan cepat.

Penyakit yang disebabkan infeksi bakteri ini umumnya terjadi di wilayah dengan sanitasi yang buruk atau keterbatasan akses air bersih. Sedangkan untuk anak-anak, penyakit tifus terjadi karena belum sempurnanya sistem kekebalan tubuh.

Pertanyaannya, seperti apa sih gejala tifus yang bisa dialami pengidapnya?

Baca juga:  5 Cara Merawat Diri saat Tipes)

Dari Demam Tinggi sampai Diare

Berbicara gejala tifus, sama artinya membicarakan sederet keluhan yang bisa muncul. Umumnya, masa inkubasi bakteri penyebab tifus selama 7-14 hari. Masa ini dihitung ketika bakteri masuk ke dalam tubuh hingga menimbulkan gejala. Lalu, bagaimana dengan gejalanya?

Nah, berikut gejala tifus menurut para ahli di WHO dan National Institutes of Health - MedlinePlus.

  1. Gejala awal termasuk demam, perasaan tidak enak badan, dan sakit perut. Demam tinggi (39.5 derajat Celsius) atau diare yang parah terjadi karena penyakit semakin memburuk.

  2. Beberapa orang mengembangkan ruam yang disebut "bintik-bintik mawar," yang merupakan bintik-bintik merah kecil di perut dan dada.

  3. Feses berdarah.

  4. Mimisan.
  5. Kelelahan yang parah.

  6. Kebingungan, delirium, melihat, atau mendengar hal-hal yang tidak ada (halusinasi).

  7. Kesulitan memperhatikan (attention deficit).

  8. Perasaan lambat, lamban, dan lemah.

  9. Penyakit akut ditandai oleh demam berkepanjangan, sakit kepala, mual, kehilangan nafsu makan, dan sembelit atau kadang-kadang diare.

Hal yang perlu diingat, gejala tifus seringkali tidak spesifik. Bahkan, secara klinis tidak dapat dibedakan dari penyakit demam lainnya. Oleh karena itu, segerelah temui doker bila mengalami gejala-gejala di atas. Apalagi bila demam tak hilang pada hari ketiga hingga kelima. Nantinya dokter akan melakukan pemeriksaan, mungkin saja tes darah untuk membantu menengakkan diagnosisnya.

Selain itu, kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk berdiskusi atau meminta saran medis mengenai penyakit tifus.

Baca juga5 Pengobatan Gejala Tifus yang Perlu Dicoba

Masuk dan Berkembang Biak dalam Usus

Meski datanya belum diperbarui, kita bisa mendapat gambaran mengenai penyakit Salmonellosis dari laporan Ditjen Pelayanan Medis Depkes RI. Di Indonesia, salah satu spesies bakteri ini yang sering menimbulkan masalah kesehatan penting adalah Salmonella typhi yang menyebabkan penyakit tifus.

Pada tahun 2008, demam tifoid menempati urutan kedua dari 10 penyakit terbanyak pasien rawat inap di rumah sakit di Indonesia dengan jumlah kasus 81.116 dengan proporsi 3,15 persen, urutan pertama ditempati oleh diare dengan jumlah kasus 193.856 dengan proporsi 7,52 persen (Depkes RI, 2009).

Bagaimana dengan kasus Salmonellosis di luar negeri? Boleh dibilang “sebelas-dua belas”, alias hampir mirip. Ambil contoh di Amerika Serikat. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 19.000 orang harus masuk rumah sakit akibat keracunan makanan. Kebanyakan kasus disebabkan oleh bakteri salmonela yang memengaruhi saluran usus, sehingga mengakibatkan masalah serius.

Baca juga:  Kenali 5 Gejala dan Cara Mengobati Tifus pada Anak

Lalu, bagaimana sih bakteri Salmonella typhi ini bisa masuk ke dalam tubuh sehigga menyebabkan tifus? Hati-hati, bakteri ini bisa masuk ke dalam usus melalui makanan atau minuman yang sudah terkontamintasi bakteri tersebut.

Setelah masuk ke dalam usus, Salmonella typhi ini bisa berkembang biak di dalam saluran pencernaan. Nah, kondisi inilah yang bakal memicu sederet gejala tifus seperti di atas.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa kapan dan di mana saja mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Salmonella.
Kementerian Pertanian Indonesia - Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner. Diakses pada 2020. Dampak Salmonellosis Terhadap Kesehatan, Sosial, dan Ekonomi.
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Typhoid Fever.
WHO. Diakses pada Januari 2020. Typhoid Fever.