09 December 2018

Ini Penyebab dan Gejala Radang Otak yang Perlu Diketahui

Ini Penyebab dan Gejala Radang Otak yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta -  Fungsinya mengatur semua fungsi tubuh dan informasi, beratnya kira-kira hanya 1,3 kilogram, ia juga menjadi ogan yang paling kompleks dalam tubuh manusia. Nah, sudah tahu bagian tubuh mana yang dimaksud? Enggak bisa dipungkiri lagi, otak memang menjadi organ yang amat vital dalam kehidupan. Organ yang tersusun dari sejumlah jaringan pendukung dan 100 miliar lebih sel saraf ini, menjadi “pilot” dalam hidup kita. Coba bayangkan, apa yang terjadi bila organ ini mengalami masalah? Pastinya, akan timbul sederet masalah yang siap menghantuinya.

Dari berbagai masalah yang bisa menyerang pusat saraf ini, radang otak atau ensefalitis merupakan kondisi yang perlu diwaspadai. Sebab, penyakit otak ini enggak pandang bulu bisa menyerang siapa saja tak peduli pria atau wanita, tua, muda, ataupun anak-anak. Akan tetapi, faktanya masalah ini memang lebih cenderung menyerang anak-anak dan lansia. Kok bisa? Alasannya, kedua kategori tersebut punya sistem imun yang enggak prima alias lemah.

Meski jarang terjadi, kondisi radang otak yang serius bisa mengancam jiwa, lho. Sayangnya, perkembangan penyakit ini sulit sekali ditebak, makanya diagnosis yang cepat jadi kunci utama untuk menangani kondisi ini.

Lantas, seperti apa sih gejala radang otak yang bisa muncul pada pengidapnya?

Gejala Radang Otak dari Linglung sampai Menangis

Ibarat kata, gejalanya hampir serupa dengan gejala flu. Pengidapnya awal-awal akan merasakan gejala ringan, seperti sakit kepala, lelah, demam, serta pegal-gegal. Oleh sebab itu, membuat penyakit ini sulit dideteksi. Oleh karena itu, menurut anjuran dokter sebaiknya segeralah ke rumah sakit bila dirimu mengalami gejala flu yang semakin parah.

Namun yang perlu digarisbawahi, kondisi pengidap radang otak bisa menurun drastis yang diiringi beberapa keluhan. Nah, berikut gejala radang otak lainnya:

  • Perubahan kondisi mental, seperti linglung.

  • Demam.

  • Sedikit sakit kepala.

  • Nyeri sendi atau otot.

  • Kehilangan penglihatan atau pandangan kabur.

  • Pingsan.

  • Leher menjadi kaku.

  • Halusinasi.

  • Otot yang lemas.

  • Pergerakan mata tidak terkontrol.

  • Kelumpuhan di wajah atau bagian tubuh tertentu.

  • Gangguan bicara atau pendengaran.

  • Mual dan muntah.

  • Kejang-kejang.

  • Tangis yang tak terkendali pada bayi.

Gegara Virus, Infeksi, dan Sistem Imun

Sampai saat ini, sebenarnya penyebab radang otak belum diketahui pasti. Akan tetapi, infeksi dan sistem imun yang buruk diduga menjadi penyulutnya. Kata ahli, infeksi yang bisa menyebabkan ensefalitis terbagi menjadi dua. Pertama, infeksi yang berasal dari dalam otak (radang otak primer). Kedua, infeksi dari luar otak (radang otak sekunder).

Nah, berikut beberapa infeksi yang bisa menimbulkan penyakit dan gejalanya.

  • Virus Epstein-Barr. Virus ini menjadi penyebab penyakit mononukleosis.

  • Virus Varicella zoster. Penyebab cacar air dan cacar api.

  • Virus herpes simpleks. Virus ini menyebabkan herpes di mulut maupun kelamin. Kata ahli, virus ini sering kali ditemukan pada kasus radang otak.

  • Virus dari hewan. Contohnya, virus rabies dan virus yang disebarkan oleh nyamuk.

  • Virus lainnya. Kadang kala virus, seperti campak, gondongan, ataupun rubella juga bisa menyebabkan radang otak.

  • Infeksi. Meski jarang terjadi, ensefalitis juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri atau parasit.

  • Riwayat infeksi sebelumnya. Peradangan bisa muncul kembali setelah sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap infeksi sebelumnya.

  • Kondisi kronis. Kondisi di sini seperti kondisi kronis HIV yang bisa menyebabkan peradangan secara bertahap.

  • Autoimun. Bila sistem imun bereaksi pada penyebab lainnya, seperti tumor, bisa saja memicu peradangan.

Punya keluhan kesehatan atau mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Kamu bisa lho bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: