Ini Penyebab Sakit Perut Bawah Sebelah Kiri pada Wanita

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Ini Penyebab Sakit Perut Bawah Sebelah Kiri pada Wanita

Halodoc, Jakarta - Pernahkah kamu merasakan sakit perut bawah sebelah kiri? Sakit perut di bagian kiri bawah biasanya berhubungan dengan masalah saluran pencernaan. Selain itu, rasa sakit di sisi kiri perut pada wanita juga terjadi karena adanya masalah dengan organ reproduksi, saluran kemih, masalah kulit, atau pembuluh darah.

Kondisi ini menyebabkan gejala seperti nyeri, rasa tidak nyaman yang intens, dan kekakuan pada bagian perut kiri bawah. Pada wanita, sakit perut bawah kerap terjadi. Kondisi ini lebih serius atau memerlukan perhatian medis. Nyeri juga dapat berkembang di sisi kanan perut dalam kasus ini. 

Baca juga: Inilah 7 Arti Sakit Perut Sebelah Kiri yang Perlu Diketahui

Hal yang Menyebabkan Sakit Perut Bawah Sebelah Kiri

Melansir Healthline, berikut ini penyebab dari sakit perut bawah sebelah kiri yang dialami oleh wanita:

  • Kram Menstruasi (Dismenore). Kram biasanya terjadi sebelum dan selama periode menstruasi. Meskipun rasa sakit dapat berkisar dari gangguan kecil hingga sesuatu yang mengganggu aktivitas sehari-hari, kram selama menstruasi biasanya tidak serius. Namun, segera periksakan ke rumah sakit ketika mengalami beberapa gejala seperti kram yang mengganggu aktivitas harian, gejala yang bertambah buruk seiring waktu, kamu telah berusia lebih dari 25 tahun dan kram mulai bertambah parah. 

  • Endometriosis. Kondisi saat jaringan yang biasanya melapisi bagian dalam rahim juga tumbuh di luar rahim. Hal ini menyebabkan sakit perut dan menyebabkan kemandulan. Gejala lainnya adalah kram menstruasi yang menyakitkan yang memburuk seiring waktu, rasa sakit saat berhubungan seksual, buang air besar atau buang air kecil yang menyakitkan, periode menstruasi yang berat, dan bercak antara periode menstruasi. Penyebab endometriosis tidak diketahui. Jadi, segera buat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk melakukan pemeriksaan saat gejalanya makin parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Baca juga: Sakit Perut Peritonitis Bisa Berakibat Fatal

  • Kista Ovarium. Kista ovarium adalah kantung berisi cairan di dalam atau di permukaan ovarium. Kista terbentuk sebagai bagian dari siklus menstruasi normal wanita. Kebanyakan kista tidak menghasilkan gejala dan hilang tanpa pengobatan dalam beberapa bulan. Namun, kista dengan ukuran yang besar dapat menyebabkan rasa tidak nyaman. Kondisi ini mungkin juga menekan kandung kemih dan menyebabkan kamu lebih sering buang air kecil. Kista yang pecah dapat menyebabkan beberapa masalah serius, seperti sakit parah atau pendarahan internal. Gejala yang perlu diwaspadai, yaitu sakit perut yang parah, sakit dengan demam atau muntah, dan munculnya tanda-tanda syok, seperti kulit dingin dan lembap, pernapasan cepat, pusing, atau lemah. 

  • Torsi Ovarium. Pada kasus kista ovarium yang besar, ia bisa menyebabkan ovarium berubah posisi dalam tubuh wanita. Hal ini meningkatkan risiko torsi ovarium, yakni puntiran ovarium yang menyakitkan yang dapat memotong suplai darah. Saluran tuba juga bisa terpengaruh akibat kondisi ini. Torsi ovarium mungkin terjadi pada kehamilan atau penggunaan hormon untuk meningkatkan ovulasi. Torsi ovarium cenderung jarang terjadi dan biasanya membutuhkan waktu lama agar gejalanya bisa berkembang. Pembedahan adalah cara yang disarankan untuk mengatasinya. 

  • Kehamilan Ektopik. Dengan kehamilan ektopik, sel telur yang telah dibuahi menanamkan dirinya sendiri sebelum mencapai rahim. Ini biasanya terjadi di dalam tuba falopi yang menghubungkan ovarium ke uterus. Wanita mungkin mengalami gejala atau tidak sama sekali saat mengalami kehamilan ektopik. Selain sakit perut, gejalanya yaitu menstruasi yang terlewat dan tanda-tanda kehamilan lainnya; pendarahan pada vagina, tidak nyaman dengan buang air kecil atau buang air besar, dan nyeri bahu di ujung. 

  • Penyakit Radang Panggul (PID). Penyakit ini adalah infeksi pada sistem reproduksi wanita. Biasanya disebabkan oleh penyakit menular seksual (PMS), seperti klamidia dan gonore, tetapi jenis infeksi lain juga menyebabkan PID. Wanita mungkin tidak mengalami atau mengalami sedikit gejala. Selain sakit perut bawah sebelah kiri, gejalanya yaitu demam, keputihan dengan bau tidak sedap, rasa sakit atau pendarahan saat berhubungan seks, sensasi terbakar dengan buang air kecil, dan perdarahan di antara periode. 

Baca juga: 7 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Jadi mulai sekarang jangan sepelekan sakit perut bawah sebelah kiri. Segera lakukan pemeriksaan di rumah sakit jika gejalanya semakin memburuk. Penanganan yang dilakukan sejak awal umumnya dapat memudahkan proses pengobatan yang wajib dilakukan.

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2019. What’s Causing Pain in My Lower Left Abdomen?
Life Hacks. Diakses pada 2019. 7 Common Causes of Lower Left Abdominal Pain.