Ini Pilihan Obat Migrain untuk Atasi Sakit Kepala Sebelah

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini Pilihan Obat Migrain untuk Atasi Sakit Kepala Sebelah

Halodoc, Jakarta - Apa pun jenis penyakit yang kamu alami, pasti rasanya tidak nyaman karena membuat tubuh menjadi mudah lelah, lemas, lesu, dan kurang bersemangat. Beberapa jenis penyakit membutuhkan tubuh untuk beristirahat penuh meski termasuk dalam kategori penyakit ringan. Seperti flu, radang tenggorokan, dan sakit kepala sebelah atau yang dikenal dengan migrain.

Ketika migrain datang, kepala rasanya seperti dipukul dengan alat berat. Sayangnya, kondisi ini hanya kamu alami pada salah satu sisi kepala, sehingga rasanya pasti tidak nyaman. Pada beberapa kasus, migrain dapat membuat pengidapnya mual dan muntah, bahkan pingsan. Sakit kepala sebelah ini bisa dibiarkan, tetapi beberapa kasus lainnya harus mendapatkan pengobatan. 

Pilihan Obat Migrain

Mungkin, kamu langsung menuju ke apotek ketika mengalami sakit kepala sebelah dan membeli obat migrain tanpa menyerahkan resep. Sebenarnya, ini tidak disarankan, karena bisa jadi kamu memiliki gejala lain yang turut datang bersama migrain yang kamu alami. Lebih baik, kamu bertanya dulu pada dokter. Lebih mudah kok, karena ada fitur Tanya Dokter di aplikasi Halodoc. Setelahnya, kamu bisa beli obat migrain langsung melalui fitur Beli Obat.

Baca juga: Atasi Migrain, Terapkan Cara Ini!

Jenis obat untuk migrain yang sering digunakan untuk sakit kepala sebelah yang sifatnya ringan adalah acetaminophen dan aspirin atau ibuprofen. Ada pula obat sakit kepala sebelah yang berisi kombinasi dari aspirin, kafein, dan acetaminophen untuk mengatasi migrain yang sifatnya sedang. Obat ini dikenal dengan excedrin migraine. Namun, penggunaannya tidak boleh dalam jangka panjang karena bisa memicu perdarahan pada saluran cerna, maag, bahkan sakit kepala lebih parah. 

Selanjutnya, ada pula obat migrain yang termasuk dalam golongan triptans. Meski begitu, tidak semua obat dalam kelompok ini bisa mengatasi sakit kepala sebelah. Pemberian dan konsumsi obat ini harus dengan resep dokter. Pasalnya obat triptans memicu terjadinya penyempitan pada pembuluh darah dan memblokir jalur nyeri yang terdapat di otak. Oleh karena itu, obat ini akan efektif untuk meredakan rasa nyeri dan meredakan gejala lain yang muncul bersama dengan migrain. 

Baca juga: Sering Terserang Migrain, Waspadai Gejala Terkena Vertigo

Obat dalam kategori ini bisa ditemukan dalam bentuk suntikan, pil, atau patch. Penting bagi kamu untuk tahu efek samping dari penggunaan obat ini, seperti mengantuk, perlemahan otot, dan mual. Bagi pengidap serangan jantung dan stroke juga tidak disarankan untuk mengonsumsinya.

Obat migrain sebagian besar bisa kamu beli sendiri hanya dengan menyebutkan nama atau menanyakannya langsung pada petugas di apotek. Namun, kamu tidak disarankan untuk melakukannya, karena ada pula obat yang membantu mencegah terjadinya serangan migrain. Biasanya, obat ini diberikan pada pengidap migrain yang mengalami serangan lebih dari 4 kali dalam jangka waktu satu bulan. 

Baca juga: 5 Fakta Tentang Migrain Bikin Pusing

Tidak hanya itu, pemberian obat ini juga berdasarkan pertimbangan adanya serangan migrain yang terjadi lebih dari 12 jam dan mengonsumsi obat pereda nyeri sudah tidak membantu. Kalau kamu mengalaminya, tidak ada saran lain selain langsung mengunjungi dokter. Kamu bisa buat janji langsung dengan dokter di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan dan resep obat migrain yang tepat. 

Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Migraine.
WebMD. Diakses pada 2019. Drugs to Treat Migraine Headaches.
MedicineNet. Diakses pada 2019. Migraine Headache Symptoms, Causes, Medicines, Treatment, and Relief.