Ini Waktu Paling Tepat untuk Lakukan USG Doppler

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini Waktu Paling Tepat untuk Lakukan USG Doppler

Halodoc, Jakarta - Jenis-jenis USG tak cuma 2D, 3D, dan 4D seperti yang selama ini kita ketahui. Sebab, ada pula USG Doppler yang bisa digunakan untuk mendeteksi berbagai penyakit, dan tak cuma menyoal kehamilan saja.

Doppler sendiri merupakan alat pemeriksaan kesehatan yang menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi (ultrasonografi), untuk memperkirakan kondisi aliran darah melalui pembuluh darah.

Lalu, apa bedanya metode Doppler dan USG pada umumnya? Nah, USG umumnya menggunakan gelombang suara hanya untuk menghasilkan gambar. Sedangkan USG Doppler dapat digunakan untuk memantau aliran darah. Nah, hal inilah yang bermanfaat untuk menentukan diagnosis berbagai penyakit, terutama yang berhubungan dengan pembuluh darah.

Lantas, kapan sih waktu yang tepat untuk melakukan USG Doppler?

Baca juga:Begini Prosedur Penggunaan USG Doppler yang Umum

Kapan Waktu yang Tepat?

USG Doppler sebenarnya dilakukan untuk mendeteksi berbagai penyakit. Nah, berikut penyakit yang bisa dideteksi menggunakan teknologi Doppler:

  • Mendeteksi adanya tumor yang tumbuh pada pembuluh darah bagian lengan atau kaki.

  • Penyempitan yang terjadi pada pembuluh darah di bagian leher atau stenosis karotis, atau DVT, ataupun penyumbatan pada pembuluh darah vena.

  • Penyempitan arteri pada bagian kaki yang terjadi karena sirkulasi darah ke kaki berkurang, atau yang disebut arteri perifer

  • Gangguan medis terkait jantung, seperti sakit jantung bawaan.

  • Gangguan kesehatan aterosklerosis atau penyempitan maupun penyumbatan yang terjadi pada pembuluh darah arteri.

Nah, kondisi-kondisi di atas bisa menjadi indikator kapan seseorang perlu melakukan pemeriksaan USG Doppler. Dengan kata lain, USG Doppler harus dilakukan apabila seseorang mengalami gejala-gejala dari salah satu penyakit yang telah disebutkan di atas.

Pemeriksaan ini menjadi pemeriksaan pembuluh darah lain selain angiografi yang lebih bersifat lebih invasif karena dibutuhkan penyuntikan sebelum metode ini dilakukan.

Ketahui Prosedur USG Doppler

Pertama-tama, dokter akan mengoleskan jel dingin pada permukaan kulit di area tubuh yang diperiksa. Lalu, transduser atau alat pindai genggam diletakkan di atas permukaan kulit yang telah diolesi gel untuk memulai melakukan pemindaian. Alat ini melakukan pengiriman gelombang suara yang selanjutnya diperkuat dengan menggunakan mikrofon.

Baca juga:Ini Bedanya USG Doppler dengan USG Biasa

Kemudian, gelombang suara ini memantul jika bertemu dengan benda padat, tidak terkecuali sel darah. Kondisi ini bisa membantu memantau pergerakan sel darah ketika terjadi perubahan nada pantul pada gelombang suara yang dikenal efek Doppler. Gelombang suara ini yang membuat dokter mampu melakukan penilaian terhadap sirkulasi darah yang normal maupun tidak.

Adapun kondisi yang bisa terdeteksi dengan metode USG Doppler, antara lain:

  • Membantu melakukan pengecekan terhadap aliran darah janin, khusus untuk ibu hamil yang sekaligus bisa digunakan untuk memantau perkembangan sang janin.

  • Gumpalan yang terjadi pada pembuluh darah. Apabila gumpalan ini terlepas membuat sirkulasi darah pada bagian organ vital menjadi terhambat, seperti misalnya pada organ paru-paru

  • Adanya gumpalan darah yang menyebabkan aliran darah menjadi terhambat. Kondisi ini bisa memicu terjadinya stroke.

  • Sirkulasi darah pada pembuluh darah arteri dan vena pada bagian leher, lengan, dan kaki.

Prosedur USG Doppler umumnya nyaman, tidak berbahaya dan tidak membutuhkan waktu lama untuk dilakukan. Bahkan, pemeriksaan ini aman untuk janin yang ada di dalam rahim.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!