• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Jenis Dystonia yang Perlu Diwaspadai

Inilah Jenis Dystonia yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar istilah dystonia? Jika kamu mengidap penyakit ini, kamu perlu waspada. Dystonia merupakan sebuah kondisi medis yang ditandai oleh adanya gangguan pada pergerakan otot, sehingga otot akan berkontraksi secara berulang-ulang tanpa sadar. Secara umum, dystonia dibagi dan dibedakan menjadi beberapa jenis.

Gerakan berulang-ulang pada penyakit ini menyebabkan pengidap dystonia sering kali memiliki postur tubuh yang tidak biasa dan sering mengalami gemetar (tremor). Kondisi ini dapat memengaruhi satu otot, kelompok otot, atau seluruh tubuh. Biar lebih jelas, simak penjelasan seputar penyakit dystonia pada artikel ini!

Baca juga: Bukan Mitos, Ini Arti Kedutan pada Mata

Mengenal Dystonia dan Jenisnya

Dystonia disebabkan oleh kerusakan ganglia basal, yaitu struktur pada otak yang membantu mengontrol pergerakan tubuh. Dystonia yang menyerang pada bagian-bagian tubuh dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Dystonia multifokal memengaruhi lebih dari satu bagian tubuh yang tidak terkait,
  2. Dystonia segmental melibatkan bagian tubuh yang berdekatan.
  3. Dystonia umum memengaruhi sebagian besar atau seluruh tubuh.
  4. Hemidystonia, yaitu dystonia yang memengaruhi lengan dan kaki pada sisi tubuh yang sama.
  5. Dystonia fokal hanya memengaruhi bagian tubuh tertentu.

Baca juga: Tangan Bergetar, Cari Tahu Penyebabnya

Hal ini mungkin membuat kamu tiba-tiba diam membeku di tengah-tengah aktivitas yang sedang kamu jalani. Dystonia mungkin akibat dari mutasi genetik (dystonia primer) atau gangguan karena obat (dystonia sekunder). Kenali jenis-jenis dystonia berikut ini:

  1. Dystonia servikalis atau tortikolis, merupakan tipe dystonia yang paling umum. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang di usia paruh baya. Dystonia servikalis memengaruhi otot leher, menyebabkan kepala berputar dan berbalik, dan ditarik ke belakang atau ke depan secara tidak sengaja.
  2. Blepharospasm yang merupakan jenis dystonia yang memengaruhi mata. Biasanya dimulai dengan berkedip tak terkendali. Pada awalnya, kondisi ini hanya memengaruhi satu mata. Sampai pada akhirnya menyerang pada kedua mata. Kejang menyebabkan kelopak mata menutup secara tak sengaja. Terkadang kondisi ini mengakibatkan kedua mata tetap tertutup. Biasanya, orang yang mengalami kejadian ini adalah orang yang penglihatannya normal. Namun dengan terjadinya blepharospasm ini, menjadikan seseorang buta secara fungsional.
  3. Dystonia kranial yang memengaruhi otot kepala, wajah, dan leher.
  4. Dystonia spasmodik memengaruhi otot tenggorokan yang digunakan untuk berbicara.
  5. Dystonia tardive disebabkan oleh reaksi terhadap obat. Biasanya, gejalanya hanya sementara dan bisa diobati dengan pengobatan.
  6. Dystonia oromandibular yang menyebabkan kejang pada rahang, bibir, dan otot lidah. Dystonia ini dapat menyebabkan masalah bicara dan menelan.
  7. Dystonia torsio adalah kelainan yang sangat jarang terjadi. Kondisi ini memengaruhi seluruh tubuh dan secara serius menimpa orang yang mengidap penyakit ini. Gejala umumnya muncul pada masa kanak-kanak dan bertambah parah seiring bertambahnya usia. Peneliti telah menemukan bahwa dystonia torsio kemungkinan diwariskan dari orangtua, yang disebabkan oleh mutasi pada gen DYT1.
  8. Dystonia paroksismal bersifat episodik. Gejalanya hanya terjadi saat serangan. Selebihnya orang tersebut dalam kondisi normal.
  9. Kram penulis (writer’s cramp) adalah sejenis dystonia yang hanya terjadi saat menulis. Kondisi ini memengaruhi otot tangan atau lengan bawah.

Dystonia dapat memengaruhi bagian tubuh yang berbeda, dan sering kali gejala dystonia berkembang secara bertahap. Beberapa gejala awal meliputi kram pada kaki, sakit pada otot tangan yang timbul pada saat menulis, leher terasa, seperti ditarik-tarik, gejala menjadi lebih sering seiring berjalannya waktu, kesulitan saat berbicara, berkedip terus-menerus dan tidak bisa dikendalikan, stres, kelelahan, dan rasa cemas dapat memperburuk gejala yang dialami.

Baca juga: Bergerak-gerak Secara Spontan, Kenali Tanda Sindrom Taurette

Itulah jenis-jenis dystonia yang perlu diwaspadai. Jika kamu menemukan gejala-gejala seperti di atas, segera diskusikan dengan dokter ahli. Di Halodoc kamu bisa ngobrol langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Selain itu, kamu juga bisa membeli obat dan langsung diantar ke rumah kamu dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc segera di App Store dan Google Play!

Referensi:
Dystonia Foundation. Diakses pada 2020. Types of Dystonia.
NCBI. Diakses pada 2020. How Many Types of Dystonia? Pathophysiological Considerations.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Intrathecal Baclofen Pump.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Distonia.