24 October 2018

Inilah 9 Jenis Dystonia yang Perlu Diwaspadai

Dystonia,jenis dystonia,otot

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar istilah dystonia? Jika kamu mengidap penyakit ini, kamu perlu waspada. Dystonia merupakan sebuah kondisi medis yang ditandai oleh adanya gangguan pada pergerakan otot, sehingga otot akan berkontraksi secara berulang-ulang tanpa sadar.

Gerakan berulang-ulang ini menyebabkan pengidap dystonia sering kali memiliki postur tubuh yang tidak biasa dan terkadang gemetar (tremor). Kondisi ini dapat memengaruhi satu otot, kelompok otot, atau seluruh tubuh.

Dystonia disebabkan oleh kerusakan ganglia basal, yaitu struktur pada otak yang membantu mengontrol pergerakan tubuh. Dystonia yang menyerang pada bagian-bagian tubuh dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Dystonia multifokal memengaruhi lebih dari satu bagian tubuh yang tidak terkait.

  2. Dystonia segmental melibatkan bagian tubuh yang berdekatan.

  3. Dystonia umum memengaruhi sebagian besar atau seluruh tubuh.

  4. Hemidystonia, yaitu dystonia yang memengaruhi lengan dan kaki pada sisi tubuh yang sama.

  5. Dystonia fokal hanya memengaruhi bagian tubuh tertentu.

Hal ini mungkin membuat kamu tiba-tiba diam membeku di tengah-tengah aktivitas yang sedang kamu jalani. Dystonia mungkin akibat dari mutasi genetik (dystonia primer) atau gangguan karena obat (dystonia sekunder). Kenali jenis-jenis dystonia sebagai berikut:

  1. Dystonia servikalis atau tortikolis, merupakan tipe dystonia yang paling umum. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang di usia paruh baya. Dystonia servikalis memengaruhi otot leher, menyebabkan kepala berputar dan berbalik, dan ditarik ke belakang atau ke depan secara tidak sengaja.

  2. Blepharospasm yang merupakan jenis dystonia yang memengaruhi mata. Biasanya dimulai dengan berkedip tak terkendali. Pada awalnya, kondisi ini hanya memengaruhi satu mata. Sampai pada akhirnya menyerang pada kedua mata. Kejang menyebabkan kelopak mata menutup secara tak sengaja.

Terkadang kondisi ini menyebabkan kedua mata tetap tertutup. Biasanya, orang yang mengalami kejadian ini adalah orang yang penglihatannya normal. Namun dengan terjadinya blepharospasm ini, menjadikan seseorang buta secara fungsional.

  1. Dystonia kranial yang memengaruhi otot kepala, wajah, dan leher.

  2. Dystonia spasmodik memengaruhi otot tenggorokan yang digunakan untuk berbicara.

  3. Dystonia tardive disebabkan oleh reaksi terhadap obat. Biasanya, gejalanya hanya sementara dan bisa diobati dengan pengobatan.

  4. Dystonia oromandibular yang menyebabkan kejang pada rahang, bibir, dan otot lidah. Dystonia ini dapat menyebabkan masalah bicara dan menelan.

  5. Dystonia torsio adalah kelainan yang sangat jarang terjadi. Kondisi ini memengaruhi seluruh tubuh dan secara serius menimpa orang yang mengidap penyakit ini. Gejala umumnya muncul pada masa kanak-kanak dan bertambah parah seiring bertambahnya usia. Peneliti telah menemukan bahwa dystonia torsio kemungkinan diwariskan dari orangtua, yang disebabkan oleh mutasi pada gen DYT1.

  6. Dystonia paroksismal bersifat episodik. Gejalanya hanya terjadi saat serangan. Selebihnya orang tersebut dalam kondisi normal.

  7. Kram penulis (writer’s cramp) adalah sejenis dystonia yang hanya terjadi saat menulis. Kondisi ini memengaruhi otot tangan atau lengan bawah.

Dystonia dapat mempengaruhi bagian tubuh yang berbeda, dan sering kali gejala dystonia berkembang secara bertahap. Beberapa gejala awal meliputi:

  1. Kram pada kaki.

  2. Sakit pada otot tangan yang timbul pada saat menulis.

  3. Leher terasa seperti ditarik-tarik.

  4. Gejala menjadi lebih sering seiring berjalannya waktu.

  5. Kesulitan saat berbicara.

  6. Berkedip tak terkendali.

  7. Stres, kelelahan, dan rasa cemas dapat memperburuk gejala yang dialami.

  8. Gejala berawal dari satu area tertentu, seperti tungkai, leher, atau lengan. Distonia fokal yang timbul setelah usia 21 tahun umumnya berawal dari leher, lengan, atau wajah, dan bersifat fokal atau segmental.

Itulah jenis-jenis dystonia yang perlu diwaspadai. Jika kamu menemukan gejala-gejala seperti di atas, segera diskusikan dengan dokter ahli. Di Halodoc kamu bisa ngobrol langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Selain itu, kamu juga bisa membeli obat dan langsung diantar ke rumah kamu dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya segera di App Store dan Google Play!

Baca juga: