27 March 2019

Inilah Perbedaan Pneumotoraks Traumatik dan Pneumotoraks Nontraumatik yang Perlu Diketahui

Pneumotoraks Traumatik, pneumotoraks nontraumatik, membran serosa

Halodoc, Jakarta - Pneumotoraks merupakan suatu kondisi yang ditandai oleh hancurnya satu atau kedua paru-paru sekaligus. Kondisi ini terjadi akibat akumulasi udara atau gas antara pleura parietal dan organ dalam paru-paru. Pleura sendiri merupakan sebuah membran serosa yang terlipat. Organ ini membentuk dua lapis membran. Pneumotoraks umum terjadi pada seseorang dengan rentang usia 20-40 tahun yang memiliki postur tubuh kurus dan tinggi. Yuk, ketahui apa yang menjadi perbedaan antara pneumotoraks traumatik dan pneumotoraks nontraumatik.

Baca juga: Ketahui Penanganan Pneumotoraks Berdasar Tingkat Keparahannya

Ini Perbedaan Pneumotoraks Traumatik dan Pneumotoraks Nontraumatik

Berdasarkan penyebabnya, pneumotoraks dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Pneumotoraks traumatik yang disebabkan oleh cedera pada dinding paru-paru atau dada.
  2. Pneumotoraks nontraumatik yang terjadi secara spontan tanpa diawali cedera.

Kedua jenis pneumotoraks ini merupakan kondisi gawat darurat yang dapat mengancam nyawa bila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Kedua kondisi tersebut bisa saja bertambah parah jika terjadi tension pneumothorax, yaitu kondisi saat udara yang terkumpul pada rongga pleura tidak dapat keluar, sedangkan udara dari dinding dada dan paru-paru terus masuk menuju rongga tersebut. Kondisi ini akan menekan organ paru-paru, bahkan organ jantung.

Gejala pada Pneumotoraks Traumatik dan Pneumotoraks Nontraumatik

Pada kedua kondisi tersebut, gejala yang muncul meliputi jantung berdetak sangat kencang, napas pendek, pingsan, mudah lelah, pucat, nyeri pada dada, sesak napas, lemas, batuk, keringat dingin, jantung berdebar, serta sianosis atau warna kulit kebiruan karena kekurangan oksigen.

Jika kamu atau orang terdekat kamu tiba-tiba mengalami nyeri dada dan kesulitan bernapas, ini merupakan gejala utama dari pneumotoraks. Jika kondisi tersebut terasa sangat sakit, kamu disarankan untuk langsung menghubungi dokter secepatnya. Kondisi tersebut merupakan kondisi medis darurat yang membutuhkan penanganan secepatnya.

Baca juga: Ketahui 6 Penyebab Sakit Paru-Paru Sebelah Kiri

Penyebab Terjadinya Pneumotoraks Traumatik dan Pneumotoraks Nontraumatik

Penyebab utama dari pneumotoraks adalah pecahnya gelembung udara pada paru-paru. Pneumotoraks bisa saja dialami secara tiba-tiba oleh orang yang sehat sekalipun. Selain pecahnya gelembung udara pada paru-paru, beberapa penyebab terjadinya pneumotoraks adalah:

  • Seseorang yang sedang menggunakan alat bantu pernapasan atau ventilator. Karena penggunaan alat ini menjadikan tekanan udara dalam paru-paru meningkat dan berisiko menyebabkan robeknya kantung udara di paru-paru.
  • Mengidap penyakit paru-paru yang menyebabkan kerusakan jaringan paru-paru, seperti infeksi paru-paru, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), atau cystic fibrosis, yaitu penyakit genetika yang menyebabkan lendir-lendir di dalam tubuh menjadi kental dan lengket, sehingga menyumbat berbagai saluran, terutama saluran pernapasan dan pencernaan.
  • Adanya cedera pada dada akibat luka tembak atau tulang rusuk yang patah.
  • Pecahnya kavitas pada paru-paru akibat infeksi pada pengidap tuberkulosis atau tumor, yang dapat pecah sehingga menimbulkan pneumotoraks. Kavitas sendiri merupakan kantung abnormal yang terbentuk di dalam paru-paru.

Selain beberapa hal di atas, ada beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko terjadinya pneumotoraks pada seseorang, yaitu berjenis kelamin pria, berusia 20-40 tahun, merokok, dan pernah mengalami gangguan pada paru-paru. Untuk itu, jangan lupa untuk selalu menjalani hidup sehat dengan berhenti merokok, lakukan check-up secara rutin bagi seseorang yang pernah mengidap penyakit paru-paru, dan berhenti melakukan kegiatan fisik yang berat untuk paru-paru, seperti menyelam.

Baca juga: 4 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Lakukan Rontgen Paru-Paru

Jika kamu punya pertanyaan seputar masalah kesehatan, Halodoc bisa jadi solusinya! Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store