• Home
  • /
  • Banyak Perubahan Psikologis, Ini Sifat Bumil yang Mesti Diketahui Suami

Banyak Perubahan Psikologis, Ini Sifat Bumil yang Mesti Diketahui Suami

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Banyak Perubahan Psikologis, Ini Sifat Bumil yang Mesti Diketahui Suami

Halodoc, Jakarta - Berbicara kehamilan, pastinya juga membicarakan sederet perubahan fisik dan psikologis pada ibu hamil. Mengenai perubahan psikologis ini, apa kamu para suami sudah mengetahuinya? Jangan kaget atau geleng-geleng kepala bila nanti sifat ibu hamil jadi berubah seratus derajat.

Penyebab Perubahan Psikologis pada Ibu Hamil

Terlepas dari perubahan fisiologis, kehamilan bersinggungan dengan fenomena kompleks yang mencakup perubahan psikologis dan sosial. Kehamilan, terutama pada kehamilan pertama, merupakan peristiwa psikologis yang kuat. Di sini bumil mengalami banyak perubahan psikologis dalam hidupnya.

Contohnya, mulai dari ambivalensi (perasaan tidak sadar yang saling bertentangan terhadap situasi yang sama), perubahan suasana hati, kecemasan, kelelahan, kegembiraan, hingga depresi.

Ada studi menarik yang bisa kita simak mengenai kehamilan dan perubahan psikologi bumil, berjudul Pregnancy as a Psychological Event, yang dipublikasikan dalam US National Library of Medicine National Institutes of Health.

Ahli di sana berkata, kehamilan diidentifikasi sebagai pemicu potensial yang secara serius memengaruhi status psikis ibu hamil selama periode perinatal dan kesehatan bayi di dalam kandungan dan ketika lahir.

Studi tersebut juga mengatakan, hubungan yang tepat dari pasangan dan dukungan dari masyarakat, memainkan peran penting dalam mengatasi stres selama kehamilan.

Baca juga: Makanan Sehat untuk Pertumbuhan Otak Janin

Perubahan Psikologis pada Ibu Hamil

Nah, pertanyaan selanjutnya, seperti apa saja sifat bumil yang wajib diketahui suami? Nah, berikut ini perubahan psikologis bumil yang perlu diketahui pasangannya:

  1. Bad Mood Wajar Kok

Perubahan sikap dan emosi adalah hal yang wajar selama kehamilan. Makanya para suami tidak perlu heran bila suasana hati bumil naik-turun. Perubahan suasana hati ini bisa membuat bumil jadi gampang tersinggung, marah-marah, atau menangis.

Sifat ibu hamil berupa bad mood ini biasanya muncul pada trimester pertama kehamilan. Ketika memasuki trimester kedua, bumil mungkin sudah bisa mengontrol suasana hatinya.

Mau tahu penyebab di balik sifat ibu hamil yang satu ini? Di dalam tubuh ini terdapat peningkatan hormon estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini yang memengaruhi neurotransmitter (zat kimia di otak) yang mengatur suasana hati.

  1. Butuh Perhatian Lebih

Akibat perubahan sifat ibu hamil, suasana hati, sikap, dan emosi yang terjadi, membuat ibu hamil merasa ingin diperhatikan lebih oleh pasangannya. Kondisi ini bisa membuat ibu merasa lebih sehat, kuat, dan bahagia dalam menjalani kehamilan. Jika ibu sehat dan bahagia, maka kesehatan Si Kecil di dalam kandungan juga ikut terjaga.

  1. Lebih Sensitif

Bukan cuma rasa sensitif secara emosional karena dianugerahi kehamilan, perubahan hormon yang terjadi saat trimester pertama membuat ibu hamil jadi lebih sensitif terhadap rangsangan.

Rangsangan tersebut dirasakan berlebihan oleh ibu hamil melalui hidung. Contohnya, sedikit aroma yang tidak sedap dapat memicunya untuk merasakan mual dan muntah. Namun, tidak semua kadar kepekaan hidung ibu hamil sama. Setiap ibu hamil peka terhadap aroma yang berbeda-beda. Suami tidak perlu terlalu khawatir karena kepekaan hidung tersebut akan mereda saat memasuki trimester dua.

4. Cemas dengan Berat Badan

Selain tiga hal di atas, sifat ibu hamil yang satu ini juga harus dimengerti suami. Ingat, seiring pertumbuhan bayi di dalam kandungan, maka berat badan ibu hamil juga terus meningkat. Kecemasan akan kenaikan berat badan ini menjadi sifat baru ibu hamil.

Di kondisi ini, banyak ibu hamil yang cemas dan takut bila berat badannya tidak bisa kembali normal dengan cepat meski sudah melahirkan.

Oleh karena itu, suami harus memahami dan membantunya mengontrol kenaikan berat badan agar tidak naik berlebihan. Perlu diingat, yang ibu hamil butuhkan adalah nilai gizi yang lebih banyak dalam makanan, bukan jumlah atau porsi yang banyak namun kosong gizi.

Baca juga: 4 Mitos Hamil Muda yang Perlu Diketahui Calon Ibu

  1. Awas Depresi Bisa Mengancam

Masalah kejiwaan ini bisa berdampak serius pada kesehatan ibu dan bayi, bahkan menyebabkan janin stres. Oleh sebab itu, suami harus memperhatikan perubahan psikologi atau sifat ibu hamil yang berkaitan dengan depresi.

Contohnya, merasa tidak berharga, kurang berenergi, kurang tertarik dengan dunia sekitar, merasa bersalah, gelisah, hingga dilanda kesedihan berkepanjangan. Nah, andaikan bumil menunjukkan sikap ini, tidak ada salahnya untuk meminta bantuan profesional. Kamu bisa kok bertanya langsung pada psikolog atau dokter melalui aplikasi Halodoc.

Kesimpulannya, kehamilan melibatkan banyak perubahan psikologis dan somatik. Kehamilan juga bisa menjadi pemicu stres dan depresi yang bisa menyebabkan masalah kesehatan.

Oleh sebab itu, ibu hamil membutuhkan dukungan emosional dari pasangan, keluarga, dan lingkungan sekitarnya. Akan tetapi, dalam kasus tertentu, dukungan psikoterapi profesional juga diperlukan.

Referensi:
Baby Center. Diakses pada 2019. Depression during pregnancy.
American Pregnancy Association. Diakses pada 2019.  Depression In Pregnancy.
US National Library of Medicine National Institutes of Health. Diakses pada 2019. Pregnancy as a Psychological Event
WebMD. Diakses pada 2019. Pregnancy's Emotional Roller Coaster.