• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah yang Terjadi Pada Tubuh Saat Mengidap Bronkitis
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah yang Terjadi Pada Tubuh Saat Mengidap Bronkitis

Inilah yang Terjadi Pada Tubuh Saat Mengidap Bronkitis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 03 Januari 2022
Inilah yang Terjadi Pada Tubuh Saat Mengidap Bronkitis

“Bronkitis menjadi salah satu jenis penyakit paru-paru yang umum dialami pada perokok. Kondisi tersebut dibedakan menjadi dua jenis, yaitu akut dan kronis. Masing-masing tubuh manusia akan mengalami gejala bronkitis yang berbeda, tergantung pada jenisnya.”

Halodoc, Jakarta - Bronkitis adalah infeksi yang memicu peradangan di bronkus (saluran udara paru-paru). Bronkus berfungsi mengantarkan udara dari saluran napas atas menuju paru-paru, sekaligus mengeluarkannya. Dinding saluran bronkus juga menghasilkan lendir untuk menjebak partikel penyebab iritasi.

Sebagian besar kasus bronkitis terjadi ketika infeksi mengiritasi bronkus. Hal tersebut memicu dinding saluran memproduksi lendir lebih banyak. Secara alami, tubuh mengeluarkan lendir ekstra ini melalui batuk. Bukan hanya batuk saja, gejala bronkitis yang dialami dapat dibedakan berdasarkan jenisnya.

Gejala Bronkitis Dibedakan Berdasarkan Jenisnya

Pada paru-paru manusia, terdapat bronkus yang menjadi saluran pernapasan utama. Ketika seseorang mengidap bronkitis, maka saluran besar paru, seperti trakea dan bronkus mengalami peradangan akibat terinfeksi oleh virus atau bakteri. 

Sebagian besar kasusnya disebabkan oleh infeksi virus, seperti rhinovirus, respiratory syncytial virus (RSV), virus influenza, dan coxsackievirus. Pengidap bronkitis biasanya akan mengalami batuk-batuk yang bisa berlangsung selama satu minggu atau lebih.

Pengidap akan mengalami gejala bronkitis berbeda, tergantung jenis yang dialami. Terdapat dua jenis bronkitis, yaitu akut dan kronis. Ini gejalanya masing-masing:

1. Bronkitis Akut

Bronkitis akut biasanya disebabkan oleh infeksi dari jenis virus sama yang menyebabkan pilek dan flu. Selain itu, bronkitis akut juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, debu, alergen, rokok dan senyawa pembersih kimia. Penyakit ini dapat terjadi setelah seseorang mengidap flu atau infeksi di saluran pernapasan.

Risikonya semakin tinggi pada pengidap sinusitis kronis, alergi, amandel, dan pembengkakan kelenjar gondok. Kondisinya semakin serius jika dialami oleh pengidap sakit paru-paru dan jantung. Salah satu komplikasi yang bisa saja muncul adalah pneumonia.

Jenis bronkitis ini umum dialami oleh anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Meski bisa aja sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7–10 hari, gejala batuk yang muncul bisa bertahan lebih lama. Ini sejumlah kondisi yang dialami oleh pengidap bronkitis akut:

  • Sakit punggung dan otot.
  • Batuk kering yang disusul batuk berdahak.
  • Nyeri pada bagian dada.
  • Tubuh terasa panas dingin.
  • Badan terasa lelah dan pegal.
  • Mengalami sakit kepala.
  • Pilek dan sakit tenggorokan.
  • Demam ringan.
  • Sesak napas dan mengi.

2. Bronkitis Kronis

Bronkitis kronis adalah peradangan jangka panjang pada bronkus. Hal ini umum terjadi pada perokok aktif. Orang dengan bronkitis kronis cenderung lebih mudah mengalami infeksi paru-paru. Ketika gejala yang dialami semakin parah, kondisi tersebut adalah bisa berubah menjadi bronkitis akut.

Bronkitis kronis cenderung lebih banyak dialami oleh orang berusia 40 tahun ke atas. Masa pemulihannya pun lebih lama, yaitu hingga dua bulan. Bronkitis kronis juga bisa dimasukkan ke dalam kategori penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Berikut ini yang terjadi pada tubuh pengidap bronkitis kronis:

  • Batuk kering yang disusul batuk berdahak secara bertahap.
  • Terdengar mengi ketika bernapas.
  • Rasa tidak nyaman pada dada.
  • Kebiruan pada kuku, bibir, dan kulit akibat penurunan kadar oksigen.
  • Pembengkakan pada kaki.
  • Suara mengi yang muncul saat bernapas.
  • Gagal jantung.

Gejala bronkitis tersebut umumnya dialami oleh pengidap selama bertahun-tahun. Salah satu gejala yang bertahan lama, yaitu batuk berdahak. Jika gejala dibiarkan begitu saja, gejala bronkitis kronis dapat memicu sejumlah kondisi berikut:

  • Disabilitas, yang ditandai dengan keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan sensorik dalam jangka waktu lama.
  • Infeksi yang mempengaruhi saluran udara paru-paru.
  • Penyempitan dan penyumbatan saluran pernapasan.
  • Kesulitan bernapas.

Seperti pada penjelasan sebelumnya, gejala bronkitis yang muncul akan tergantung pada jenis yang dialami. Oleh karena itu, jangan lupa periksakan diri di rumah sakit terdekat dengan membuat janji lewat aplikasi Halodoc saat menemukan sejumlah gejalanya, agar langkah penanganan dapat dengan tepat dilakukan.

Jika kamu ingin mengetahui informasi menarik seputar kesehatan, gaya hidup, dan penyakit tertentu, download Halodoc sekarang juga, ya!

Referensi:
NHS UK. Diakses pada 2021. Bronchitis.
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2021. Chronic Bronchitis.
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2021. Acute Bronchitis.