23 March 2019

Jangan Asal Pijat Perut, Ini Bahayanya

Jangan Asal Pijat Perut, Ini Bahayanya

Halodoc, Jakarta – Pijat perut sering diusulkan bagi pengidap peranakan turun. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut “prolaps uteri”, kondisi saat rahim bergerak ke luar dari posisi normal sehingga posisinya turun menonjol di dalam Miss V. Usulan pijat bertujuan agar posisi rahim kembali ke posisi semula. Selain itu, pijat perut sering dilakukan bagi pengidap turun berok (hernia) atau wanita yang tak kunjung hamil setelah beberapa bulan menikah.

Baca Juga: Atasi Turun Berok dengan Pijat, Bolehkah?

Perlu Diingat, Pijat Perut Tidak Dianjurkan

Namun faktanya, pijat perut tidak anjurkan apalagi dilakukan sembarangan oleh bukan ahlinya. Pijat adalah teknik tradisional yang melibatkan tekanan pada tubuh. Sebenarnya pijat bertujuan untuk mengobati luka atau jaringan otot. Namun tak jarang, pijat menimbulkan nyeri sehari setelahnya. Kondisi ini merupakan dampak ringan yang mungkin terjadi, disebut sebagai post-massage soreness and malaise (PMSM).

Badan nyeri setelah pijat hanya konsekuensi ringan karena pada kasus yang parah, pijat perut berpotensi menyumbat usus (ileus). Akibatnya, makanan dan cairan tidak bisa melewati sistem pencernaan untuk dibuang menjadi kotoran (feses). Jika dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini memotong suplai darah ke area usus hingga menyebabkan kematian jaringan usus, perlubangan dalam dinding usus (perforasi), hingga infeksi rongga perut (perforasi).

Meski membahayakan, pijat perut diperbolehkan asal dilakukan oleh terapis profesional yang bersertifikat dan berpengalaman. Pasalnya mereka telah terlatih sehingga bisa memahami struktur organ dalam dan otot perut dengan benar. Hal ini bisa meminimalkan risiko penyumbatan usus akibat proses pijat yang dilakukan sembarangan.

Baca Juga: Ingin Pijat untuk Bayi, Ibu Harus Tahu Hal Ini

Pilihan Pengobatan Selain Pijat Perut

Pijat perut bukan solusi tunggal untuk mengatasi prolaps uteri, hernia, atau masalah kehamilan. Selain pijat perut, ada pilihan pengobatan lain yang lebih aman untuk mengatasi kondisi tersebut, yaitu:

  • Peranakan turun (prolaps uteri). Kondisi ini bisa ditangani dengan perbanyak minum air putih, konsumsi makanan berserat (buah dan sayuran), hindari mengangkat beban berat, senam kegel, jaga berat badan, dan berhenti merokok.
  • Turun berok (hernia). Pengobatannya tergantung pada besar benjolan dan tingkat keparahannya. Secara umum, turun berok diatasi dengan tindakan operasi. Perubahan gaya hidup dianjurkan untuk meringankan gejala, antara lain menghindari makanan pemicu asam refluks, menjaga berat badan, berhenti merokok, dan olahraga untuk menguatkan tulang di sekitar lokasi turun berok.
  • Masalah kehamilan, khususnya keluhan tak kunjung hamil setelah beberapa bulan menikah. Lebih baik bicara pada dokter dibandingkan langsung memutuskan pijat perut. Pasalnya kondisi ini disebabkan oleh banyak faktor seperti gangguan pada organ reproduksi, obesitas, frekuensi berhubungan intim, dan pernah menunda kehamilan. Penyebab ini hanya bisa diketahui lewat pemeriksaan medis oleh dokter.

Baca Juga: Nyeri Otot Habis Olahraga, Boleh Langsung Dipijat?

Itulah bahaya yang perlu diwaspadai jika kamu pijat perut sembarangan. Bila ada keluhan di area perut, sebaiknya diskusikan dengan dokter Halodoc. Kamu bisa menggunakan fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi psikolog atau psikiater kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!