21 March 2019

Jangan Kalah oleh Radikal Bebas, Cegah dengan Astaxanthin

Jangan Kalah oleh Radikal Bebas, Cegah dengan Astaxanthin

Halodoc, Jakarta - Nama ‘radikal bebas’ tentu sudah tidak asing lagi di telinga, bukan? Namun, tahukah kamu apa yang dimaksud dengan radikal bebas? Radikal bebas adalah sejenis molekul yang mengandung elektron yang tidak berpasangan, sehingga molekul ini menyumbang atau menerima elektron dari molekul lain. Sifat ini yang membuatnya tidak stabil, sangat reaktif, dan mampu menyerang berbagai molekul dalam tubuh.

Molekul dalam tubuh yang dapat diserang oleh radikal bebas adalah lipid, asam nukleat, dan protein. Serangan dari radikal bebas itu kemudian menyebabkan kerusakan sel, protein, dan DNA, sehingga dapat mengganggu keseimbangan tubuh. Secara alami, sebenarnya tubuh menghasilkan radikal bebas dari proses metabolisme dan berbagai reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh. Hal ini juga termasuk saat tubuh mencerna makanan, bernapas, bahkan saat melakukan olahraga.

Mengapa Radikal Bebas Berbahaya bagi Tubuh?

Radikal bebas yang hanya mempunyai satu elektron akan menarik elektron dari molekul dalam tubuh, sehingga molekul tersebut berubah menjadi radikal bebas juga. Hal ini membuat radikal bebas bertambah banyak dalam tubuh dan menyebabkan kerusakan sel.

Terlalu banyak radikal bebas dalam tubuh dapat membuat tubuh mengalami stres oksidatif. Stres oksidatif merupakan kondisi ketika jumlah radikal bebas dalam tubuh lebih banyak daripada pertahanan antioksidan (yang dapat mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas). Hal ini menyebabkan terjadinya berbagai kerusakan sel dalam tubuh seperti lipid, protein, dan asam nukleat.

Stres oksidatif ini kemudian dapat menyebabkan berbagai penyakit. Mulai dari radang sendi, penyakit jantung, aterosklerosis, stroke, hipertensi, tukak lambung, penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, kanker, sampai menyebabkan penuaan. Radikal bebas dapat merusak kode DNA, sehingga sel baru tumbuh dengan tidak benar dan menyebabkan penuaan.

Adakah yang Bisa Dilakukan untuk Mencegah Bahaya Radikal Bebas?

Ada satu jenis molekul dalam sel yang dapat mencegah radikal bebas mengambil elektron dan menyebabkan kerusakan sel. Nama molekul itu adalah antioksidan. Ya, keberadaan antioksidan dalam tubuh dapat membuat jumlah radikal bebas tetap terkendali. Lantas, dari mana kamu bisa mendapatkan antioksidan?

Sebenarnya tubuh, secara alami, mampu menghasilkan antioksidan. Namun, jumlahnya tidak mencukupi untuk dapat mengimbangi jumlah radikal bebas dalam tubuh. Oleh karena itu, kamu perlu mendapatkan antioksidan dari sumber luar, seperti misalnya dengan konsumsi berbagai macam makanan yang mengandung antioksidan.  

Antioksidan dalam makanan terdapat dalam bentuk beta karoten (vitamin A), lutein, vitamin C, vitamin E, likopen, dan fitonutrien lain, yang diperoleh dengan mengonsumsi banyak sayuran dan buah-buahan.

Contoh sayuran dan buah-buahan yang mengandung antioksidan adalah tomat, wortel, brokoli, kale bayam, jeruk, kiwi, buah beri, serta sayuran dan buah berwarna lainnya. Selain itu, antioksidan juga bisa diperoleh dari kacang-kacangan dan teh hijau.

Asupan Antioksidan Praktis dari Astaxanthin

Selain dari buah dan sayur yang telah dijabarkan tadi, asupan antioksidan juga bisa didapatkan dari astaxanthin, yaitu sejenis karotenoid yang dapat ditemukan di alam. Karotenoid adalah pigmen warna merah alami yang umum ditemukan dalam sayuran, salmon, dan alga merah. Mengapa astaxanthin?

Astaxanthin adalah antioksidan yang paling kuat yang pernah ditemukan di alam sejauh ini. Zat ini berguna untuk menjaga kesehatan jantung dan mengurangi peradangan pada tubuh yang disebabkan oleh radikal bebas. Astaxanthin dapat meremajakan sel-sel kulit, dengan cara menekan oksigen aktif yang terpapar sinar ultraviolet pada kulit. Paparan tersebut  menyebabkan keriput dan mempercepat penuaan kulit, terutama wajah. Selain meremajakan kulit, astaxanthin bermanfaat untuk menjaga kelembapan kulit.

Kabar baiknya lagi, manfaat astaxanthin dalam memerangi bahaya radikal bebas dalam tubuh kini bisa didapatkan dalam Astria. Sebagai suplemen antioksidan, Astria membantu tubuh tetap sehat dan terhindar dari bahaya radikal bebas. Tak tanggung-tanggung, suplemen ini memiliki kandungan antioksidan alami 550 kali lipat lebih besar dari vitamin E, dan 6.000 kali lipat lebih besar dari vitamin C. Enggak perlu khawatir, kandungan yang terdapat dalam Astria berasal dari bahan-bahan alami, sehingga tidak menyebabkan efek samping.

Keunggulan lain dari suplemen Astria adalah antioksidan yang terkandung di dalamnya tidak menghasilkan pro-oksidan atau radikal bebas yang baru. Selain itu, suplemen Astria adalah satu-satunya suplemen antioksidan dengan kemurnian 10 persen lebih merah dalam bentuk oil. Perlu diketahui bahwa semakin merah sebuah suplemen antioksidan, berarti semakin murni.

Kamu bisa dengan mudah membeli suplemen Astria di aplikasi Halodoc. Kamu bisa membeli suplemen Astria Astaxanthin dan produk kesehatan lain dengan mudah hanya dalam satu aplikasi. Pilih fitur Pharmacy Delivery, pesanan kamu akan dikirim ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!