02 August 2018

Jangan Sakit Hati, Ada Alasan Anak Berbohong

anak berbohong,alasan anak berbohong

Halodoc, Jakarta - Percayakah ibu, jika berbohong juga bagian dari tahapan perkembangan kemampuan berpikir anak? Hampir semua anak akan berbohong, dan alasan anak berbohong juga berkembang berdasarkan usia. Anak mulai berbohong bahkan sejak usia 2 tahun. Awalnya, Si Kecil mungkin tidak memahami apa itu berbohong, dan tidak tahu bahwa berbohong itu salah. Namun, Si Kecil bisa tetap melakukannya tanpa menyadari kalau sebetulnya dia sedang berbohong, terutama pada anak usia balita.

Ketika bicara pada Si Kecil tentang berbohong, ibu harus menunjukkan bahwa ibu tidak menyukai sikap itu. Sampaikan dengan eksplisit bahwa berbohong adalah perilaku yang salah dan jelaskan juga alasannya. Berikan penjelasan bahwa berbohong bisa meruntuhkan rasa percaya orang lain pada dirinya, dan makin sering dia berbohong, orang lain akan makin sulit untuk memercayainya ketika dia jujur. Setelah itu, ibu harus konsisten bersikap tegas pada anak soal berbohong. Karena, semakin sering anak lolos begitu saja setelah berbohong, kemungkinan sikap ini akan terus berlanjut. Jika ibu mendapati situasi ketika Si Kecil akan berbohong, segera bilang, “Ibu akan sangat senang kalau kamu jujur.”  

Baca juga: 6 Cara Membaca Gestur Seseorang Ketika Sedang Berbohong

Di samping itu, ketika anak memasuki usia remaja, anak akan cenderung memfilter apa yang ingin diceritakan ke orangtua, dan ini berbeda dari berbohong. Ini juga merupakan sikap yang sangat wajar terjadi. Psikiater anak dari Maryland, Amerika Serikat, Michael Brody, MD, mengatakan jika anak usia 13 atau 14 tahun menceritakan segala hal ke orangtua, tandanya ia belum berkembang. Sebagai orangtua, inilah waktunya ibu berlatih memberi kepercayaan pada anak, dan menahan keinginan untuk mengetahui segala hal tentang anak. Jadi, ibu enggak perlu sakit hati ya.

Lalu, apa saja alasan anak berbohong? Berikut ini adalah alasan berbohong anak sesuai dengan tahap perkembangan usianya.

Menghindari Sesuatu yang Tak Mereka Sukai

Anak usia dua tahun bisa juga berbohong. Misalnya, ada dua anak kembar, dan popok milik salah satu di antara mereka kotor. Saat ditanya, “siapa yang popoknya kotor?”, mereka akan menunjuk satu sama lain secara bersamaan. Atau ketika anak tak sengaja menyenggol vas bunga hingga pecah dan tidak mengaku ketika ibu tanya.

Pada kasus ini, anak berbohong karena menghindari sesuatu; hukuman, omelan, atau dalam kasus dua bayi kembar, mereka tidak suka menjalani ribetnya proses mengganti popok. Ibu tidak perlu memarahi atau menghukum anak balita yang mungkin masih belum paham kalau apa yang mereka lakukan itu salah. Karena itu, ibu tak perlu kesal dan menyudutkan Si Kecil dengan bertanya, “kamu yang pecahin, ya?”,  karena ini akan membuat anak takut dan berbohong. Alternatifnya, ibu bisa bertanya, “eh, vas bunganya pecah.”

Baca juga: Beranjak Dewasa, Ini Alasan Remaja Suka Membantah

Bohong Demi Kebaikan

Anak usia sekolah dasar, sekitar 6 tahun, mulai memiliki kemampuan untuk menilai sebuah situasi dan bertindak sesuai nilai yang ia percayai. Terkadang, sikap yang ia pilih adalah berbohong demi kebaikan, yaitu kebohongan yang bisa melindungi atau memberi keuntungan bagi orang lain, atau melindungi perasaan orang lain. Jadi, ibu tak perlu sakit hati ketika mengetahui situasi seperti itu, ya.

Merasa Tidak Mampu Menghadapi Situasi

Meskipun membuat ibu kesal, jika sesekali Si Kecil berbohong soal menggosok gigi atau PR dari sekolah, ini sebetulnya adalah hal yang wajar untuk usianya. Namun, jika Si Kecil terus menerus berbohong, artinya ibu perlu lebih waspada. Karena bisa jadi anak berbohong karena ia cemas dan merasa tidak mampu menangani situasi tertentu. Kebohongan anak dalam konteks ini bisa menjadi penanda bahwa ia sedang mengalami stres. Kalau situasinya seperti ini, ibu perlu mencari bantuan profesional untuk menghilangkan kebiasaan berbohong anak.

Baca juga: Inilah 5 Tanda Anak Sedang Stres

Jika anak mengalami masalah kesehatan, hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mengetahui penyebabnya. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tentang keluhan yang kamu alami, tanpa perlu ke luar rumah. Kamu juga bisa membeli obat dan vitamin lewat Halodoc, lho! Pesanan kamu akan dikirim ke tujuan dalam satu jam. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play!