Jangan Salah, Inilah Penjelasan tentang Dopamin

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Jangan Salah, Inilah Penjelasan tentang Dopamin

Halodoc, Jakarta - Dopamin adalah zat kimia di dalam otak yang bisa meningkat kadarnya saat seseorang mengalami sensasi yang menyenangkan. Aktivitas yang menyenangkan tersebut contohnya adalah mengonsumsi makanan enak, melakukan aktivitas seksual dan sebagainya. Fungsi dari dopamin sendiri sangat banyak, ia berperan besar dalam memengaruhi emosi, gerakan, sensasi kesenangan, konsentrasi dan merasakan rasa sakit. Oleh sebab itu, ketika zat ini kadarnya berlebih atau menurun, maka tindakan untuk menambah atau memodifikasi efek dopamin bisa dilakukan seperti dengan pemberian obat. 

Apa yang Bisa Menyebabkan Kadar Dopamin dalam Tubuh Menurun?

Seperti yang sudah dipahami, di dalam otak terdapat banyak sel saraf yang saling berkomunikasi satu sama lain. Hormon dopamin ini adalah substansi yang digunakan antar sel saraf untuk mengirimkan sinyal yang dilepaskan antar sel saraf. Jika kadarnya menurun, dapat dipastikan bahwa saraf otak tidak mampu bekerja dengan efektif dalam mengirimkan sinyal. Alhasil, aktivitas otak terganggu dalam mengatur berbagai fungsi kognitif dan motorik tubuh. Beberapa hal bisa menyebabkan kondisi menurunnya dopamin, antara lain:

  • Mengalami penyakit seperti depresi, skizofrenia, gangguan psikosis, dan penyakit Parkinson;
  • Penyalahgunaan obat-obatan;
  • Pola makan yang tidak sehat seperti tinggi gula dan lemak jenuh. Makanan tinggi lemak dan gula biasanya juga memiliki kadar nutrisi untuk menghasilkan hormon dopamin yang lebih sedikit seperti l-tirosin dan asam amino.

Jika kamu masih ingin tahu lebih dalam mengenai penyebab turunnya kadar dopamin, kamu bisa tanya dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa bertanya dengan dokter melalui Chat, Voice atau Video Call melalui satu aplikasi.

Baca juga: Kekurangan Dopamin Bisa Sebabkan Halusinasi, Kok Bisa? 

Apa Saja Gejala dari Kekurangan Hormon Dopamin?

Ada banyak sekali gejala yang muncul saat seseorang mengalami kekurangan hormon dopamin, gejala tersebut antara lain: 

  • Kram, kejang otot ataupun tremor;

  • Otot terasa kaku;

  • Nyeri otot;

  • Berkurangnya keseimbangan motorik;

  • Konstipasi;

  • Kesulitan mencerna dan menelan makanan;

  • Berat badan naik atau turun tanpa sebab;

  • Merasa tidak bertenaga;

  • Penurunan gairah seksual;

  • Merasa cemas;

  • Bergerak lebih lambat dari biasanya;

  • Berbicara lebih pelan dari biasanya;

  • Kurang awas terhadap lingkungan sekitar;

  • Mengalami gangguan suasana hati tanpa sebab yang jelas;

  • Mengalami gejala depresi seperti keinginan bunuh diri atau melukai diri sendiri;

  • Mengalami halusinasi dan delusi;

  • Kesulitan mengingat;

  • Mudah lupa;

  • Berperilaku impulsif dan destruktif.

Baca juga: Yang Terjadi pada Tubuh saat Kecanduan

Untuk mengatasi kekurangan dopamin, caranya tidak sesulit yang dibayangkan. Kamu bisa mengonsumsi lebih banyak gula, konsumsi makanan kaya tirosin seperti pisang, almond, apel, semangka, kacang-kacangan, telur dan daging serta mengurangi konsumsi kafein. Sementara itu, aktivitas yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kembali kadar dopamin adalah dengan mengendalikan stres, membuat jadwal olahraga rutin, serta cukup tidur.

Sementara itu, Bagaimana Jika Kadar Dopamin Berlebihan pada Tubuh?

Kondisi dopamin yang berlebih juga dikaitkan dengan berbagai gangguan mental, seperti misalnya skizofrenia dan gangguan bipolar. Kondisi ini bisa diatasi dengan meresepkan obat penghambat dopamin. Obat ini bekerja dengan cara membuat dopamin membutuhkan waktu lebih lama untuk berpindah dari satu neuron ke neuron lain sehingga mengurangi efek kelebihan dopamin. 

Sementara itu, kelebihan kadar dopamin yang tidak berlebihan mampu menguntungkan kondisi kesehatan mental maupun fisik. Akibatnya, kondisi ini meningkatkan kinerja seseorang dalam belajar ataupun bekerja. Beberapa gejala kelebihan yang bisa terjadi antara lain mudah gelisah, ketajaman kognitif, mudah senang, hedonisme, bersemangat, libido tinggi, hiperaktif, insomnia, maniak, kemampuan belajar tinggi, mudah bersosialisasi, mencari penghargaan, dan mudah stres.

Baca juga: Hilangkan Stres dengan Meditasi

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2019. Dopamine deficiency: What you need to know
Web MD. Diakses pada 2019. What Is Dopamine?