• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Samakan, Ini Bedanya Khawatir dan Kecemasan

Jangan Samakan, Ini Bedanya Khawatir dan Kecemasan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Banyak orang sering menggunakan istilah khawatir untuk menunjuk kondisi kecemasan dan begitu juga sebaliknya. Khawatir dan cemas memang mirip, tetapi nyatanya kedua kondisi psikologis tersebut sangatlah berbeda. Kamu mungkin berpikir tidak penting untuk mengetahui bedanya khawatir dan cemas, karena keduanya toh sama-sama untuk menunjukkan kondisi keresahan secara umum. Namun, tahukah kamu, rasa khawatir dan kecemasan bisa memberikan dampak yang berbeda terhadap emosi dan kesehatan psikologis kamu, lho. Yuk, simak bedanya khawatir dan cemas di bawah ini.

Baca juga: Apa Beda Gangguan Panik dan Gangguan Kecemasan?

1. Kekhawatiran Cenderung Dirasakan di Kepala, Sedangkan Kecemasan pada Tubuh 

Rasa khawatir biasanya hanya dirasakan oleh pikiran di kepala kita. Saat kita mengkhawatirkan sesuatu, pikiran kita menjadi penuh dan fokus dengan masalah tersebut. Namun, keresahan tersebut hanya sampai di kepala saja. Sedangkan kecemasan, merupakan perasaan yang lebih mendalam hingga bisa kamu rasakan sampai ke seluruh tubuh.

2. Kekhawatiran Cenderung Spesifik, Sedangkan Kecemasan Lebih Luas

Rasa khawatir biasanya cenderung dirasakan pada hal-hal yang spesifik. Misalnya, kamu khawatir akan terlambat sampai di bandara (masalah yang spesifik). Sedangkan kecemasan, biasanya dirasakan pada hal-hal yang lebih umum. Contohnya, kamu cemas untuk bepergian (amankah perjalanan nanti selama di pesawat atau bagaimana setelah tiba sampai di kota/negara tujuan).

3. Kekhawatiran Biasanya Hanya Berdampak pada Pikiran, sedangkan Kecemasan Memengaruhi Pikiran dan Mental

Perbedaan ini penting, karena dampak mental dan emosi yang disebabkan oleh kecemasan dapat memberi pengaruh yang jauh lebih besar pada kinerja kardiovaskular, dibanding rasa khawatir yang hanya berdampak pada pikiran saja secara emosional. Inilah mengapa kecemasan dapat membuat kamu sakit secara fisik juga.

Baca juga: Pernah Merasa Gugup Hingga Mual? Ketahui Penyebabnya

4. Kekhawatiran Memicu Pengidapnya untuk Menyelesaikan Masalah, sedangkan Kecemasan Tidak

Kekhawatiran dapat membuat kita berpikir untuk mencari solusi dan strategi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sedangkan kecemasan, ibarat roda hamster yang hanya membuat kita berputar-putar tanpa membawa ke solusi yang produktif. Hal ini karena sifat kecemasan yang meluas membuat seseorang yang mengalaminya menjadi lemah dan tidak bisa mencari penyelesaian masalah.

5. Rasa Khawatir Menyebabkan Tekanan Emosional Ringan, sedangkan Kecemasan Memberi Tekanan Emosional yang Parah

Kecemasan merupakan kondisi psikologis yang jauh lebih kuat daripada kekhawatiran. Itulah sebabnya kecemasan dapat lebih mengganggu dan menimbulkan masalah pada pengidapnya.

6. Kekhawatiran Disebabkan oleh Sesuatu yang Realistis daripada Kecemasan

Bila kamu khawatir dipecat karena punya kinerja yang buruk, maka itu disebut khawatir. Oleh karena sesuatu yang kamu khawatirkan tersebut realistis. Namun, bila kamu khawatir dipecat karena atasan sepertinya tidak memperhatikan atau jarang menyapa, maka itu namanya cemas. 

7. Kekhawatiran Cenderung Dapat Dikendalikan, sedangkan Kecemasan Jauh Lebih Sulit Diatasi

Dengan upaya pemecahan masalah dan strategi untuk mengatasi penyebab kekhawatiran kamu, maka dapat mengurangi rasa khawatir. Namun, kecemasan jarang bisa dikendalikan sendiri, karena itu orang yang cemas butuh pertolongan orang lain.

8. Kekhawatiran Cenderung Menjadi Kondisi yang Sementara, tetapi Kecemasan Dapat Bertahan Lama

Oleh karena kekhawatiran biasanya dapat memicu seseorang untuk mencari jalan keluarnya, makanya kekhawatiran bersifat sementara. Namun, kecemasan dapat bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama, bahkan berpindah dari satu fokus ke fokus lainnya. Misalnya, awalnya kamu mencemaskan pekerjaan, tetapi setelah itu mulai mencemaskan kesehatan, kemudian keuangan, dan lain-lain.

9. Kekhawatiran Tidak Memengaruhi Profesionalitas dan Kepribadian, tetapi Kecemasan Memengaruhi Kedua Hal Tersebut

Tidak ada orang yang akan mengambil cuti karena khawatir apakah anak remaja mereka akan lulus dalam ujian atau tidak. Namun, kecemasan dapat membuat seseorang merasa sangat gelisah, tidak nyaman, dan sulit berkonsentrasi, sehingga ia mungkin akan merasa terlalu tertekan untuk bekerja.

10. Kekhawatiran Dianggap Sebagai Kondisi Psikologis yang Normal, sedangkan Kecemasan Tidak

Bila terjadi dalam tingkat dan durasi tertentu, kecemasan bisa dianggap sebagai gangguan mental yang memerlukan perawatan psikologis atau pengobatan.

Baca juga: 15 Gejala yang Timbul dari Gangguan Kecemasan

Jadi, bila kamu sedang merasa cemas hingga mengganggu aktivitas kamu sehari-hari, coba bicarakan saja pada psikolog Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui fitur Chat with A Doctor dan berbicara melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Psychological Today. Diakses pada 2019. 10 Crucial Differences Between Worry and Anxiety.