14 August 2018

Kadar Trombosit Normal dalam Tubuh

trombosit, cara menaikkan jumlah trombosit,trombosit normal

Halodoc, Jakarta - Secara umum, darah adalah bagian tubuh yang cukup penting karena berfungsi sebagai pengangkut nutrisi, oksigen, dan hormon ke seluruh bagian tubuh. Saking pentingnya, apabila kamu mengalami pendarahan yang membuat darah keluar banyak dan tidak segera ditangani, nyawamu menjadi taruhannya.

Nah, bagian darah yang berperan untuk proses pembekuan saat terjadi luka adalah trombosit atau keping darah. Trombosit akan bereaksi jika pembuluh darah rusak atau mengalami luka. Ia akan bergegas bergerak ke lokasi luka dan membentuk sumbatan awal agar luka menjadi mengkerut.

Tidak hanya itu, kadar trombosit juga dapat digunakan sebagai deteksi dini akan kondisi yang dapat menyebabkan penggumpalan darah. Sehingga, sangat penting untuk memiliki jumlah trombosit normal agar terhindar dari berbagai jenis penyakit.

Baca juga: Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Kurang Darah dan Darah Rendah

Kadar Trombosit Normal

Darah dalam tubuh manusia pun disusun oleh dua unsur, yaitu plasma darah (cairan darah) dan sel darah. Namun, sel darah pun terbagi lagi menjadi sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah atau trombosit (platelet).

Trombosit dapat ditemukan dalam darah dan limpa. Sel darah ini tidak berwarna dan memiliki siklus hidup hanya selama 10 hari. Setelah lewat 10 hari pun, tubuh akan memperbaharui persediaan trombosit baru di sumsum tulang.

Untuk mengetahui jumlah trombosit pun biasanya akan dilakukan pemeriksaan darah lengkap. Jumlah normalnya pun sekitar 150.000 hingga 450.000 trombosit per mikroliter.

Penyakit Seputar Trombosit

Kondisi trombosit yang kurang dari 150.000 per mikroliter dapat menyebabkan perdarahan internal yang berakibat fatal, karena dapat terjadi di otak atau pun saluran cerna. Tanda dan gejala yang muncul dapat berupa mudah memar atau lebam, tampak ruam atau bintik-bintik ungu kemerahan di kulit, adanya darah pada urine atau feses, mudah lelah, kulit dan mata tampak kuning, limpa yang membesar, serta terjadi perdarahan dari gusi atau hidung.

Kondisi rendahnya trombosit ini pun biasanya merupakan efek dari konsumsi obat-obatan tertentu dan penyakit. Penyakit yang membuat kondisi ini muncul antara lain leukimia, gangguan ginjal, kehamilan, gangguan sistem imun, kekurangan zat besi dan asam folat, serta infeksi sepsis dan demam berdarah.

 

Selain itu, trombosit juga bisa melebihi kadar yang seharusnya. Gejala yang muncul yaitu pembekuan darah yang menghalangi suplai darah ke otak atau jantung. Penyebabnya bisa meliputi infeksi dan pembengkakan pada sumsum tulang belakang, kanker, atau reaksi terhadap obat-obatan.

Cara Menaikkan Jumlah Trombosit

Pada kenyataannya, kasus kekurangan trombosit biasanya lebih sering dijumpai karena wabah demam berdarah. Selain dengan pengobatan dari pihak medis, kamu juga dapat menaikan jumlah trombosit dalam darah dengan bahan alami, antara lain:

  1. Bayam

Bayam adalah sumber utama vitamin K yang memang dapat membantu menghentikan pendarahan. Rebuslah bayam dengan 2 gelas air dan biarkan mendidih hingga tersisa 1 gelas. Minum airnya setiap hari hingga hasil pemeriksaan darah menyatakan bahwa trombositmu normal.

  1. Jambu Biji

Sudah merupakan rahasia umum bahwa jambu biji baik untuk mengobati demam berdarah. Konsumsilah setiap hari dengan cara dimakan langsung atau dijus.

  1. Kacang-Kacangan

Bermacam jenis kacang seperti almond, kacang tanah, walnut, dan pistachio adalah sumber vitamin D, K, dan fibrinogen. Kacang-kacangan ini mampu membantu penyerapan kalsium, sehingga kadar trombosit akan meningkat. Konsumsi kacang-kacangan tersebut dengan cara langsung atau direbus agar lebih sehat.

Baca juga: Kacang untuk Diet Harian yang Mudah

Jika sewaktu-waktu mendapati gejala trombosit yang turun, ceritakan masalah ini dan temukan solusi terbaiknya dengan mudah melalui aplikasi Halodoc. Halodoc merupakan aplikasi yang dapat menghubungkan kamu dengan ribuan dokter umum atau spesialis di Indonesia. Ingin berdiskusi soal kesehatan? Halodoc akan menjadi sahabatmu yang paling bisa diandalkan. Tunggu apalagi? Segera download aplikasi Halodoc hanya di App Store dan Google Play!