Kanker Mata Bisa Dideteksi Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kanker Mata Bisa Dideteksi Sejak Dini

Halodoc, Jakarta - Mau tahu betapa seriusnya penyakit kanker mata pada anak secara global? Menurut catatan WHO, tiap tahunnya terdapat 7.000 hingga 8.000 kasus kanker pada baru pada anak di dunia. Cukup mengkhawatirkan, bukan? 

Seperti namanya, kanker mata merupakan kondisi ketika sel-sel abnormal di jaringan mata tumbuh tak terkendali. Hal yang bikin resah lagi, sel-sel abnormal ini juga bisa menyebar ke daerah lainnya. 

Pertanyaannya, benarkah kanker mata dapat dideteksi sejak dini? Lalu, bagaimana sih cara mendeteksi kanker mata? 

Menjadi Kabur hingga Perubahan Warna 

Sebelum menjawab cara mendeteksi kanker mata, ada baiknya untuk berkenalan terlebih dahulu dengan gejala kanker mata. Seseorang yang mengidap kanker mata, umumnya akan mengalami berbagai keluhan. 

Namun, keluhan yang muncul ini akan bergantung dari jenis kanker mata yang diidap oleh dirinya. Nah, berikut ini gejala-gejala kanker mata yang umumnya dialami oleh pengidapnya:

  • Penglihatan kabur.

  • Kehilangan sebagian atau seluruh penglihatan.

  • Bermata juling.

  • Melihat benda-benda yang berterbangan (floaters), atau bintik-bintik.

  • Terdapat bintik gelap pada iris, bintik gelap ini tampak pada melanoma iris dan dapat terlihat pada pemeriksaan mata rutin.

  • Melihat kilatan cahaya, bercak, garis bengkok, atau bayangan.

  • Mata atau kelopak mata membengkak.

  • Mata merah dan mengalami peradangan

  • Perubahan warna pada iris mata. 

Baca juga: Benarkah Paparan Sinar Ultra Violet Matahari Picu Kanker Mata?

Segeralah temui dokter bila mengalami gejala-gejala di atas. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan penanganan dan saran medis yang tepat

Kembali ke judul utama, bagaimana sih cara mendeteksi kanker mata sejak dini? 

Deteksi Dini Lewat Pemeriksaan Rutin

Meski kanker mata lebih jarang terjadi dibandingkan kanker jenis lainnya, tetapi para ahli tetap merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan mata tahunan. Apalagi bagi mereka yang berisiko lebih tinggi mengalami kanker mata jenis melanoma. Misalnya, pada pengidap sindrom nevus displastik. 

Pemeriksaan mata secara teratur merupakan bagian penting dari perawatan kesehatan mata setiap orang. Jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin, bahkan meski tidak memiliki keluhan pada mata. Sebab, sering kali kanker mata melanoma ditemukan selama pemeriksaan rutin. 

Dalam pemeriksaan rutin ini, dokter akan menelisik kondisi mata dengan lebih detail. Misalnya, gejala atau keluhan yang dialami (termasuk di dalamnya gejala kanker mata), kemampuan penglihatan mata, pergerakan bola mata, hingga pembuluh darah mata. 

Nah, bila dokter mencurigai adanya kanker mata pada diri pasien, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan agar hasil tes lebih akurat. Misalnya, lewat tes pemindaian, seperti USG mata, CT scan, atau MRI untuk mengetahui lokasi dan ukuran sel kanker.

Selain tes-tes di atas, dokter mungkin saja melakukan pemeriksaan biopsi atau tes pungsi lumbal untuk melihat telah menyebar ke organ lainnya atau tidak. 

Oleh sebab itu, segeralah temui dokter bisa mengalami keluhan atau keanehan pada mata. Lebih bagus lagi bila pemeriksaan mata dilakukan secara rutin tiap tahunnya. 

Baca juga: 3 Cara Mencegah Kanker Mata yang Perlu Diketahui 

Mutasi Gen dan Pemicunya

Lantas, kira-kira apa sih yang menyebabkan kanker mata? Sayangnya, hingga kini penyebab kanker mata yang baru diketahui adalah mutasi gen pada jaringan mata. Mutasi ini terutama terjadi pada gen yang mengatur pertumbuhan sel.

Dalam kondisi normal, sel akan membelah diri secara teratur untuk mengganti sel yang telah rusak. Nah, terdapat gen-gen yang mengatur kapan sel mulai dan berhenti membelah diri. Gen-gen inilah yang berfungsi agar sel tak membelah diri secara liar dan tak terkontrol. 

Namun, perubahan atau kelainan DNA pada gen ini menyebabkan gen pengatur pembelahan sel tak berfungsi. Alhasil, sel-sel mata membelah diri tanpa terkendali. Selain itu, ada pula beberapa kondisi yang terkait dengan kanker mata, yaitu:

  • Warna mata yang lebih terang, seperti hijau, biru, atau abu. Pasalnya, mata yang lebih terang memiliki lebih sedikit pigmen untuk melindungi dari sinar UV berbahaya.

  • Kulit putih lebih sensitif terhadap cahaya matahari dan dapat menyebabkan jenis kanker lainnya yang dapat menyebar ke mata.

  • Tahi lalat yang bersifat kanker.

  • Paparan sinar matahari.

  • Kondisi turunan, akibat perubahan DNA yang dapat menyebabkan kanker mata.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Eye melanoma.
American Cancer Society. Diakses pada 2019. Eye Cancer.