05 March 2019

Kapan Waktu yang Tepat Bumil Melakukan Cardiotocography (CTG)?

Kapan Waktu yang Tepat Bumil Melakukan Cardiotocography (CTG)?

Halodoc, Jakarta – Banyak hal yang perlu ibu persiapkan untuk menyambut kelahiran sang buah hati. Tidak hanya kesehatan ibu yang perlu diperhatikan, kesehatan janin menjadi hal yang penting untuk diketahui agar persalinan dapat berjalan dengan baik. Selain melakukan USG, ibu bisa melakukan Cardiotocography atau dikenal dengan istilah CTG untuk memantau kesehatan bayi dalam kandungan.

Cardiotocography atau CTG adalah cara yang bisa ibu lakukan untuk memantau denyut jantung pada bayi, menilai kontraksi rahim ibu apakah kekuatan dan frekuensi kontraksi normal dan cukup kuat.

Dengan mengetahui kondisi denyut jantung bayi dalam kandungan, ibu akan lebih mudah mengetahui kondisi kesehatan bayi. Tidak hanya denyut bayi, gerakan bayi dalam kandungan akan terpantau dengan mesin CTG. Pemeriksaan menggunakan mesin CTG sebaiknya digunakan sebelum masa persalinan dan selama masa persalinan berlangsung.

Saat bayi dalam keadaan sehat, denyut jantung bayi semakin meningkat ketika bayi bergerak. Begitu ketika bayi sedang terdiam atau beristirahat, denyut jantung akan kembali normal. Jika hasil CTG baik, ini menandakan asupan oksigen masih cukup baik untuk keperluan aktivitas bayi dalam kandungan dan gerak jantung. Denyut jantung bayi yang terlalu lambat bisa menandakan kondisi yang kurang baik atau kondisi lain yang memerlukan pengecekan lebih lanjut oleh dokter.

Baca juga: Begini Cara Menjaga Kehamilan Bagi Ibu yang Super Sibuk

Penggunaan CTG Secara Berkala

Rutin melakukan kontrol pada dokter bisa menjadi upaya agar persalinan bisa berjalan dengan lancar. Tentu pada ibu yang memiliki keluhan atau penyakit selama masa kehamilan, penggunaan CTG tentu akan lebih sering dilakukan.

Misalnya saat ibu memiliki penyakit diabetes atau hipertensi, maka penggunaan CTG lebih sering dilakukan untuk memantau kondisi bayi dalam kandungan. Tidak hanya itu, pemeriksaan CTG nyatanya akan dilakukan secara berkala ketika ibu memiliki kondisi tertentu saat masa kehamilan. Misalnya ibu mengandung anak kembar, kesehatan ibu sering turun atau pergerakan janin yang tidak teratur.

Cara Kerja CTG

CTG memiliki bentuk yang cukup berbeda dengan USG. Jika USG dilakukan dengan menggunakan probe yang berfungsi sebagai penerima gelombang suara sehingga dapat menghasilkan gambar bayi dalam kandungan, CTG memiliki bentuk seperti dua piringan kecil yang dipasangkan pada perut ibu seperti sabuk pengaman untuk menangkap gelombang suara, yang akan menghasilkan grafik pergerakan maupun denyut jantung bayi dalam kandungan.

Dua piringan kecil ini dipasang pada bagian perut bawah dan perut atas. Kedua piringan memiliki fungsi yang berbeda yaitu untuk mengukur denyut jantung bayi dan tekanan yang terjadi pada perut ibu. Penggunaan CTG berlangsung selama 20 menit.

Biasanya hasil CTG bisa langsung dibacakan oleh dokter atau bidan yang mendampingi saat proses kehamilan berlangsung. Tidak ada salahnya untuk bertanya hasil CTG agar ibu bisa memastikan kesehatan bayi maupun ibu untuk mempersiapkan persalinan. Sebaiknya, konsumsi makanan sehat atau beristirahat sebelum ibu melakukan CTG karena hal ini dapat memengaruhi hasil CTG.

Jika ibu memiliki masalah kesehatan selama masa kehamilan, ibu bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter. Yuk download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga.

Baca juga: 11 Kondisi yang Memerlukan Cardiotocography (CTG) pada Ibu Hamil