09 October 2018

Kenali 4 Jenis Dermatitis dan Cara Mengatasinya

Kenali 4 Jenis Dermatitis dan Cara Mengatasinya

Halodoc, Jakarta – Dermatitis adalah suatu kondisi di mana terjadi peradangan pada kulit yang menyebabkan ruam yang gatal sehingga kulit membengkak dan memerah. Kulit yang terkena dermatitis biasanya melepuh, mengeluarkan cairan, mengembangkan kerak, bahkan mengelupas.

Dermatitis merupakan kondisi umum yang tidak menular, tetapi dapat membuat kamu merasa tidak nyaman dan sadar diri. Kombinasi langkah perawatan diri dan obat-obatan dapat membantu kamu mengobati dermatitis. Ada beberapa jenis dermatitis yang menyebabkan berbagai reaksi kulit yang berbeda.

Ada baiknya kamu mengenali jenis-jenis dermatitis untuk mengetahui cara terbaik mengatasi dermatitis.

  1. Dermatitis Atopik (Eksim)

Biasanya, kondisi ini dimulai pada masa bayi di mana terjadi ruam merah dan sensasi gatal pada kulit menekuk, seperti disiku, belakang lutut, dan di area depan leher. Ketika tergores, ruam dapat mengeluarkan cairan dan mengeras. Biasanya pemicu dari dermatitis atopik adalah penggunaan sabun ataupun deterjen yang tidak sesuai, stres, kelembapan rendah, cuaca dingin serta pemicu-pemicu yang sifatnya lebih personal lainnya.

  1. Dermatitis Kontak

Dermatitis kontak adalah ruam merah dan gatal yang disebabkan oleh kontak langsung dengan suatu zat atau reaksi alergi terhadapnya. Ruam tidak menular atau mengancam jiwa, tetapi bisa sangat tidak nyaman. Banyak zat dapat menyebabkan reaksi seperti itu, termasuk sabun, kosmetik, wewangian, perhiasan, dan tanaman tertentu.

  1. Dermatitis Seboroik

Efek dermatitis jenis ini menyebabkan kulit mengalami bercak bersisik, kulit memerah, bahkan ketombe yang membandel. Biasanya, dermatitis seboroik memengaruhi area kulit yang berminyak, seperti wajah, dada bagian atas, dan punggung. Selain itu, orang yang mengalami dermatitis seboroik rentan mengalami pengulangan setiap kali sembuh.

  1. Dermatitis Stasis

Dermatitis jenis ini juga kerap disebut dengan dermatitis gravitasi, eksim vena, dan dermatitis stasis vena. Dermatitis stasis paling sering terjadi di kaki bagian bawah karena vena kaki memiliki katup satu arah yang memainkan peran penting dalam sirkulasi darah. Katup ini mendorong darah ke atas kaki. Seiring bertambahnya usia, katup ini dapat melemah dan berhenti bekerja dengan baik. Beberapa darah bisa bocor keluar dan menggenang di kaki. Dokter kulit kamu mungkin menyebut ini sebagai insufisiensi vena.

Kondisi ini berkembang pada orang yang memiliki sirkulasi darah yang buruk. Oleh karena aliran darah yang buruk biasanya terjadi di kaki bagian bawah adalah tempat dermatitis stasis sering berkembang. Kondisi ini bisa terjadi pada satu atau kedua kaki. Dermatitis stasis dapat berkembang di bagian tubuh yang lain, tetapi ini jarang terjadi.

Penanganan Dermatitis

Selain penanganan medis, kamu bisa merawat kulit yang mengalami dermatitis melalui beberapa cara, seperti:

  1. Menjaga kebersihan lewat mandi

Menjaga kebersihan memang menjadi salah satu cara penanganan dermatitis. Meskipun begitu mandi tidak sembarang mandi, tetapi membatasi durasi mandi juga penting. Idealnya mandi adalah maksimal 10 menit dengan penggunaan air hangat bukan air panas. Meneteskan olive oil sebelum mengguyur badan dengan air juga efektif.

  1. Pemilihan sabun yang tepat

Pemilihan sabun yang tepat adalah salah satu upaya untuk merawat dan mencegah kondisi dermatitis semakin parah. Pilihlah sabun yang lembut dengan aroma ringan ataupun tanpa aroma lebih baik. Beberapa produk sabun dapat mengeringkan kulitmu karenanya gunakan sabun yang mengandung pelembap.

  1. Mengeringkan diri hati-hati

Mengeringkan diri hati-hati ketika tubuh sedang basah adalah upaya untuk menghindari iritasi dan pergesekan yang kasar antara kulit dan handuk. Tepuk-tepuk kulitmu dengan handuk lembut dan jangan mengusapnya dengan kasar.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai jenis-jenis dermatitis dan cara penanganan terbaiknya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Hubungi Dokter, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: