Kenali 8 Gejala Sifilis pada Wanita

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Kenali 8 Gejala Sifilis pada Wanita

Halodoc, Jakarta - Kebanyakan orang sering merasa malu jika terkena penyakit kelamin. Hal ini mencerminkan bahwa pengidapnya menjalankan aktivitas seksual yang kurang sehat sehingga bakteri dapat tertular dan menyebabkan penyakit. Salah satu penyakit kelamin yang banyak jadi perbincangan adalah sifilis atau raja singa. Bakteri penyebabnya yakni Treponema pallidum tidak menginfeksi alat kelamin, tetapi juga kulit, mulut, dan sistem saraf.

Jika terdeteksi lebih awal, sifilis mudah disembuhkan dan tidak menyebabkan kerusakan permanen. Dalam dua tahap pertama, sifilis dengan mudah diobati dengan menggunakan antibiotik. Tetapi jika sifilis tidak diobati dalam 12 bulan, bakteri ini akan laten, artinya bakteri tersebut masih ada di tubuh tetapi mungkin kamu merasakan gejala selama bertahun-tahun. Parahnya, sepuluh hingga 30 tahun ke depan, penyakit ini bisa menjadi aktif lagi.

Pada tahap ketiga ini sifilis dapat merusak otak, saraf, mata, jantung, dan organ lain, yang akhirnya menyebabkan kebutaan, kelumpuhan dan bahkan kematian.

Berikut adalah delapan gejala sipilis pada wanita yang perlu kamu ketahui:

1. Luka yang Tidak Menyebabkan Nyeri

Pada tahap pertama sifilis, yang berlangsung tiga sampai enam minggu, kamu mungkin menemukan luka di tempat infeksi. Luka ini tidak menimbulkan rasa sakit, namun terdapat semacam kantong vesikular atau kantong yang berisi cairan kecil. Luka ini ada beberapa di satu area, masing-masing sedikit lebih besar dari jerawat, atau sekitar setengah sentimeter lebarnya. Segera periksakan ke dokter sebab jika tidak sifilis berlanjut ke tahap selanjutnya.

2. Demam dan Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Gejala lain yang dapat muncul pada setiap tahap sifilis adalah demam ringan, umumnya sekitar 38 hingga 38,1 derajat Celcius. Demamnya mungkin tidak berlangsung lama, atau bisa beberapa hari. Kita semua tahu demam adalah gejala umum dari berbagai penyakit, namun jika dibarengi dengan perkembangan kelenjar getah bening, maka segera periksakan diri ke dokter.

3. Ruam Kulit

Gejala sifilis pada wanita selanjutnya adalah mulai muncul ruam pada kulit. Ruam ini akan muncul saat sifilis sudah masuk ke tahap sekunder akibat pengobatan di tahap awal tidak dilakukan. Ruam mungkin ditemukan di beberapa bagian tubuh secara acak, bentuknya seperti tonjolan merah yang kecil dan kasar, dan tidak terdeteksi karena tidak menyebabkan gatal. Ruam sifilis paling sering muncul di telapak tangan atau telapak kaki. Pada titik ini, bakteri sifilis telah melakukan perjalanan melalui darah. Jadi pada tahap ini, bakteri sifilis akan mulai mempengaruhi bagian tubuh lain di luar tempat sifilis pertama kali menyerang.

4. Luka di Mulut, Miss V atau Anus

Tanda lain dari sifilis tahap sekunder adalah ditemukannya luka berukuran 1 hingga 3 cm. Luka ini biasanya berwarna abu-abu atau putih yang muncul di area yang lembap seperti mulut, ketiak atau selangkangan. Luka ini bentuknya seperti kutil, agak terangkat dan tidak sakit, bahkan mereka dapat salah didiagnosis sebagai kutil kelamin. Untungnya luka ini tidak menyebabkan rasa  nyeri.

5. Kerontokan Rambut yang Berlebihan

Gejala sifilis pada wanita saat masuk tahap sekunder selanjutnya adalah adanya bintik-bintik botak di kulit kepala yang dikenal sebagai alopecia sifilis. Gejala ini bukan gejala yang besar, namun kamu harus curiga saat rambut rontok tersebut diakibatkan karena luka di kepala. Tapi kamu juga tidak perlu khawatir akan kebotakan sebab setelah sifilis diobati, rambut dapat tumbuh kembali.

6. Berat Badan Turun

Beberapa wanita mengalami penurunan berat badan sebanyak beberapa kilogram pada sifilis tahap kedua. Namun penurunan berat badan ini tidak terjadi secara drastis. Selain dari penurunan berat badan ini, gejala sifilis pada wanita selanjutnya adalah sakit kepala, nyeri otot, sakit tenggorokan dan kelelahan, yang semuanya hilang dengan atau tanpa pengobatan.

7. Berkurangnya Respon Sensorik

Setelah sifilis yang tidak diobati mencapai tahap ketiga atau tersier, bakteri akhirnya dapat mempengaruhi otak. Tahap ini dikenal sebagai neurosifilis yang jika tidak diobati dapat menyebabkan meningitis, atau peradangan otak dan sumsum tulang belakang. Selain sakit kepala dan kesulitan mengkoordinasi gerakan otot, gejala lain termasuk perilaku yang berubah, kelumpuhan, defisit sensorik, dan demensia.

8. Penglihatan Kabur

Kondisi ini merupakan efek tersier lain dari sifilis yang tidak diobati, saat bakteri  mempengaruhi saraf optik di otak. Gejala dapat mencakup perubahan penglihatan hingga kebutaan permanen.

Itulah beberapa gejala sifilis pada wanita yang menyerang. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal penyakit sifilis, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Baca Juga: