19 November 2018

Kenali Cara Penyebaran Filariasis

Kenali Cara Penyebaran Filariasis

Halodoc, Jakarta – Filariasis adalah penyakit kaki gajah yang bersifat menular. Filariasis disebabkan oleh cacing filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk, seperti Wuchereria bancrofti,  Brugia malayi dan Brugia timore. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut bahwa jumlah pengidap filariasis di dunia tahun 2000 sebanyak 120 juta orang. Sementara jumlah pengidap filariasis di Indonesia hingga tahun 2016 adalah 13.032 kasus.

Filariasis Menular Melalui Gigitan Nyamuk

Filariasis masuk ke tubuh manusia dan menular melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Parasit filaria tumbuh dewasa dalam bentuk cacing dan bertahan hidup selama 6 - 8 tahun, lalu terus berkembang biak dalam jaringan limfa manusia. Infeksi ini biasanya terjadi sejak masa kanak-kanak dan menyebabkan kerusakan pada sistem limfatik yang tidak disadari jingga munculnya gejala, yakni berupa pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Gejala filariasis terbagi dalam tiga kategori, yaitu kondisi tanpa gejala, akut, dan kronis. Meskipun filariasis masih dalam kondisi tanpa gejala, infeksi ini tetap bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan limfa dan ginjal, serta memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Sementara pada fase akut, pengidap filariasis akan mengalami:

  • Fase adenolimfangitis akut (ADL). Ditandai dengan demam, pembengkakan noda limfa atau kelenjar getah bening. Cairan yang menumpuk pada lima bisa memicu infeksi jamur dan merusak kulit.

  • Limfangitis filaria akut (AFL). Gejalanya berupa munculnya benjolan-benjolan kecil pada bagian tubuh tempat cacing-cacing sekarat terkumpul, seperti pada sistem getah bening dalam skrotum.

Fase ketiga adalah filariasis kronis. Pada kondisi ini, penumpukan cairan menyebabkan pembengkakan pada kaki dan lengan. Penyebab infeksi ini adalah lemahnya kekebalan tubuh yang berujung pada kerusakan dan penebalan lapisan kulit.

Tes Darah dan Urine untuk Diagnosis Filariasis

Tes darah dan urine bertujuan untuk mendeteksi keberadaan parasit filaria dalam tubuh. Pemeriksaan USG dibutuhkan untuk mendeteksi adanya perubahan sistem limfa, serta keberadaan cacing-cacing dewasa dalam skrotum. Jika positif mengidap filariasis, dokter akan meresepkan obat antifilaria seperti diethylcarbamazine (DEC). Pada kondisi kronis, berikut penanganan yang bisa dilakukan:

  • Operasi. Tindakan ini dilakukan pada pengidap pria yang mengalami penumpukan cairan dalam skrotum (hidrokel).

  • Melakukan olahraga ringan. Tujuannya untuk melancarkan aliran cairan pada bagian tubuh yang terinfeksi.

  • Membersihkan bagian yang bengkak dengan sabun dan air untuk mencegah infeksi.

  • Mensterilkan luka jika filariasis menimbulkan lesi atau luka pada tubuh.

Cegah Filariasis dengan Pemberantasan Nyamuk

Menerapkan gerakan 3M plus, yaitu menguras, menutup, mengubur, memakai obat nyamuk atau kelambu saat tidur, tidak menggantung pakaian dan menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah terjadinya perkembangan nyamuk. Bagi masyarakat yang berusia 2 - 70 tahun dan tinggal di wilayah endemik filariasis, dianjurkan untuk mengonsumsi obat pencegah kaki gajah. Obat ini biasanya diberikan secara gratis oleh petugas kesehatan di wilayah tersebut saat Bulan Eliminasi Kaki Gajah yang jatuh pada bulan Oktober.

Itulah cara penyebaran filariasis yang perlu diketahui. Kalau kamu mengalami tanda dan gejala filariasis di atas, segera bicara pada dokter Halodoc untuk mencari tahu penyebab dan mendapat penanganan yang tepat. Kamu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca Juga: