Kenali Gangguan Pernafasan Bronkopneumonia pada Anak

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Kenali Gangguan Pernafasan Bronkopneumonia pada Anak

Halodoc, Jakarta - Bronkus adalah organ saluran udara yang menghubungkan tenggorokan ke paru-paru. Bronkus bercabang menjadi banyak tabung udara kecil yang dikenal sebagai bronkiolus. Nah, di ujung cabang bronkiolus terdapat kantong udara kecil disebut alveoli. Di dalam alveolus, oksigen dari paru-paru dan karbondioksida ditukar melalui aliran darah.

Baca Juga: Ini Bedanya Bronkitis dan Pneumonia yang Perlu Diketahui Orangtua

Pneumonia adalah peradangan paru-paru yang menyebabkan alveoli justru diisi dengan cairan. Cairan ini berisiko merusak fungsi paru-paru normal, sehingga menghasilkan berbagai masalah pernapasan. Bronkopneumonia adalah bentuk pneumonia yang memengaruhi, baik alveoli di paru-paru maupun bronkus.

Gejala bronkopneumonia dapat berkisar dari ringan hingga berat. Kondisi ini adalah jenis pneumonia yang sering diidap anak-anak dan penyebab utama kematian akibat infeksi paru-paru pada anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Gejala, penyebab, komplikasi, diagnosis, pengobatan, dan pencegahan bronkopneumonia biasanya sama dengan pneumonia.

Banyak kasus bronkopneumonia disebabkan oleh bakteri. Penularan bakteri ini bisa melalui bersin dan batuk. Apabila droplet bersin dan batuk terhirup oleh manusia yang sehat bisa berkembang menjadi pneumonia atau bronkopneumonia. Bakteri-bakteri penyebab penyakit tersebut yakni Staphylococcus aureus, Haemophilus influenzae, Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli, dan Klebsiella pneumoniae.

Penularan bakteri penyebab bronkopneumonia biasanya sering terjadi di rumah sakit. Pneumonia yang terjadi di lingkungan rumah sakit mungkin juga merupakan hasil dari bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Orang-orang yang datang ke rumah sakit untuk perawatan penyakit lain seringkali memiliki sistem kekebalan tubuh yang buruk. Anak-anak juga termasuk individu yang sistem kekebalan tubuhnya belum terbentuk sempurna, sehingga rentan terinfeksi juga. Lantas, seperti apa gejala  bronkopneumonia pada anak? 

Gejala Bronkopneumonia pada Anak

Anak-anak dan bayi dapat menunjukkan gejala yang berbeda. Namun, gejala bronkopneumonia  paling umum adalah batuk-batu. Gejala lainnya dapat berupa:

  • Jantung berdetak lebih cepat

  • Rendahnya kadar oksigen dalam darah

  • Otot dada terasa seperti tertarik

  • Rewel akibat kondisi tubuh yang tidak nyaman

  • Kehilangan nafsu makan

  • Demam

  • Kesulitan tidur.

Jika kondisi bronkopneumonia dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan, Si Kecil rentan mengalami komplikasi, seperti infeksi aliran darah atau sepsis, abses paru-paru, penumpukan cairan di sekitar paru-paru, kegagalan pernapasan, sampai serangan jantung. Lantas, perawatan apa yang bisa dilakukan?

Baca Juga: Kenali Infeksi Saluran Pernapasan Akibat Polusi Udara

Perawatan Bronkopneumonia pada Anak

Karena bronkopneumonia sebagian besar disebabkan oleh bakteri, maka pemberian antibiotik bisa dilakukan. Perawatan di rumah untuk meredakan gejala juga merupakan langkah penting dalam mengelola kondisi ini. Pastikan anak  mendapat cukup cairan dan istirahat.

Dokter mungkin menyarankan Tylenol untuk mengurangi demam. Inhaler atau nebulizer dapat diresepkan untuk membantu menjaga saluran udara tetap terbuka. Dalam kasus yang parah, seorang anak mungkin memerlukan rawat inap untuk menerima perawatan berupa cairan intravena, oksigen, dan terapi pernapasan. 

Namun, para ibu sebaiknya lebih peka terhadap kesehatan Si Kecil guna mencegah risiko berbagai penyakit yang mengintainya. Salah satu langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan rutin mencuci tangan sebelum merawat atau menyentuh Si Kecil. Pada anak yang berusia lebih tua, orangtua perlu mengajarkan cara mencuci tangan yang benar serta melatih kebiasaan cuci tangan ini. 

Vaksinasi juga dapat membantu mencegah pneumonia jenis tertentu. Pastikan untuk mendapatkan suntikan flu tahunan, karena flu juga berisiko mengembangkan pneumonia. Jenis umum pneumonia bakteri dapat dicegah dengan vaksin pneumokokus yang tersedia untuk orang dewasa dan anak-anak.

Baca Juga: Baru Usia 20 Hari, Radang Paru Sudah Mengincar Bayi Mungil Ini


Kalau ibu curiga Si Kecil mengalami salah satu gejala diatas, tanya dokter Halodoc saja untuk memastikannya. Klik Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!